Langsung ke konten utama

RAHASIA MENANGKAL PENYAKIT HATI




Jika wajah sering nampak suram, suasana hati naik turun, suka emosian, marah-marah terus,  kerap sedih , merasa selalu bernasib buruk, iri dengan yang lebih beruntung, dan berbagai pikiran negatif lain, itu merupakan tanda kalau sedang terjangkiti penyakit hati. Apakah penyakit ini berbahaya? Tentu saja, karena penyakit ini berpotensi menyerang fisik juga. Biasanya orang yang berpenyakit hati akan jadi sering sakit-sakitan juga fisiknya.

Solusi Untuk Wajah yang Nampak Suram.
Orang yang wajahnya terlihat kusut alias selalu tidak bersemangat, biasanya karena sedang menyimpan masalah. Cara mengatasinya, tidak cukup hanya dengan mengandalkan produk kosmetik saja. Yang terpenting adalah dengan mencoba introspeksi diri. Mungkin kamu sedang tertimpa permasalahan berat yang cukup mengganggu pikiran. Kalau iya, cobalah untuk melihat sisi baik dari permasalahan yang sedang menimpa. Memang tidak mudah, namun kamu harus percaya, bahwa sepahit apapun permasalahan yang menimpa, pasti ada sisi positifnya. Setelah itu, cobalah untuk merubah sudut pandangmu. Misalnya saja suami terlihat suka malas-malasan, lebih asyik dengan gadgetnya sampai tak memperhatikan istri yang kerepotan mengurus rumah dan balita yang rewel minta ampun. Memang menyebalkan sekali, sehingga wajar kalau kamu jadi uring-uringan. Namun, agar tidak menjadi penyakit hati, cobalah untuk melihat sisi baiknya. Mungkin akan lebih baik kalau suami asyik dengan gadgetnya daripada keluyuran nggak jelas ke luar rumah, kan? Berpikir positif saja akan apapun yang dia lakukan dengan gadgetnya. Kalau kamu selalu berpikir positif dalam setiap permasalahan yang menimpa, niscaya wajah akan terlihat cerah, lebih bersih dan tentu saja akan jadi lebih cantik. Bagaimanapun, aura yang terpancar di wajah itu berasal dari hati. Kalau hatinya bersih, jauh dari pikiran negatif, maka wajahpun akan selalu nampak berseri-seri.

Solusi Untuk yang Suka Emosian.
Bagi yang muslim, pasti tahu kalau untuk menghilangkan hadast itu caranya dengan berwudhu. Anggaplah penyakit hati itu adalah hadast yang harus dibersihkan. Maka, apabila datang amarah yang hendak meledak, segera beristighfar, lalu ambil wudhu. Niscaya, marah-marahnya jadi batal, deh. Karena dengan berwudhu, hati jadi adem dan kamu bisa berpikir dengan lebih jernih.

Solusi Untuk yang Suka Sedih Terus.
Orang yang nggak pernah merasa bahagia, biasanya adalah orang yang tidak pernah bersyukur, jadi bawaannya sedih melulu. Satu-satunya cara untuk mengatasi problema ini adalah dengan belajar bersyukur. Mulailah dengan mensyukuri semua yang sudah kamu miliki. Tanpa melihat baik atau tidak baik, banyak atau sedikit rejeki yg didapat, selalu ucapkan saja lafaz hamdalah "Alhamdulillah" sambil tanamkan dalam hati kalau apa yang kamu anggap baik untuk diri sendiri belum tentu baik. Sedangkan apa yg dianggap tidak baik, bisa jadi itulah yg terbaik untuk kamu. Insyaallah, hati yg selalu dipenuhi rasa syukur bakal merasa bahagia terus.

Solusi Untuk yang Selalu Merasa Kekurangan.
Hanya dengan rajin bekerja, menguatkan doa dan bersedekah yang menjadi rahasia resep rejeki lancar jaya. Sedekah itu tidak hanya berupa uang. Misalnya saja senyum. Senyum itu mempunyai banyak kekuatan. Senyum yang tulus dan ikhlas saja sudah menjadi sedekah, karena dengan senyum bisa membahagiakan hati orang lain, dan kebahagiaan orang lain yang disebabkan oleh kamu, bisa membuka pintu rejeki. Begitu juga halnya dengan rejeki. Rejeki itu juga tidak hanya berupa uang. Dengan dilancarkan dan dimudahkan berbagai urusanmu, itu juga termasuk rejeki.

Solusi Untuk yang Sering Sakit-sakitan.
Dari berbagai hikmah bijak, sering terdengar bahwa berbagai penyakit bisa diatasi dengan rajin berpuasa. Beberapa orang yang sudah berpengalaman pun sangat menganjurkan, karena dengan berpuasa itu dapat mengeluarkan racun-racun yang bertengger di tubuh. Hal ini tentu berlaku juga pada pengobatan penyakit hati, karena penyakit hati biasanya adalah sumber dari berbagai penyakit.

Semua manusia, apapun keyakinannya dianjurkan untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan. Semoga artikel ini bermanfaat dalam menolong dan mengatasi problema hidup yang kadang tidak diketahui sebabnya.

Penulis, 

Rara Radyanti


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KETIKA ANAK KITA MENJADI KORBAN BODY SHAMING

"Bunda, Adek ni jelek ya, Bunda?" "Ya enggak lah. Adek cantik." "Tapi temen Adek bilang kalau Adek jelek."
Lalu meluncurlah cerita-cerita pembully-an yang dilakukan oleh teman-temannya (kebanyakan sih yang laki-laki).
"Adek dikatain item, kiting, jelek!" ucapnya dengan raut sedih.
Deg!! Apalagi saya, ibunya. Jauuuh lebiih sediih. Rasanya pengen marah dan memaki-maki anak yang meledek gadis kecil saya.
"Siapa nama temen Adek yang bilang begitu? Anaknya siapa?" Pertanyaan itu nyaris keluar dari mulut saya, tapi untunglah masih bisa saya tahan.
Saya nggak ingin anak saya tumbuh menjadi seorang pembenci.
Kemudian saya raih tubuhnya, saya tatap matanya, dan saya elus kedua pipinya.
Hal pertama yang harus saya lakukan adalah membuatnya bisa menerima kondisi dirinya dengan baik. "Rambut Adek kan memang keriting, tapi Adek cantik dengan rambut seperti itu. Banyak lho, orang yang kepengen rambutnya dikeriting."
Lalu saya ceritakan bahwa se…

Maling Teriak Maling

Lain di bibir lain di hati adalah ungkapan yang kerap dipakai untuk menunjukan sifat munafik seseorang. Ada juga yang menyebutnya dengan sebutan orang bermuka dua. Secara umum, orang yang bersifat munafik memilik ciri-ciri, yaitu bila berkata dia dusta, dan bila dipercaya dia khianat. Tak hanya itu, masih banyak ciri-ciri lain yang bisa kamu pelajari untuk mengenali para munafikun ini, diantaranya adalah: 1. FUJUR
Fujur adalah sebutan bagi orang yang tidak dapat mengendalikan emosinya, selalu ingin menang sendiri, tidak pernah mau menerima dan mengakui kesalahannya, dan senang menunjukkan sikap yang berlebihan, bahkan melampaui batas dalam menekan lawan-lawannya.
Orang fujur adalah munafikun yang selalu merasa dirinyalah yang paling benar, tanpa pernah mau berkaca bahwa sebenarnya justru dirinya itu sendiri yang berkubang dalam kesalahan demi kesalahan. 2. RIYA
Yaitu, sombong dalam bersikap dan berbicara. Orang munafikun jenis ini senangnya dengan sengaja menampakkan kebaikan yang di…

Meminta Maaf dan Memaafkan

Maaf "Kenapa tidak kamu saja yang minta maaf?"
"Kenapa aku begitu sulit memaafkanmu?
"Kenapa kata maaf itu begitu sulit terucap?"
"Ah, kenapa kita harus saling memaafkan?" Sebab, tak ada manusia yang sempurna di bumi ini. Siapa pun dia, pasti pernah melakukan kesalahan. Dear sahabat, menilai kesalahan orang lain itu mudah. Yang sulit itu adalah mengakui kesalahan diri sendiri. Biasanya, hanya orang yang berjiwa besar yang mampu melakukannya. Sahabat, marahkah kamu saat ada orang lain yang melukaimu? Atau melukai orang yang kamu sayangi? Marah saat ada yang menyakiti kita atau orang yang kita sayangi adalah reaksi yang wajar. Namun jangan disimpan hingga menimbulkan kebencian. Karena kebencian hanya akan membawa kedengkian.
Wahai sahabatku, kedengkian itu bisa melahirkan rasa dendam. Semua itu hanya akan mengikis seluruh amalan-amalan baik yang sudah dengan susah payah kita kumpulkan. Ketika timbul rasa dengki dalam hati, segeralah ingat Hadist Rasul ini…

Mengakui Kesalahan. Sulitkah?

BERBUAT SALAH ITU MANUSIAWI, karena melakukan kesalahan itu menandakan bahwa kita itu punya kekurangan, dan itu seharusnya bisa menjadi cambuk bagi kita untuk terus belajar memperbaiki diri. Kalau kita sadar telah melakukan sebuah kesalahan, ya akui saja. MENGAKUI KESALAHAN ITU MULIA, lho. Dengan mengakui kesalahan, secara tersirat kita telah menyatakan bahwa kita ini hanyalah manusia biasa yang senantiasa berbuat salah, karena yang tidak pernah bisa salah itu hanya Tuhan. Tapi mengakui kesalahan itu mestinya ya datang dari hati nurani terdalam, jangan cuma di bibir saja. Sulit memang melakukannya. Berat dan butuh waktu yang lama supaya bisa benar-benar iklhas saat mengatakannya.
Tapi ini jauh lebih baik daripada "tidak pernah merasa bersalah" sama sekali. Ketika kamu sama sekali tidak pernah merasa bersalah, itu artinya ada "sensor" di hatimu yang sudah tidak berfungsi lagi, sehingga tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Mungkin hatimu perlu d…

BALAS DENDAM TIDAK AKAN PERNAH BISA MENYELESAIKAN MASALAH

"Sekuat apapun kita menolak, yang ditakdirkan datang ke dalam hidup kita, akan tetap datang."
Seperti manusia-manusia keji itu... Sekuat apapun kita berusaha menghindari, kalau takdir mengharuskan mereka hadir dalam kehidupan kita, ya pasti akan datang. Seperti jamak kita ketahui, semakin hari, semakin banyak serigala-serigala berbulu domba di ladang kehidupan kita. Mereka itu lah manusia-manusia berhati iblis, yang tega menghancurkan dan meremukkan hati saudaranya sendiri.
Ada tukang tipu, tukang fitnah, tukang adu domba, tukang cabul, maling, pembunuh😱😱😱😱😱
yang bebas berkeliaran dengan korban-korban yang tak berani melakukan perlawanan. Sedih, terpuruk, kalut, dan putus asa, adalah wujud kekecewaan yang pasti dirasakan, ketika kita telah diperdaya oleh manusia-manusia iblis itu.
Apalagi kalau kita sampai dijerumuskan untuk ikut melakukan kemaksiatan itu. Oh, no...😱😱😱 Kalau kamu masih punya hati, ketika tersadar dari melakukan kesalahan, pasti bakal timbul perasaan men…