Langsung ke konten utama

Mengenal DCIS





Dalam ilmu kedokteran, DCIS atau Ductal Carcinoma In Situ dianggap sebagai bentuk paling awal dari kanker payudara. kanker tipe ini terbatas hanya di dalam sistem ductus dan sifatnya jinak atau tidak invasif. Artinya, belum menyebar keluar dari saluran susu untuk menyerang bagian lain dari payudara.
DCIS tidak mengancam jiwa penderitanya. Kebanyakan wanita dengan DCIS dapat ditangani dengan tepat melalui operasi dan radiotherapy.

Apa sih yang menyebabkan DCIS?
Menurut dokter, sampai saat ini belum jelas apa yang sebetulnya menjadi penyebab DCIS. Ada kemungkinan, DCIS terbentuk ketika terjadi mutasi genetik dalam DNA sel saluran payudara. Mutasi genetik ini menyebabkan sel tidak normal muncul, tetapi sel-sel tersebut belum memiliki kemampuan untuk keluar dari saluran payudara. 
Pada beberapa penelitian yang dilakukan, belum juga ditemukan hal pasti yang dapat memicu pertumbuhan sel yang tidak normal sebagai pemicu DCIS tersebut. Dugaan kuat, sejumlah faktor seperti gen dari orangtua dan gaya hidup turut berperan besar.
Meskipun DCIS bersifat jinak, namun tanpa dilakukan pengobatan, sewaktu-waktu sel-sel abnormal tersebut bisa saja berubah menjadi invasif. Apalagi dokter juga tidak dapat memprediksi kasus DCIS mana yang akan berkembang menjadi kanker payudara dan mana yang tidak. Jadi, ketika sudah mendapatkan diagnosa DCIS, sebaiknya segera dilakukan tindakan pengobatan.

Bagaimana mewaspadai DCIS?
Di sinilah pentingnya para wanita melakukan “sadari” atau pemeriksaan payudara sendiri. Manakala ditemukan hal-hal yang tidak seperti biasanya, seperti adanya benjolan, perubahan warna kulit pada area payudara, berubahan ukuran payudara, perubahan bentuk putting susu, segera periksakan ke dokter.
Sebagai pasien, kita memang berhak melakukan pemeriksaan ke beberapa dokter yang berbeda. Namun yang perlu diingat, dokter adalah profesi yang tidak main-main. Ikuti kata hatimu dalam menentukan dokter mana yang akan kamu pilih untuk menangani penyakitmu.
Ketika doktermu menyarankan biopsy, turutilah. Mungkin apabila hanya dilakukan pemeriksaan dengan mammography dan ultrasonography belum juga bisa menunjukkan hasil yang pasti, berarti hanya dengan cara biopsy-lah akan ditemukan jawabannya.
Memang ada beberapa macam biopsy, baik yang dengan jarum maupun dengan pembedahan. Dokterlah yang lebih paham, tindakan mana yang paling baik untuk penyakitmu. Apabila dokter menyarankan biopsy dengan pembedahan, ikuti saja sarannya. Mungkin biopsy dengan jarum tidak memungkinkan untuk penyakitmu.

Tindakan apa saja setelah terdiagnosa DCIS?
DCIS sering juga disebut sebagai kanker payudara stadium 0. Dalam kebanyakan kasus, DCIS ditangani dengan pengangkatan tumor dan diikuti dengan radiotherapy untuk mencegah kekambuhan. Pada kasus DCIS yang lebih luas, bisa saja disarankan mastektomi sederhana.

Siapapun, ketika mendapatkan diagnosa DCIS, pastilah mengalami kecemasan luar biasa. Teruslah berdoa, memohon kesembuhan. Lakukan pengobatan dengan teratur sampai sel-sel abnormal yang bersemayam di tubuh terbasmi sempurna. Dan, segera ubahlah gaya hidup dan pola makan menjadi lebih sehat.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

KETIKA ANAK KITA MENJADI KORBAN BODY SHAMING

"Bunda, Adek ni jelek ya, Bunda?" "Ya enggak lah. Adek cantik." "Tapi temen Adek bilang kalau Adek jelek."
Lalu meluncurlah cerita-cerita pembully-an yang dilakukan oleh teman-temannya (kebanyakan sih yang laki-laki).
"Adek dikatain item, kiting, jelek!" ucapnya dengan raut sedih.
Deg!! Apalagi saya, ibunya. Jauuuh lebiih sediih. Rasanya pengen marah dan memaki-maki anak yang meledek gadis kecil saya.
"Siapa nama temen Adek yang bilang begitu? Anaknya siapa?" Pertanyaan itu nyaris keluar dari mulut saya, tapi untunglah masih bisa saya tahan.
Saya nggak ingin anak saya tumbuh menjadi seorang pembenci.
Kemudian saya raih tubuhnya, saya tatap matanya, dan saya elus kedua pipinya.
Hal pertama yang harus saya lakukan adalah membuatnya bisa menerima kondisi dirinya dengan baik. "Rambut Adek kan memang keriting, tapi Adek cantik dengan rambut seperti itu. Banyak lho, orang yang kepengen rambutnya dikeriting."
Lalu saya ceritakan bahwa se…

Mengakui Kesalahan. Sulitkah?

BERBUAT SALAH ITU MANUSIAWI, karena melakukan kesalahan itu menandakan bahwa kita itu punya kekurangan, dan itu seharusnya bisa menjadi cambuk bagi kita untuk terus belajar memperbaiki diri. Kalau kita sadar telah melakukan sebuah kesalahan, ya akui saja. MENGAKUI KESALAHAN ITU MULIA, lho. Dengan mengakui kesalahan, secara tersirat kita telah menyatakan bahwa kita ini hanyalah manusia biasa yang senantiasa berbuat salah, karena yang tidak pernah bisa salah itu hanya Tuhan. Tapi mengakui kesalahan itu mestinya ya datang dari hati nurani terdalam, jangan cuma di bibir saja. Sulit memang melakukannya. Berat dan butuh waktu yang lama supaya bisa benar-benar iklhas saat mengatakannya.
Tapi ini jauh lebih baik daripada "tidak pernah merasa bersalah" sama sekali. Ketika kamu sama sekali tidak pernah merasa bersalah, itu artinya ada "sensor" di hatimu yang sudah tidak berfungsi lagi, sehingga tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Mungkin hatimu perlu d…

Maling Teriak Maling

Lain di bibir lain di hati adalah ungkapan yang kerap dipakai untuk menunjukan sifat munafik seseorang. Ada juga yang menyebutnya dengan sebutan orang bermuka dua. Secara umum, orang yang bersifat munafik memilik ciri-ciri, yaitu bila berkata dia dusta, dan bila dipercaya dia khianat. Tak hanya itu, masih banyak ciri-ciri lain yang bisa kamu pelajari untuk mengenali para munafikun ini, diantaranya adalah: 1. FUJUR
Fujur adalah sebutan bagi orang yang tidak dapat mengendalikan emosinya, selalu ingin menang sendiri, tidak pernah mau menerima dan mengakui kesalahannya, dan senang menunjukkan sikap yang berlebihan, bahkan melampaui batas dalam menekan lawan-lawannya.
Orang fujur adalah munafikun yang selalu merasa dirinyalah yang paling benar, tanpa pernah mau berkaca bahwa sebenarnya justru dirinya itu sendiri yang berkubang dalam kesalahan demi kesalahan. 2. RIYA
Yaitu, sombong dalam bersikap dan berbicara. Orang munafikun jenis ini senangnya dengan sengaja menampakkan kebaikan yang di…

BALAS DENDAM TIDAK AKAN PERNAH BISA MENYELESAIKAN MASALAH

"Sekuat apapun kita menolak, yang ditakdirkan datang ke dalam hidup kita, akan tetap datang."
Seperti manusia-manusia keji itu... Sekuat apapun kita berusaha menghindari, kalau takdir mengharuskan mereka hadir dalam kehidupan kita, ya pasti akan datang. Seperti jamak kita ketahui, semakin hari, semakin banyak serigala-serigala berbulu domba di ladang kehidupan kita. Mereka itu lah manusia-manusia berhati iblis, yang tega menghancurkan dan meremukkan hati saudaranya sendiri.
Ada tukang tipu, tukang fitnah, tukang adu domba, tukang cabul, maling, pembunuh😱😱😱😱😱
yang bebas berkeliaran dengan korban-korban yang tak berani melakukan perlawanan. Sedih, terpuruk, kalut, dan putus asa, adalah wujud kekecewaan yang pasti dirasakan, ketika kita telah diperdaya oleh manusia-manusia iblis itu.
Apalagi kalau kita sampai dijerumuskan untuk ikut melakukan kemaksiatan itu. Oh, no...😱😱😱 Kalau kamu masih punya hati, ketika tersadar dari melakukan kesalahan, pasti bakal timbul perasaan men…

Meminta Maaf dan Memaafkan

Maaf "Kenapa tidak kamu saja yang minta maaf?"
"Kenapa aku begitu sulit memaafkanmu?
"Kenapa kata maaf itu begitu sulit terucap?"
"Ah, kenapa kita harus saling memaafkan?" Sebab, tak ada manusia yang sempurna di bumi ini. Siapa pun dia, pasti pernah melakukan kesalahan. Dear sahabat, menilai kesalahan orang lain itu mudah. Yang sulit itu adalah mengakui kesalahan diri sendiri. Biasanya, hanya orang yang berjiwa besar yang mampu melakukannya. Sahabat, marahkah kamu saat ada orang lain yang melukaimu? Atau melukai orang yang kamu sayangi? Marah saat ada yang menyakiti kita atau orang yang kita sayangi adalah reaksi yang wajar. Namun jangan disimpan hingga menimbulkan kebencian. Karena kebencian hanya akan membawa kedengkian.
Wahai sahabatku, kedengkian itu bisa melahirkan rasa dendam. Semua itu hanya akan mengikis seluruh amalan-amalan baik yang sudah dengan susah payah kita kumpulkan. Ketika timbul rasa dengki dalam hati, segeralah ingat Hadist Rasul ini…