Langsung ke konten utama

Tips Sederhana Agar Dapur Selalu Bersih






Area dapur adalah tempat yang paling sering kita kunjungi, bukan? Baik untuk memasak, mencuci piring, ataupun hanya sekedar mengambil perkakas makan. Ada kalanya, kondisi dapur yang kotor dan berantakan menjadi penyebab kita jadi malas beraktivitas. Padahal, mau tak mau kita sebagai seorang ibu harus terus-menerus menyambangi tempat tersebut, bukan?

Untuk itu, agar dapur kembali menjadi tempat favorit kita beraktivitas, ada beberapa tips sederhana yang bisakita coba lakukan, yaitu:

1.      Menyediakan rak atau lemari secukupnya.
Maksudnya, hanya yang benar-benar dibutuhkan saja, agar dapur tidak menjadi terlalu sempit. Sebaiknya memisahkan tempat penyimpanan alat memasak dengan alat makan. Selain itu, agar dapur tampak lebih luas, sebaiknya menghindari menggantung dan menumpuk perkakas secara berlebihan.

2.      Menempatkan wadah dengan tepat.
Sebaiknya menyimpan aneka bumbu dalam wadah dengan ukuran yang sesuai dan meletakkannya di tempat yang tidak lembab serta mudah dijangkau. Untuk perkakas kecil seperti pisau, sendok, dan garpu, sebaiknya disimpan di tempat yang jauh dari kompor agar tidak mudah tertempel minyak.

3.      Bersihkan selalu tempat mencuci piring.
Dapur yang kotor adalah sarang kuman. Agar dapur kita tidak menjadi sumber penyakit, usahakan agar selalu membuatnya bersih. Sebaiknya sih, mulai meninggalkan kebiasaan menumpuk perkakas kotor. Usahakan juga agar tidak menyisakan sisa-sisa kotoran di bak cuci piring setiap selesai mencuci piring.

4.      Pencahayaan yang cukup.
Cahaya yang terang membuat dapur tampak bersih dan tidak lembab. Meskipun dapur berada di bagian dalam rumah, sebaiknya memiliki akses dengan sinar matahari dan udara luar ruangan. Selain agar terang, tidak lembab, juga membuat sirkulasi udara semakin baik.

5.      Harus ada tempat sampah.
Nah, ini adalah salah satu sarana yang wajib ada di dapur. Sebaiknya selalu disediakan kantung khusus agar keranjang sampahnya tidak lekas kotor. Kita juga harus sering mengganti kantungnya dan membuangnya ke tempat sampah di luar rumah agar bau tidak sedap yang ditimbulkan oleh sampah tidak mencemari ruangan.


Bagaimana, mudah bukan? Agar setiap ibu dan anggota keluarga lain merasa nyaman berada di dapur, tak ada salahnya mulai menerapkan 5 tips sederhana di atas. Selamat mencoba.


ilustrasi: pixabay.com

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KETIKA ANAK KITA MENJADI KORBAN BODY SHAMING

"Bunda, Adek ni jelek ya, Bunda?" "Ya enggak lah. Adek cantik." "Tapi temen Adek bilang kalau Adek jelek."
Lalu meluncurlah cerita-cerita pembully-an yang dilakukan oleh teman-temannya (kebanyakan sih yang laki-laki).
"Adek dikatain item, kiting, jelek!" ucapnya dengan raut sedih.
Deg!! Apalagi saya, ibunya. Jauuuh lebiih sediih. Rasanya pengen marah dan memaki-maki anak yang meledek gadis kecil saya.
"Siapa nama temen Adek yang bilang begitu? Anaknya siapa?" Pertanyaan itu nyaris keluar dari mulut saya, tapi untunglah masih bisa saya tahan.
Saya nggak ingin anak saya tumbuh menjadi seorang pembenci.
Kemudian saya raih tubuhnya, saya tatap matanya, dan saya elus kedua pipinya.
Hal pertama yang harus saya lakukan adalah membuatnya bisa menerima kondisi dirinya dengan baik. "Rambut Adek kan memang keriting, tapi Adek cantik dengan rambut seperti itu. Banyak lho, orang yang kepengen rambutnya dikeriting."
Lalu saya ceritakan bahwa se…

Meminta Maaf dan Memaafkan

Maaf "Kenapa tidak kamu saja yang minta maaf?"
"Kenapa aku begitu sulit memaafkanmu?
"Kenapa kata maaf itu begitu sulit terucap?"
"Ah, kenapa kita harus saling memaafkan?" Sebab, tak ada manusia yang sempurna di bumi ini. Siapa pun dia, pasti pernah melakukan kesalahan. Dear sahabat, menilai kesalahan orang lain itu mudah. Yang sulit itu adalah mengakui kesalahan diri sendiri. Biasanya, hanya orang yang berjiwa besar yang mampu melakukannya. Sahabat, marahkah kamu saat ada orang lain yang melukaimu? Atau melukai orang yang kamu sayangi? Marah saat ada yang menyakiti kita atau orang yang kita sayangi adalah reaksi yang wajar. Namun jangan disimpan hingga menimbulkan kebencian. Karena kebencian hanya akan membawa kedengkian.
Wahai sahabatku, kedengkian itu bisa melahirkan rasa dendam. Semua itu hanya akan mengikis seluruh amalan-amalan baik yang sudah dengan susah payah kita kumpulkan. Ketika timbul rasa dengki dalam hati, segeralah ingat Hadist Rasul ini…

Mengakui Kesalahan. Sulitkah?

BERBUAT SALAH ITU MANUSIAWI, karena melakukan kesalahan itu menandakan bahwa kita itu punya kekurangan, dan itu seharusnya bisa menjadi cambuk bagi kita untuk terus belajar memperbaiki diri. Kalau kita sadar telah melakukan sebuah kesalahan, ya akui saja. MENGAKUI KESALAHAN ITU MULIA, lho. Dengan mengakui kesalahan, secara tersirat kita telah menyatakan bahwa kita ini hanyalah manusia biasa yang senantiasa berbuat salah, karena yang tidak pernah bisa salah itu hanya Tuhan. Tapi mengakui kesalahan itu mestinya ya datang dari hati nurani terdalam, jangan cuma di bibir saja. Sulit memang melakukannya. Berat dan butuh waktu yang lama supaya bisa benar-benar iklhas saat mengatakannya.
Tapi ini jauh lebih baik daripada "tidak pernah merasa bersalah" sama sekali. Ketika kamu sama sekali tidak pernah merasa bersalah, itu artinya ada "sensor" di hatimu yang sudah tidak berfungsi lagi, sehingga tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Mungkin hatimu perlu d…

Maling Teriak Maling

Lain di bibir lain di hati adalah ungkapan yang kerap dipakai untuk menunjukan sifat munafik seseorang. Ada juga yang menyebutnya dengan sebutan orang bermuka dua. Secara umum, orang yang bersifat munafik memilik ciri-ciri, yaitu bila berkata dia dusta, dan bila dipercaya dia khianat. Tak hanya itu, masih banyak ciri-ciri lain yang bisa kamu pelajari untuk mengenali para munafikun ini, diantaranya adalah: 1. FUJUR
Fujur adalah sebutan bagi orang yang tidak dapat mengendalikan emosinya, selalu ingin menang sendiri, tidak pernah mau menerima dan mengakui kesalahannya, dan senang menunjukkan sikap yang berlebihan, bahkan melampaui batas dalam menekan lawan-lawannya.
Orang fujur adalah munafikun yang selalu merasa dirinyalah yang paling benar, tanpa pernah mau berkaca bahwa sebenarnya justru dirinya itu sendiri yang berkubang dalam kesalahan demi kesalahan. 2. RIYA
Yaitu, sombong dalam bersikap dan berbicara. Orang munafikun jenis ini senangnya dengan sengaja menampakkan kebaikan yang di…

BALAS DENDAM TIDAK AKAN PERNAH BISA MENYELESAIKAN MASALAH

"Sekuat apapun kita menolak, yang ditakdirkan datang ke dalam hidup kita, akan tetap datang."
Seperti manusia-manusia keji itu... Sekuat apapun kita berusaha menghindari, kalau takdir mengharuskan mereka hadir dalam kehidupan kita, ya pasti akan datang. Seperti jamak kita ketahui, semakin hari, semakin banyak serigala-serigala berbulu domba di ladang kehidupan kita. Mereka itu lah manusia-manusia berhati iblis, yang tega menghancurkan dan meremukkan hati saudaranya sendiri.
Ada tukang tipu, tukang fitnah, tukang adu domba, tukang cabul, maling, pembunuh😱😱😱😱😱
yang bebas berkeliaran dengan korban-korban yang tak berani melakukan perlawanan. Sedih, terpuruk, kalut, dan putus asa, adalah wujud kekecewaan yang pasti dirasakan, ketika kita telah diperdaya oleh manusia-manusia iblis itu.
Apalagi kalau kita sampai dijerumuskan untuk ikut melakukan kemaksiatan itu. Oh, no...😱😱😱 Kalau kamu masih punya hati, ketika tersadar dari melakukan kesalahan, pasti bakal timbul perasaan men…