Senin, 21 November 2016

TIPS MENAGIH UTANG








          Kamu punya piutang yang susah sekali didapatkan kembali? Kalau iya, kamu nggak sendiri, kok.  Banyak yang mengalami nasib yang sama denganmu. Mau minta uang yang menjadi hak kita sendiri saja susahnya minta ampun.

Kesal? Tentu saja. Kita yang memberikan utang tetapi malah jadi seperti kita yang mau utang. Yang sering terjadi, yang ditagih malah lebih garang daripada yang nagih.

Padahal sebenarnya kalau kita menagih utang itu justru membantu si pengutang agar terbebas dari dosa, lho. Bukankah utang itu akan selalu dibawa sampai mati?

Utang adalah janji yang harus dipertanggungjawabkan sampai ke akhirat nanti. Maka dari itu, jangan ada rasa sungkan saat kita akan menagih utang.

Berikut ada beberapa tips atau langkah-langkah bagaimana cara menagih utang yang sebaiknya ditempuh apabila seseorang berutang kepada kita, yaitu:



1.   TAGIH SECARA TIDAK LANGSUNG

Maksud dari cara ini adalah dengan menagih melalui media penghubung komunikas, seperti lewat sms, WA, BBM, dan lain sebagainya. Pengutang yang bertanggungjawab pasti akan merespon. Meskipun mungkin dia belum bisa membayar utangmu, setidaknya dia akan memberitahukan alasannya. Beri tangguhan waktu untuk orang seperti ini. Kalau ternyata dia menyalahgunakan kepercayaan yang kita berikan kepadanya, lakukan langkah kedua.



2.   BERIKAN SINDIRAN

Sindiran bisa kamu sampaikan apabila berkali-kali pesanmu tidak diresponnya. Kamu bisa menyindirnya melalui media sosial bila sindiran melalui media penghubung pribadi diabaikan. Sebaiknya sih, secara tidak langsung, ya. Tidak usah menandai namanya, nanti kamu malah diunfriend.

Sindiran ini bisa berupa hadist-hadist ataupun kutipan-kutipan tentang resiko yang akan menimpa orang yang dengan sengaja tidak mau menyelesaikan utangnya.

Salah satu yang menjadi favorit saya adalah yang berbunyi seperti ini,  “Orang Yang Dengan Sengaja Menunda Hak Orang Lain, Maka Allah Pun Akan Menunda Kebahagiaan Orang Tersebut”.

Hal ini betul sekali, seperti pada hukum sebab akibat. Sebab kamu menunda hak orang lain untuk berbahagia, maka akan mengakibatkan kebahagianmu pun menjadi tertunda.



3.   TAGIH SECARA LANGSUNG

Apabila dengan sindiran tetap tidak mempan dan pesan-pesanmu juga tetap tidak direspon sama sekali, sebaiknya datangi langsung saja orangnya. Tidak ada salahnya kamu mengajak orang ketiga yang sekiranya dia segani. Hal ini untuk mencegah agar tidak terjadi konflik, atau apabila konflik tak terelakkan, ada pihak ketiga yang hadir sebagai penengah.

Sebaiknya sih, sebisa mungkin setiap permasalahan yang timbul itu diselesaikan secara kekeluargaan saja. Tak perlulah pakai acara menyewa jasa debt colector segala. Selain harus keluar biaya ekstra, rasanya kok seperti nggak elegan banget, ya.



4.   TETAPLAH MENGINGATKAN

Yang namanya karakter orang, terkadang memang nggak bisa dirubah. Ada lho, bahkan banyak, yang ketika disinggung tentang kewajibannya membayar utang malah marah-marah. Nggak banget, kan?

Nah, marah-marahnya orang seperti ini sebenarnya karena dia merasa malu, makanya dia menutupi rasa malunya itu dengan marah-marah dan mengintimadasi kita. Mengatai kita ini ‘nggak perasaanlah’, ‘pelitlah’, apalah-apalah.

Sebaiknya jangan mudah terpancing untuk ikut marah-marah juga, ya. Susah memang, tetapi usahakan untuk ‘legowo’ saja. Nggak perlu ikutan emosi, tetaplah untuk selalu mengingatkan kewajibannya itu meskipun nggak digubris. Jangan pernah bosen nagih sambil selalu berikan senyum terbaikmu (susyah ya, yang ada mah senyum palsu..he..he..) nggak apa-apa sih senyumnya senyum yang sedikit dipaksakan..ho..ho.., yang penting tetaplah berbuat baik kepadanya biarpun dia jadi judes sama kamu. Insyaallah, dengan sikapmu yang hangat itu, dia jadi merasa nggak enak sendiri sama kamu. Bonusnya, duitmu bakal balik lagi ke kamu.



5.   LIBATKAN KELUARGANYA ATAU ORANG YANG DIHORMATINYA.

Hal ini sebenarnya adalah langkah yang kurang nyaman untuk ditempuh. Kesan yang tampak, kita kok jadi seperti pengadu. Tapi kenapa tidak? Kalau segala cara yang sebenarnya ‘nyaman’ bagi kedua belah pihak telah ditempuh tetapi tak jua membuahkan hasil, kita butuh orang lain untuk menyadarkannya.



6.   IKHLASKAN

Menagih utang kadangkala memang menjadi dilema. Maka lihat kembali kondisi si pengutang. Kalau memang dia termasuk orang yang sangat miskin, bahkan untuk bisa makan sehari-hari saja susah, maka ikhlaskanlah. Mungkin pada saat dia pinjam uangmu itu niatnya memang mau minta sama kamu, tapi karena malu, jadi dia bilangnya ‘pinjam’. Ya sudah, niatkan saja untuk sedekah karena Allah. Mungkin ini cara Allah mengingatkanmu untuk berbagi.



7.   GUNAKAN ILMU LANGIT

Ada beberapa orang yang mendadak jadi amnesia ketika ditanyai soal utangnya. Lebih parah lagi, bahkan tanpa kabar berita apapun tiba-tiba saja menghilang entah kemana bagai raib ditelan bumi. Sama sekali tidak bisa dihubungi dengan cara apapun. Kemungkinan sih, memang sengaja tidak mau dihubungi untuk menghindar dari tagihan utang.

Khusus menghadapi manusia bermuka tembok seperti ini, ada tips yang nampak tidak umum dan memang sulit untuk dilakukan. Betul-betul dibutuhkan kelapangan hati ekstra luas.

Begini, daripada kita menumpuk dosa dengan membenci seseorang yang membuat kita kesal teru-menerus, daripada timbul berbagai pikiran buruk yang bisa merusak hati kita, lebih baik sih mengikhlaskan saja.

‘Aduuh, endingnya kok klise banget, sih? Bagaimana mau mengikhlaskan kalau uang yang dipinjam itu jumlahnya besar dan kita juga sangat butuh?”

Rerata orang memang akan berkata demikian. Maka dari itu, saya katakan kalau ‘ilmu langit’ jenis ini super sulit. Tapi ada tips yang dapat membantumu mempermudah pelaksanaannya. Caranya, kita sedekah saja buat si pengutang agar utangnya ke kita lunas. Sound like crazy, tapi bisa kok kita lakukan.

Begini, misal orang itu utang sejuta rupiah sama kita. Sejuta tentu bukan jumlah yang kecil untuk diikhlaskan begitu saja, ya? Tetapi, daripada kita nabung dosa, mending nabung pahala lah, ya.

Sedekahin saja sehari seribu rupiah khusus buat si pengutang itu agar utangnya ke kita lunas. Nggak terasa, dua puluh satu bulan utangnya ke kita lunas. Rasanya akan plong bin lega.

Mungkin bagi beberapa orang, ide seperti ini tidak dapat diterima. it's ok. saya cuma sumbang saran, kok.

Saya yakin, jenis orang-orang pengutang yang menyebalkan akan selalu ada. Tetapi keberadaan orang-orang seperti itu justru dapat kita jadikan pengingat agar kedepannya, ketika ada orang yang datang berutang kepada kita, kita tak perlu memberinya sejumlah uang sesuai dengan yang dia ajukan. Berikan saja sejumlah yang sekiranya bisa kita ikhlaskan kalau saja uang yang dipinjamnya itu tak akan kembali lagi ke tangan kita. Biarlah kita  dianggap pelitlah, tak setia kawanlah, apalah-apalah, yang penting tali silaturahmi nggak akan pernah sampai terputus hanya gegara masalah utang piutang.

Satu hal lagi yang ingin saya sampaikan, ada baiknya untuk melakukan pencatatan dan menghadirkan pihak ketiga sebagai saksi ketika akan dilakukan akad utang piutang.

Semoga catatan panjang ini bermanfaat. Aamiin.



Penulis,

Rara radyanti.






Senin, 14 November 2016

@joeraganArtikel




Bener-bener deh, saya langsung merasa jadi emak-emak paling kudet saat ketahuan nggak mengenal Teh Indari Mastuti, CEO dari Indscript Creative.
Itu tuh, sebuah perusahaan yang menaungi Indscript Training Center, yaitu sebuah lembaga yang berkonsentrasi pada pemberdayaan perempuan, khususnya di dunia bisnis dan menulis.
Ternyata beliau ini begitu cetar membahana di kalangan emak-emak kece sejagat raya. *Hmmm...berarti saya dulu nggak kece ya...😅😅

Buat emak-emak yang punya hobi nulis dan ingin punya penghasilan sendiri dari pekerjaan yang bisa dikerjakan di rumah, ini jelas sebuah jalan keluar yang menyenangkan.
Gimana enggak, Indscript juga bekerjasama dengan @joeraganArtikel mengadakan training online yang berfokus pada peningkatan skill peserta dalam membuat artikel pesanan, job review, dan sebagainya.

Dan yang lebih seru lagi, lulusan training di @joeraganArtikel bakal langsung direkrut untuk menjadi team penulis inti di emakpintar.asia. Asyik, kan?

Nggak hanya sampai di situ saja, masih ada lagi lanjutannya, nih. Yaitu para alumninya ini bakal memperoleh binaan lanjut guna menapaki jenjang karier kepenulisan berikutnya. Keren, kan?

Pokoknya seru abis dah.
Hayuuuklah...mari kemon segera hubungi sang trainer sekaligus owner @joeraganArtikel Ummi Aleeya deh ya!!!



Naahhh...yang penasaran sama itu picture apa hubungannya yak???
Hi..hi... ya nggak ada sebenernya.. 😀😀😀... tapi kalau mau dihubung-hubungi dengan agak memaksa, maksudnya begini loh... ntu saya lagi ngumpanin jalan terang buat yang suka nulis... he..he.. moga-moga nyambung ya.. Maksudnya jadi nyambung ke @joeraganArtikel..😉😉
Alhamdulillah.


Jumat, 11 November 2016

TIPS MENJAGA KOMITMEN DALAM PERNIKAHAN JARAK JAUH



TIPS MENJAGA KOMITMEN DALAM PERNIKAHAN JARAK JAUH

Sepasang manusia yang terikat dalam janji suci berupa pernikahan memang idealnya hidup satu atap, berkumpul dan berjumpa setiap hari dengan pasangan dan keluarga kecil yang dibinanya. Namun pada kenyataannya, tidak semua pasangan diberi anugerah indah seperti itu. Beberapa pasangan menikah harus hidup terpisah jarak dan waktu dengan berbagai alasan.

Pasangan dengan kondisi seperti ini biasa disebut sebagai pasangan LDM, akronim dari Long Distance Marriage. Kondisi pernikahan seperti ini bisa jadi memang adalah sebuah pilihan, tetapi dapat pula disebabkan oleh keadaan yang memaksa dan mau tak mau harus dijalani.

Menjalani pernikahan jarak jauh ini memang tidak nyaman, tetapi apabila keadaan seperti ini tidak dapat dihindari dan harus tetap dijalani, ada beberapa tips yang bisa membantu anda melewatinya dengan baik, yaitu:

SALING MENJAGA KOMUNIKASI
Tidak seperti pasangan LDM di jaman dahulu yang untuk berkirim surat saja membutuhkan waktu yang sangat lama, pasangan LDM di era teknologi canggih seperti sekarang ini tidak sulit menjalin komunikasi meskipun terpisah benua sekalipun. Mulai dari komunikasi dengan teks hingga komunikasi berbasis audio visual sangat mudah diakses.
Komunikasi yang baik adalah komunikasi yang dilakukan secara rutin. Selain untuk memantau keadaan pasangan ataupun keluarga yang ditinggal, komunikasi juga dapat dijadikan sarana pengobat rindu.
Anda bisa bekerjasama dengan pasangan dalam memilih media komunikasi apa yang akan digunakan. Yang paling umum dan pada saat ini sifatnya wajib adalah telepon. Anda dapat mengatur bersama dengan pasangan, kapan saat yang tepat untuk berkomunikasi. Jangan sampai niat baik berakhir buruk karena salah satu dari anda sering menelpon pada saat yang tidak tepat, contohnya pada saat pasangan Anda sedang bekerja. Bagaimanapun rindunya, anda pasti bisa menahannya sesaat hingga jam bekerjanya usai, bukan? Atau anda bisa mengiriminya pesan teks, tapi jangan uring-uringan kalau tidak direspon dengan segera, ya.

SALING MENJAGA KEPERCAYAAN
Ini adalah hal terpenting bagi seluruh pasangan suami istri, apalagi bagi yang sedang menjalani pernikan jarak jauh. Dengan saling menjaga kepercayaan dapat membuat hubungan anda dengan pasangan menjadi tenang, tanpa diganggu pikiran-pikiran negatif, semisal pikiran buruk tentang akan hadirnya orang ketiga.
Dengan saling menjaga kepercayaan, berarti anda juga telah membangun pondasi yang kuat bagi rumah tangga anda.
Salah satu contoh kurang tepat yang sering dilakukan oleh pasangan masa kini adalah dengan men’stalking’ akun media sosial pasangan. Mungkin alasan awalnya baik, yaitu untuk memantau pasangan. Akan tetapi, kegiatan seperti ini sebenarnya lebih banyak mudhoratnya daripada manfaatnya. Alih-alih merekatkan hubungan, anda justru sedang melonggarkan tali pengikat keutuhan rumah tangga anda. Karena diakui atau tidak, dengan sering mengintip akun media sosial pasangan, perasaan yang menjadi sering timbul adalah rasa curiga dan rasa cemburu. Apabila tidak dapat dikelola dengan baik, kedua macam pearasaan tersebut dapat membawa akibat buruk pada hubungan anda.
Untuk menghindari hal tersebut, anda berdua sebaiknya menyadari tentang pentingnya menghargai dan menghormati privacy masing-masing. Tanamkan dalam hati anda, bahwa pasangan terdekat kita sekalipun tetap berhak dengan privacynya sendiri-sendiri tanpa intervensi dari siapapun.

PERBANYAK KEGIATAN POSITIF
Berada jauh dari pasangan kerap kali membuat anda jadi merasa kesepian. Untuk mengatasi rasa kesepian itu, beberapa orang akan mencari kesibukan selain kegiatan sehari-harinya. Selama kesibukan tersebut adalah kesibukan yang bermanfaat, maka akan baik-baik saja. Tetapi bagaimana apabila kesibukan yang anda pilih justru mengarah pada tindakan yang negatif? Tentu saja hal tersebut dapat merusak hubungan pernikahan anda. Tak ingin hal tersebut terjadi, kan?
Untuk itu, sebaiknya anda memanfaatkan waktu luang anda hanya untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang positif saja. Misalnya dengan memperbanyak ibadah, berolahraga, mengikuti pelatihan-pelatihan yang sesuai dengan minat dan bakat Anda, dan berbagai kegiatan positif lainnya yang banyak manfaatnya.

SELALU MENGINGAT ALLAH
Tak akan ada yang dapat selalu menolong kita selain kuasa Allah. Ikhlas dengan apa yang harus anda jalani dan percayakan semuanya berada dalam lindungan Yang Maha Kuasa. Karena hanya dengan selalu mengingat Allah saja, maka ketenangan dalam hidup akan kita raih.
Berdoalah kepada-Nya agar anda dan pasangan selalu diberi kekuatan dalam menjalani hubungan pernikahan jarak jauh ini.
Mintalah hanya kepada-Nya agar keluarga anda dapat segera berkumpul bersama dan hidup bahagia dalam ridho-Nya.

KADUNG SELINGKUH

Selingkuh adalah salah satu bentuk pengingkaran. Tidak ada seorang pun yang suka diingkari. Pun juga dengan mengingkari. Mengingkari ...