Langsung ke konten utama

Kiat Ampuh Agar Rasa Jenuh Tidak Mudah Menghampiri


Kamu kerap dilanda rasa jenuh? Apa yang biasanya kamu lakukan saat rasa jenuh itu datang menghampiri?
Melakukan pekerjaan yang selalu sama setiap hari, bertemu dengan orang yang itu-itu terus, kerap menunggu terlalu lama, dan berbagai kegiatan yang sifatnya rutin atau terus menerus dan berlangsung lama sering menimbulkan rasa jenuh.
Tahukah kamu, bahwa sebenarnya rasa jenuh itu bisa dihilangkan?
Rasa jenuh tidak ada bedanya dengan rasa bosan. Rasa jenuh atau bosan yang berlangsung lama, dapat mengakibatkan timbulnya rasa malas yang akut dan rasa percaya diri yang kurang, sehingga membuat hubungan personal dengan social menjadi tidak baik.
Untuk mengatasi rasa jenuh yang sering datang dan pergi itu, kamu harus mencoba bebarapa saran di bawah ini:
1.      Beribadah.
Kalau kamu seorang muslim, kamu bisa memanfaatkan waktu-waktu luang yang ada dengan berzikir atau membaca Al-Quran. Jika kamu menggunakan waktu luang dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, niscaya rasa jenuh enggan menghampiri.
2.      Mencari Ide Kreatif.
Cari cara agar kehidupan kamu tidak monoton. Isilah waktu luangmu dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang disukai. Selain jadi bisa memanfaatkan waktu dengan baik, kamu juga bisa sekaligus menyalurkan hobi.
3.      Merubah Cara Beraktivitas.
Cara beraktivitas yang seragam dari waktu ke waktu juga dapat mengakibatkan kejenuhan. Untuk itu, tak ada salahnya kamu mencoba merubahnya. Misalnya kamu biasa membaca buku sambil duduk, cobalah untuk melakukannya sambil tiduran di sofa ataupun di kasur.
4.      Bersosialisasilah.
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa kehadiran manusia yang lain. Saat rasa jenuh melanda, coba ajaklah orang lain berbicara hal-hal yang ringan namun menarik. Kalau tidak ada seorang pun yang bisa diajak berbicara secara langsung, kamu bisa telepon ataupun chating dengan teman melalui media sosial. Pokonya, jangan sampai menutup diri ya.
5.      Mengerjakan Hobi.
Mengerjakan hal yang menjadi kegemaranmu tentu saja sangat tepat untuk dilakukan. Hobi identik dengan hal-hal yang disukai dan tentunya menyenangkan. Selain bermanfaat menghilangkan kejenuhan, dengan mengerjakan hobi, maka kamu juga sekaligus dapat mengembangkan hobimu.
6.       Membaca.
Kegiatan membaca dapat menghilangkan rasa jenuh yang melanda. Dengan membaca, kamu secara tidak langsung menyuruh otak agar tetap berpikir dan berfungsi, baik itu dengan membaca buku maupun artikel-artikel yang menarik.
7.      Belajar Mencintai Aktivitas Keseharianmu.
Agar tidak ada ‘keterpaksaan’ dalam melakukan aktivitas, maka kamu harus belajar mencintai aktivitas tersebut. Kalau kamu merasa nyaman dan ikhlas dalam mengerjakan semua aktivitas tersebut, maka lambat laun rasa bosan dapat teratasi.
Hal tersebut dapat membuat kamu merasa nyaman dan ikhlas dalam menjalani aktivitas dalam kehidupan. Dengan mencintai aktivitas yang dilakukan, berarti kamu  telah mampu mengatasi rasa bosan.
8.      Berusaha Mencari Suasana Baru.
Suasana yang begitu-begitu saja bisa menjadi salah satu penyebab utama timbulnya rasa bosan dan jenuh. Kamu harus mulai mencari suasana baru. Contohnya, dengan pergi ke tempat-tempat belum pernah dikunjungi sebelumnya.
Suasana baru yang sering diupgrade, bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi rasa bosan. Suasana baru dapat menyegarkan pikiran, memberikan ketenangan dan kenyamanan, serta segala hal lain yang membuat keseharian kamu jadi lebih bervariasi ketimbang melakukan aktivitas yang sama setiap harinya.
9.      Tidur.
Tidur adalah senjata paling ampuh untuk dapat menghilangkan rasa jenuh. Tidur bisa menjadi pilihan terakhir bila berbagai tips di atas tidak bisa dilakukan. Setidaknya, tidur bisa menghilangkan rasa bosan dan membuat tubuh dan otak dapat beristirahat sejenak.

Bagaimana, tidak sulit bukan, mengatasi singgahnya rasa jenuh yang kadangkala tidak dapat dihindari kedatangannya itu?




Komentar

Postingan populer dari blog ini

KETIKA ANAK KITA MENJADI KORBAN BODY SHAMING

"Bunda, Adek ni jelek ya, Bunda?" "Ya enggak lah. Adek cantik." "Tapi temen Adek bilang kalau Adek jelek."
Lalu meluncurlah cerita-cerita pembully-an yang dilakukan oleh teman-temannya (kebanyakan sih yang laki-laki).
"Adek dikatain item, kiting, jelek!" ucapnya dengan raut sedih.
Deg!! Apalagi saya, ibunya. Jauuuh lebiih sediih. Rasanya pengen marah dan memaki-maki anak yang meledek gadis kecil saya.
"Siapa nama temen Adek yang bilang begitu? Anaknya siapa?" Pertanyaan itu nyaris keluar dari mulut saya, tapi untunglah masih bisa saya tahan.
Saya nggak ingin anak saya tumbuh menjadi seorang pembenci.
Kemudian saya raih tubuhnya, saya tatap matanya, dan saya elus kedua pipinya.
Hal pertama yang harus saya lakukan adalah membuatnya bisa menerima kondisi dirinya dengan baik. "Rambut Adek kan memang keriting, tapi Adek cantik dengan rambut seperti itu. Banyak lho, orang yang kepengen rambutnya dikeriting."
Lalu saya ceritakan bahwa se…

Maling Teriak Maling

Lain di bibir lain di hati adalah ungkapan yang kerap dipakai untuk menunjukan sifat munafik seseorang. Ada juga yang menyebutnya dengan sebutan orang bermuka dua. Secara umum, orang yang bersifat munafik memilik ciri-ciri, yaitu bila berkata dia dusta, dan bila dipercaya dia khianat. Tak hanya itu, masih banyak ciri-ciri lain yang bisa kamu pelajari untuk mengenali para munafikun ini, diantaranya adalah: 1. FUJUR
Fujur adalah sebutan bagi orang yang tidak dapat mengendalikan emosinya, selalu ingin menang sendiri, tidak pernah mau menerima dan mengakui kesalahannya, dan senang menunjukkan sikap yang berlebihan, bahkan melampaui batas dalam menekan lawan-lawannya.
Orang fujur adalah munafikun yang selalu merasa dirinyalah yang paling benar, tanpa pernah mau berkaca bahwa sebenarnya justru dirinya itu sendiri yang berkubang dalam kesalahan demi kesalahan. 2. RIYA
Yaitu, sombong dalam bersikap dan berbicara. Orang munafikun jenis ini senangnya dengan sengaja menampakkan kebaikan yang di…

Meminta Maaf dan Memaafkan

Maaf "Kenapa tidak kamu saja yang minta maaf?"
"Kenapa aku begitu sulit memaafkanmu?
"Kenapa kata maaf itu begitu sulit terucap?"
"Ah, kenapa kita harus saling memaafkan?" Sebab, tak ada manusia yang sempurna di bumi ini. Siapa pun dia, pasti pernah melakukan kesalahan. Dear sahabat, menilai kesalahan orang lain itu mudah. Yang sulit itu adalah mengakui kesalahan diri sendiri. Biasanya, hanya orang yang berjiwa besar yang mampu melakukannya. Sahabat, marahkah kamu saat ada orang lain yang melukaimu? Atau melukai orang yang kamu sayangi? Marah saat ada yang menyakiti kita atau orang yang kita sayangi adalah reaksi yang wajar. Namun jangan disimpan hingga menimbulkan kebencian. Karena kebencian hanya akan membawa kedengkian.
Wahai sahabatku, kedengkian itu bisa melahirkan rasa dendam. Semua itu hanya akan mengikis seluruh amalan-amalan baik yang sudah dengan susah payah kita kumpulkan. Ketika timbul rasa dengki dalam hati, segeralah ingat Hadist Rasul ini…

Mengakui Kesalahan. Sulitkah?

BERBUAT SALAH ITU MANUSIAWI, karena melakukan kesalahan itu menandakan bahwa kita itu punya kekurangan, dan itu seharusnya bisa menjadi cambuk bagi kita untuk terus belajar memperbaiki diri. Kalau kita sadar telah melakukan sebuah kesalahan, ya akui saja. MENGAKUI KESALAHAN ITU MULIA, lho. Dengan mengakui kesalahan, secara tersirat kita telah menyatakan bahwa kita ini hanyalah manusia biasa yang senantiasa berbuat salah, karena yang tidak pernah bisa salah itu hanya Tuhan. Tapi mengakui kesalahan itu mestinya ya datang dari hati nurani terdalam, jangan cuma di bibir saja. Sulit memang melakukannya. Berat dan butuh waktu yang lama supaya bisa benar-benar iklhas saat mengatakannya.
Tapi ini jauh lebih baik daripada "tidak pernah merasa bersalah" sama sekali. Ketika kamu sama sekali tidak pernah merasa bersalah, itu artinya ada "sensor" di hatimu yang sudah tidak berfungsi lagi, sehingga tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Mungkin hatimu perlu d…

BALAS DENDAM TIDAK AKAN PERNAH BISA MENYELESAIKAN MASALAH

"Sekuat apapun kita menolak, yang ditakdirkan datang ke dalam hidup kita, akan tetap datang."
Seperti manusia-manusia keji itu... Sekuat apapun kita berusaha menghindari, kalau takdir mengharuskan mereka hadir dalam kehidupan kita, ya pasti akan datang. Seperti jamak kita ketahui, semakin hari, semakin banyak serigala-serigala berbulu domba di ladang kehidupan kita. Mereka itu lah manusia-manusia berhati iblis, yang tega menghancurkan dan meremukkan hati saudaranya sendiri.
Ada tukang tipu, tukang fitnah, tukang adu domba, tukang cabul, maling, pembunuh😱😱😱😱😱
yang bebas berkeliaran dengan korban-korban yang tak berani melakukan perlawanan. Sedih, terpuruk, kalut, dan putus asa, adalah wujud kekecewaan yang pasti dirasakan, ketika kita telah diperdaya oleh manusia-manusia iblis itu.
Apalagi kalau kita sampai dijerumuskan untuk ikut melakukan kemaksiatan itu. Oh, no...😱😱😱 Kalau kamu masih punya hati, ketika tersadar dari melakukan kesalahan, pasti bakal timbul perasaan men…