Langsung ke konten utama

MERAWAT KUKU TANPA HARUS KE SALON





Perawatan terhadap kuku, baik pada kuku tangan maupun kuku kaki sebenarnya tidak kalah pentingnya dengan perawatan-perawatan tubuh lainnya. Namun, tidak semua orang memiliki kesadaran terhadap hal ini, sehingga kukunya sering bermasalah. Sebagian orang menganggap perawatan ini hanya untuk keindahan kuku saja. Padahal, lebih dari itu, perawatan ini sangat penting untuk menjaga kesehatan kuku itu sendiri.
Perawatan kuku yang biasa disebut dengan istilah manicure untuk perawatan kuku tangan dan pedicure untuk perawatan kuku tangan ini sebenarnya bisa dilakukan sendiri di rumah lho. Jadi, kamu enggak perlu pergi ke salon yang tentunya akan menghabiskan biaya yang tidak sedikit.
Caranya cukup mudah, yaitu:

1.      Membersihkan kuku
Cara untuk membersihkan kuku secara benar adalah dengan merendam kuku di dalam air hangat selama 5 menit. Dengan merendam kuku ini, dapat mempermudah pembersihannya. Gunakan sikat berbulu lembut untuk membersihkan kuku.

2.      Memijat kuku
Pijat dengan lembut bagian jari-jari tangan maupun kaki, punggung tangan maupun kaki, serta lengan tangan maupun betis. Kamu bisa melakukannya dengan mengoleskan gel khusus untuk perawatan tangan dan kaki sebelum dilakukan proses pemijatan. Pemijatan ini berfungsi untuk melancarkan peredaran darah, khususnya di daerah kuku.

3.      Memotong kuku
Potonglah kuku dengan gunting khusus untuk memotong kuku. Bentuknya bisa sesuai bentuk kuku aslinya atau dibentuk khusus, sesuai dengan selera atau keinginan kamu. Setelah dipotong, barulah dikikir untuk merapikannya.

4.      Berikan vitamin khusus untuk kuku
Vitamin khusus untuk kuku ini bisa diperoleh di toko-toko kosmetik. Bentuknya ada yang krim atau yang cair seperti kuteks. Cara ini akan membuat kuku menjadi lebih kuat.

5.      Beri pewarna
Untuk langkah ini tentu kembali kepada selera masing-masing. Kalau kamu suka dengan kuku yang berwarna, bisa dioleskan kuteks atau pacar, karena bagi seorang muslimah, penggunaan kuteks tidak diperbolehkan.

Demikianlah tips sederhana melakukan perawatan kuku sendiri tanpa harus ke salon. Tentu saja, setelah kuku dirawat, kamu yang tadinya mempunyai kebiasaan menggigit kuku kalau sedang resah harus segera menghentikan kebiasaan ini. Karena, ternyata selain merusak keindahan kuku, juga dapat mengganggu kesehatan.

Penulis,
Rara radyanti


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KETIKA ANAK KITA MENJADI KORBAN BODY SHAMING

"Bunda, Adek ni jelek ya, Bunda?" "Ya enggak lah. Adek cantik." "Tapi temen Adek bilang kalau Adek jelek."
Lalu meluncurlah cerita-cerita pembully-an yang dilakukan oleh teman-temannya (kebanyakan sih yang laki-laki).
"Adek dikatain item, kiting, jelek!" ucapnya dengan raut sedih.
Deg!! Apalagi saya, ibunya. Jauuuh lebiih sediih. Rasanya pengen marah dan memaki-maki anak yang meledek gadis kecil saya.
"Siapa nama temen Adek yang bilang begitu? Anaknya siapa?" Pertanyaan itu nyaris keluar dari mulut saya, tapi untunglah masih bisa saya tahan.
Saya nggak ingin anak saya tumbuh menjadi seorang pembenci.
Kemudian saya raih tubuhnya, saya tatap matanya, dan saya elus kedua pipinya.
Hal pertama yang harus saya lakukan adalah membuatnya bisa menerima kondisi dirinya dengan baik. "Rambut Adek kan memang keriting, tapi Adek cantik dengan rambut seperti itu. Banyak lho, orang yang kepengen rambutnya dikeriting."
Lalu saya ceritakan bahwa se…

Meminta Maaf dan Memaafkan

Maaf "Kenapa tidak kamu saja yang minta maaf?"
"Kenapa aku begitu sulit memaafkanmu?
"Kenapa kata maaf itu begitu sulit terucap?"
"Ah, kenapa kita harus saling memaafkan?" Sebab, tak ada manusia yang sempurna di bumi ini. Siapa pun dia, pasti pernah melakukan kesalahan. Dear sahabat, menilai kesalahan orang lain itu mudah. Yang sulit itu adalah mengakui kesalahan diri sendiri. Biasanya, hanya orang yang berjiwa besar yang mampu melakukannya. Sahabat, marahkah kamu saat ada orang lain yang melukaimu? Atau melukai orang yang kamu sayangi? Marah saat ada yang menyakiti kita atau orang yang kita sayangi adalah reaksi yang wajar. Namun jangan disimpan hingga menimbulkan kebencian. Karena kebencian hanya akan membawa kedengkian.
Wahai sahabatku, kedengkian itu bisa melahirkan rasa dendam. Semua itu hanya akan mengikis seluruh amalan-amalan baik yang sudah dengan susah payah kita kumpulkan. Ketika timbul rasa dengki dalam hati, segeralah ingat Hadist Rasul ini…

Mengakui Kesalahan. Sulitkah?

BERBUAT SALAH ITU MANUSIAWI, karena melakukan kesalahan itu menandakan bahwa kita itu punya kekurangan, dan itu seharusnya bisa menjadi cambuk bagi kita untuk terus belajar memperbaiki diri. Kalau kita sadar telah melakukan sebuah kesalahan, ya akui saja. MENGAKUI KESALAHAN ITU MULIA, lho. Dengan mengakui kesalahan, secara tersirat kita telah menyatakan bahwa kita ini hanyalah manusia biasa yang senantiasa berbuat salah, karena yang tidak pernah bisa salah itu hanya Tuhan. Tapi mengakui kesalahan itu mestinya ya datang dari hati nurani terdalam, jangan cuma di bibir saja. Sulit memang melakukannya. Berat dan butuh waktu yang lama supaya bisa benar-benar iklhas saat mengatakannya.
Tapi ini jauh lebih baik daripada "tidak pernah merasa bersalah" sama sekali. Ketika kamu sama sekali tidak pernah merasa bersalah, itu artinya ada "sensor" di hatimu yang sudah tidak berfungsi lagi, sehingga tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Mungkin hatimu perlu d…

Maling Teriak Maling

Lain di bibir lain di hati adalah ungkapan yang kerap dipakai untuk menunjukan sifat munafik seseorang. Ada juga yang menyebutnya dengan sebutan orang bermuka dua. Secara umum, orang yang bersifat munafik memilik ciri-ciri, yaitu bila berkata dia dusta, dan bila dipercaya dia khianat. Tak hanya itu, masih banyak ciri-ciri lain yang bisa kamu pelajari untuk mengenali para munafikun ini, diantaranya adalah: 1. FUJUR
Fujur adalah sebutan bagi orang yang tidak dapat mengendalikan emosinya, selalu ingin menang sendiri, tidak pernah mau menerima dan mengakui kesalahannya, dan senang menunjukkan sikap yang berlebihan, bahkan melampaui batas dalam menekan lawan-lawannya.
Orang fujur adalah munafikun yang selalu merasa dirinyalah yang paling benar, tanpa pernah mau berkaca bahwa sebenarnya justru dirinya itu sendiri yang berkubang dalam kesalahan demi kesalahan. 2. RIYA
Yaitu, sombong dalam bersikap dan berbicara. Orang munafikun jenis ini senangnya dengan sengaja menampakkan kebaikan yang di…

BALAS DENDAM TIDAK AKAN PERNAH BISA MENYELESAIKAN MASALAH

"Sekuat apapun kita menolak, yang ditakdirkan datang ke dalam hidup kita, akan tetap datang."
Seperti manusia-manusia keji itu... Sekuat apapun kita berusaha menghindari, kalau takdir mengharuskan mereka hadir dalam kehidupan kita, ya pasti akan datang. Seperti jamak kita ketahui, semakin hari, semakin banyak serigala-serigala berbulu domba di ladang kehidupan kita. Mereka itu lah manusia-manusia berhati iblis, yang tega menghancurkan dan meremukkan hati saudaranya sendiri.
Ada tukang tipu, tukang fitnah, tukang adu domba, tukang cabul, maling, pembunuh😱😱😱😱😱
yang bebas berkeliaran dengan korban-korban yang tak berani melakukan perlawanan. Sedih, terpuruk, kalut, dan putus asa, adalah wujud kekecewaan yang pasti dirasakan, ketika kita telah diperdaya oleh manusia-manusia iblis itu.
Apalagi kalau kita sampai dijerumuskan untuk ikut melakukan kemaksiatan itu. Oh, no...😱😱😱 Kalau kamu masih punya hati, ketika tersadar dari melakukan kesalahan, pasti bakal timbul perasaan men…