Langsung ke konten utama

Yati "Sum Kuning" Surachman, Legenda Hidup Indonesia





Anak muda zaman now mungkin kurang familiar dengan nama Yati Surachman. Karena era kejayaan pemain seni peran ini memang sudah berlalu. Namun demikian, Yati sebenarnya masih tetap aktif meskipun usianya kini telah senja. Hingga kini, beliau masih ‘wara-wiri’ di beberapa sinetron tanah air, meskipun bukan sebagai pemeran utama.

Yati Surachman sudah mulai berakting sejak tahun 70-an. Beberapa film yang ikut dibintanginya di tahun 70-an, antara lain Inem Pelayan Seksi, Ateng Pendekar Aneh, Binalnya Anak Muda, Gita Cinta dari SMA, dan masih banyak lagi.

Namanya mencuat seiring dengan kesuksesannya memerankan tokoh “Sum Kuning” dalam film “Perawan Desa”. Berkat aktingnya di film tersebut, Yati menyabet penghargaan sebagai The Best Actress dalam Festval Film Asia Pasifik. Film tersebut sempat dilarang tayang karena diangkat dari kisah nyata, yaitu tentang pemerkosaan yang dialami seorang gadis penjual telur oleh sekawanan pemuda anak pejabat kaya di Yogyakarta.

Saya mengenal Yati Surachman saat ikut syuting sebuah FTV, belasan tahun lalu di Yogyakarta. Beliau adalah pribadi yang sangat hangat. Meskipun sudah lama sekali berlalu, saya masih mengingat kebersamaan kami waktu itu. Terutama gaya bicaranya yang blak-blakan dan sikapnya yang terlihat cuek namun sebetulnya sangatlah perhatian. Bahkan saya masih menyimpan satu rahasia keseharian beliau. Tapi, tentu saja tidak akan saya ungkapkan di sini..he..he…

Sebelum meniti karier di dunia seni peran, Yati pernah bekerja di Pertamina. Kebetulan ayahnya adalah pegawai di sana, jadi pada saat itu dia bisa dengan mudah menembus badan usaha milik negara itu. Dari relasinya di Pertamina itulah dia kemudian mengenal dunia seni peran. Namun karena sering absen, akhirnya Yati memutuskan untuk resign. Sejak saat itulah dia mulai serius menekuni dunia seni peran.

Wanita kelahiran 8 Agustus 1957 ini juga pernah masuk nominasi sebagai pemain utama wanita terbaik lewat sinetron berjudul “Dukun Palsu” pada ajang penghargaan Piala Vidia, Festival Sinetron Indonesia.

Yati memang sangat mencintai dunia seni peran, bahkan dia berketetapan hati, untuk akan terus eksis di dunia tersebut, sampai raganya tak sanggup lagi melakukannya. Baginya, berakting adalah caranya mensyukuri dan menikmati hidup. Ya, komitmennya itu bisa kita lihat hingga saat ini, ketika dia menjadi salah satu legenda hidup dunia perfilm-an Indonesia.Yati Surachman, meski sarat akan pengalaman dan prestasi, dia tetaplah sosok yang rendah hati.

Mama Yati, kapan kita bisa bertemu lagi?




Komentar

  1. Wah...mba rara pernah main ftv bareng ya...?

    BalasHapus
  2. waahternyata dulu beliau artis ternama, sekarang sering juga tampil di beberapa sinetron memerankan wanita tua, sebagai nenek dan lain-lain, tapi sy aseli nggk tahu namanya
    thak ya .. mbak infonya :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, mbak. Iya, sekarang ini beliau kerap berperan sebagai nenek. Sesuai dengan usia, lah.

      Hapus
  3. Suka lihat berperan sebagai nenek. Cantik yah saat muda nya. Baru tahu nama beliau sama kisah hidupnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup. Cantik. Sampai sekarang masih ada gurat kecantikan masa mudanya dulu.

      Hapus
  4. Artis lawas, tp namanya masih terdengar wlpn tidak segencar artis baru.

    BalasHapus
  5. Yati Surachman masih eksis sampai sekarang, salut sama yang konsisten dan setia dengan profesinya. Betewe..Rara bisa kok jadi artis lagi. Masih cantik hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya. Konsistensinya memang mengagumkan.
      Betewe juga, enggak ah, Bunda. Sudah nggak ada minat sama sekali.
      Ke depan, kalau bertemu dengan mentor yang cocok, malah pengen belajar menulis skenario.

      Hapus
  6. Waaah... Roro Jongrang kita artis, toh?
    Yati Surahman sampai skr masih liat di tipiii...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaa... kkwkwkwk...artisan minguan apa bulanan, mbak?
      Iyeess...beliau memang konsisten di dunia seni peran. Meski tak lagi jadi pemeran utama, masih eksis terus.

      Hapus
  7. Saya suka sama aktingnya. Natural.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, betul, mbak. Sangat menjiwai setiap peran yang dia mainkan.

      Hapus
  8. Wah, ini salah satu artis favorit Ibu saya...

    BalasHapus
  9. Artis senior yang aktingnya tidak diragukan lagi didunia perfilman indonesia.

    BalasHapus
  10. Lama ga melihat wajah beliau ni :) Artis senior top

    BalasHapus
  11. Ealaahh Mbak Rara hartes jebulnya. Emang dirimu cocok dinobatkan sebagai seniman😍

    BalasHapus
  12. Walah, Mbak ayune ki hartes to? suit suit, aku juga suka Yati SUrachman, memang menurutku artis zaman dulu itu tak lekang waktu, krn nggak karbitan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mantan, mbak...wkwkwk..
      yup...mama Yati memang tak lekang oleh waktu.
      artis zaman old yang masih eksis di zaman now.

      Hapus
  13. Artis legendaris, Saya juga suka liatnya. Aktingnya natural tapi tetep sederhana.Ternyata mba Rara pernah main FTV ya?

    BalasHapus
  14. Sangat familiar dengan wajahnya. Cuma baru tahu kalau itu yg namanya mba Yati Surachman. Hihii

    BalasHapus
  15. Waaaa...ternyata mbak rara artis...

    BalasHapus
  16. Wah, mbak rara pernah bertemu artis.. Kereen iiih...

    BalasHapus
  17. Keren... Sampai sekarang beliau masih produktif dan profesional dengan peran2nya

    BalasHapus
  18. Ishhh mba Rara diam-diam menghanyutkan euy....
    Profile orang yang ditulis juga keren pisan. Salut!

    BalasHapus
  19. Dari sekian banyak artis, artis yang ini hebat banget tetap bisa eksis dengan karyanya.

    BalasHapus
  20. Saya kenal nama beliau sejak kecil nih. Karena suka ikut nonton film jadul, hehe... Apa kabarnya beliau sekarang ya?

    BalasHapus
  21. Artis yang termasuk awet eksistensinya ya.

    BalasHapus
  22. Keren banget ^^ Kapan sayah ketemu artis yakk? hihi

    BalasHapus
  23. Saya tahu lho, sama sosok beliau ini, hehe

    BalasHapus
  24. Saya kenal, Mak. Malah artis sinetron zaman now yang kagak kenal. :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KETIKA ANAK KITA MENJADI KORBAN BODY SHAMING

"Bunda, Adek ni jelek ya, Bunda?" "Ya enggak lah. Adek cantik." "Tapi temen Adek bilang kalau Adek jelek."
Lalu meluncurlah cerita-cerita pembully-an yang dilakukan oleh teman-temannya (kebanyakan sih yang laki-laki).
"Adek dikatain item, kiting, jelek!" ucapnya dengan raut sedih.
Deg!! Apalagi saya, ibunya. Jauuuh lebiih sediih. Rasanya pengen marah dan memaki-maki anak yang meledek gadis kecil saya.
"Siapa nama temen Adek yang bilang begitu? Anaknya siapa?" Pertanyaan itu nyaris keluar dari mulut saya, tapi untunglah masih bisa saya tahan.
Saya nggak ingin anak saya tumbuh menjadi seorang pembenci.
Kemudian saya raih tubuhnya, saya tatap matanya, dan saya elus kedua pipinya.
Hal pertama yang harus saya lakukan adalah membuatnya bisa menerima kondisi dirinya dengan baik. "Rambut Adek kan memang keriting, tapi Adek cantik dengan rambut seperti itu. Banyak lho, orang yang kepengen rambutnya dikeriting."
Lalu saya ceritakan bahwa se…

Mengakui Kesalahan. Sulitkah?

BERBUAT SALAH ITU MANUSIAWI, karena melakukan kesalahan itu menandakan bahwa kita itu punya kekurangan, dan itu seharusnya bisa menjadi cambuk bagi kita untuk terus belajar memperbaiki diri. Kalau kita sadar telah melakukan sebuah kesalahan, ya akui saja. MENGAKUI KESALAHAN ITU MULIA, lho. Dengan mengakui kesalahan, secara tersirat kita telah menyatakan bahwa kita ini hanyalah manusia biasa yang senantiasa berbuat salah, karena yang tidak pernah bisa salah itu hanya Tuhan. Tapi mengakui kesalahan itu mestinya ya datang dari hati nurani terdalam, jangan cuma di bibir saja. Sulit memang melakukannya. Berat dan butuh waktu yang lama supaya bisa benar-benar iklhas saat mengatakannya.
Tapi ini jauh lebih baik daripada "tidak pernah merasa bersalah" sama sekali. Ketika kamu sama sekali tidak pernah merasa bersalah, itu artinya ada "sensor" di hatimu yang sudah tidak berfungsi lagi, sehingga tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Mungkin hatimu perlu d…

Maling Teriak Maling

Lain di bibir lain di hati adalah ungkapan yang kerap dipakai untuk menunjukan sifat munafik seseorang. Ada juga yang menyebutnya dengan sebutan orang bermuka dua. Secara umum, orang yang bersifat munafik memilik ciri-ciri, yaitu bila berkata dia dusta, dan bila dipercaya dia khianat. Tak hanya itu, masih banyak ciri-ciri lain yang bisa kamu pelajari untuk mengenali para munafikun ini, diantaranya adalah: 1. FUJUR
Fujur adalah sebutan bagi orang yang tidak dapat mengendalikan emosinya, selalu ingin menang sendiri, tidak pernah mau menerima dan mengakui kesalahannya, dan senang menunjukkan sikap yang berlebihan, bahkan melampaui batas dalam menekan lawan-lawannya.
Orang fujur adalah munafikun yang selalu merasa dirinyalah yang paling benar, tanpa pernah mau berkaca bahwa sebenarnya justru dirinya itu sendiri yang berkubang dalam kesalahan demi kesalahan. 2. RIYA
Yaitu, sombong dalam bersikap dan berbicara. Orang munafikun jenis ini senangnya dengan sengaja menampakkan kebaikan yang di…

BALAS DENDAM TIDAK AKAN PERNAH BISA MENYELESAIKAN MASALAH

"Sekuat apapun kita menolak, yang ditakdirkan datang ke dalam hidup kita, akan tetap datang."
Seperti manusia-manusia keji itu... Sekuat apapun kita berusaha menghindari, kalau takdir mengharuskan mereka hadir dalam kehidupan kita, ya pasti akan datang. Seperti jamak kita ketahui, semakin hari, semakin banyak serigala-serigala berbulu domba di ladang kehidupan kita. Mereka itu lah manusia-manusia berhati iblis, yang tega menghancurkan dan meremukkan hati saudaranya sendiri.
Ada tukang tipu, tukang fitnah, tukang adu domba, tukang cabul, maling, pembunuh😱😱😱😱😱
yang bebas berkeliaran dengan korban-korban yang tak berani melakukan perlawanan. Sedih, terpuruk, kalut, dan putus asa, adalah wujud kekecewaan yang pasti dirasakan, ketika kita telah diperdaya oleh manusia-manusia iblis itu.
Apalagi kalau kita sampai dijerumuskan untuk ikut melakukan kemaksiatan itu. Oh, no...😱😱😱 Kalau kamu masih punya hati, ketika tersadar dari melakukan kesalahan, pasti bakal timbul perasaan men…

Meminta Maaf dan Memaafkan

Maaf "Kenapa tidak kamu saja yang minta maaf?"
"Kenapa aku begitu sulit memaafkanmu?
"Kenapa kata maaf itu begitu sulit terucap?"
"Ah, kenapa kita harus saling memaafkan?" Sebab, tak ada manusia yang sempurna di bumi ini. Siapa pun dia, pasti pernah melakukan kesalahan. Dear sahabat, menilai kesalahan orang lain itu mudah. Yang sulit itu adalah mengakui kesalahan diri sendiri. Biasanya, hanya orang yang berjiwa besar yang mampu melakukannya. Sahabat, marahkah kamu saat ada orang lain yang melukaimu? Atau melukai orang yang kamu sayangi? Marah saat ada yang menyakiti kita atau orang yang kita sayangi adalah reaksi yang wajar. Namun jangan disimpan hingga menimbulkan kebencian. Karena kebencian hanya akan membawa kedengkian.
Wahai sahabatku, kedengkian itu bisa melahirkan rasa dendam. Semua itu hanya akan mengikis seluruh amalan-amalan baik yang sudah dengan susah payah kita kumpulkan. Ketika timbul rasa dengki dalam hati, segeralah ingat Hadist Rasul ini…