Kamis, 04 Januari 2018

Anak Bisulan? Begini Mengatasinya





Banyak makan telur bikin bisulan? Itu mitos.
Bisul itu adalah radang atau infeksi pada kulit yang disebabkan oleh kuman atau bakteri. Infeksi ini mudah terjadi kalau lingkungan kurang bersih. Selain itu, kebiasaan kurang bagus dari si anak, seperti suka menggaruk bagian tubuhnya yang gatal. Padahal, garukan itu berpotensi merusak kulit, dan kulit yang rusak atau terluka menjadi jalan mudah bagi kuman untuk masuk dan menimbulkan infeksi. Kemudian, faktor lain yang ikut berperan dalam munculnya bisul ini adalah karena kurangnya asupan gizi. Kondisi tubuh yang tidak sehat karena kurang gizi akan memperparah infeksi yang terjadi, sehingga bisul pun muncul pada kulit yang terinfeksi tadi.

Seperti apa sih gejalanya bila akan muncul bisul di kulit anak?
Awalnya, hanya akan nampak bintil berwarna merah di kulit dan terasa gatal. Kita bisa mencurigainya sebagai tanda-tanda bisul apabila anak mengeluh gatal namun tidak hilang meskipun telah diberi obat pereda gatal seperti kalau anak digigit nyamuk. Apabila kondisi kesehatan anak bagus, biasanya bintil tersebut akan mengecil dengan sendirinya, namun bila kondisinya kesehatannya sedang tidak bagus, bisul biasanya  bisa meradang. Apabila bisul meradang, berarti anak harus mendapatkan obat antibiotik. Apabila tidak, bisul bisa semakin besar dan bernanah. Anak akan rewel karena merasa nyeri.

Apabila sudah terjadi abses, sebaiknya nanah segera dikeluarkan. Kita bisa meminta pertolongan dokter untuk melakukannya. Biasanya dokter akan mengiris bisul agar penyembuhannya lebih sempurna. Apabila bisul dipecah sendiri, biasanya akan menimbulkan kerusakan pada kulit dan berbekas. Meski kulit anak masih berkembang, namun tetap saja takkan bisa kembali sama seperti pada awalnya, karena jaringan kulitnya telah mengalami kerusakan.

Karena penyebab bisul adalah infeksi, maka bisul termasuk penyakit yang menular. Penularannya bisa melalui garukan tangan penderita yang kemudian memindahkan kuman dari satu tubuh ke tubuh lain. Oleh karena itu, apabila ada salah satu anak ada yang bisulan, sebaiknya memisahkan pakaian dan handuk, jangan sampai dipakai bersamaan dengan yang lain. Selain itu, anak yang lain diproteksi dengan pemberian vitamin ekstra agar daya tahan tubuhnya kuat dan tidak mudah tertular.


Supaya bisul pada anak tidak terulang kembali, sebaiknya selalu menjaga kebersihan, baik kebersihan lingkungan, kebersihan anak, maupun kebersihan diri kita sendiri sebagai perawat pribadi anak. Selain itu, kita juga harus selalu memperhatikan kebutuhan gizi anak dengan lebih baik lagi. Ini penting. Seperti sudah kita ketahui, tubuh yang sehat akan lebih mudah membentengi diri dari berbagai penyakit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar