Langsung ke konten utama

Manfaat Personal Branding Buat Emak-emak




Manfaat Personal Branding Buat Emak-emak

Personal branding adalah salah satu upaya yang dilakukan untuk mendefinisikan diri, juga menunjukkan talenta dan keunikan diri yang dimiliki.
Di era digital seperti sekarang ini, rasanya semua orang membutuhkan personal branding. Tidak hanya untuk Anda, Emak yang seorang wanita karier maupun seorang pebisnis. Anda, Emak yang hanya ibu rumah tangga biasa pun membutuhkan manfaat dari personal branding ini.
            
Dengan personal branding, akan sangat membantu Anda dalam menentukan dan membentuk visi hidup. Personal branding juga bisa dijadikan alat pengendali atau “rem” sebagai alat introspeksi diri. Jadi, personal branding ini akan sangat membantu Anda dalam upaya menghilangkan kelemahan yang mungkin bisa menghambat pencapaian visi hidup yang sedang Anda upayakan.

Lantas, hal apa saja, sih, yang harus dilakukan untuk membranding diri ini?
Yang pertama, tentu saja harus jujur menunjukkan diri Anda yang sebenarnya. Terang, karena personal branding itu nggak bisa dibikin-bikin alias harus jujur.
Sekarang ini sudah bukan saatnya lagi untuk malu-malu dalam hal unjuk kemampuan diri. Misalnya saja Anda punya keahlian membuat kue, ya jangan hanya disimpan sendiri. Tunjukkan pada khalayak akan kelebihan Anda tersebut.  
Setelah banyak yang tahu akan talenta Anda, bukan tidak mungkin hal tersebut bisa menjadi pintu rejeki buat Anda. Iya, kan?

Selain bisa menjadi pembuka pintu rejeki dan alat untuk pengendalian diri, apa saja sih manfaat lain dari membranding diri ini?
            
Dengan melakukan personal branding yang baik, Anda bisa mengukur kualitas diri. Hal tersebut tentu akan membantu Anda dalam memahami ukuran kemampuan Anda, mana yang harus dipertahankan dan mana yang harus ditingkatkan.

Selain itu, dengan membranding diri, dapat membantu Anda untuk menjalin komunikasi dengan lebih baik lagi,tentu saja dengan lebih terukur dan terarah.
Dengan melakukan personal branding yang baik, tentu juga akan membantu Anda mendapatkan berbagai keuntungan positif yang dapat  digunakan jika suatu saat nanti harus memasuki dunia yang penuh dengan kompetisi.
            
Apakah dengan menunjukkan berbagai kelebihan diri itu lantas akan membuat Anda jadi kehilangan sedikit kebebasan berekspresi? Seperti jadi tidak leluasa lagi bercanda tawa dengan teman-teman di media sosial?

            
Tentu saja tidak harus sampai seperti itu, sih. Meskipun Anda sedang melakukan personal branding di media sosial, bukan berarti harus kehilangan momen berinteraksi dengan santai. Yang penting, semua bentuk komunikasinya masih tetap di dalam koridor kesopanan, ya.

Semangat!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TIPS MENAGIH UTANG

Kamu punya piutang yang susah sekali didapatkan kembali? Kalau iya, kamu nggak sendiri, kok.Banyak yang mengalami nasib yang sama denganmu. Mau minta uang yang menjadi hak kita sendiri saja susahnya minta ampun.
Kesal? Tentu saja. Kita yang memberikan utang tetapi malah jadi seperti kita yang mau utang. Yang sering terjadi, yang ditagih malah lebih garang daripada yang nagih.
Padahal sebenarnya kalau kita menagih utang itu justru membantu si pengutang agar terbebas dari dosa, lho. Bukankah utang itu akan selalu dibawa sampai mati?
Utang adalah janji yang harus dipertanggungjawabkan sampai ke akhirat nanti. Maka dari itu, jangan ada rasa sungkan saat kita akan menagih utang.
Berikut ada beberapa tips atau langkah-langkah bagaimana cara menagih utang yang sebaiknya ditempuh apabila seseorang berutang kepada kita, yaitu:


1.TAGIH SECARA TIDAK LANGSUNG
Maksud dari cara ini adalah dengan menagih melalui media penghubung komunikas, seperti lewat sms, WA, BBM, dan lain sebagainya. Pengutang yang…

KETIKA ANAK KITA MENJADI KORBAN BODY SHAMING

"Bunda, Adek ni jelek ya, Bunda?" "Ya enggak lah. Adek cantik." "Tapi temen Adek bilang kalau Adek jelek."
Lalu meluncurlah cerita-cerita pembully-an yang dilakukan oleh teman-temannya (kebanyakan sih yang laki-laki).
"Adek dikatain item, kiting, jelek!" ucapnya dengan raut sedih.
Deg!! Apalagi saya, ibunya. Jauuuh lebiih sediih. Rasanya pengen marah dan memaki-maki anak yang meledek gadis kecil saya.
"Siapa nama temen Adek yang bilang begitu? Anaknya siapa?" Pertanyaan itu nyaris keluar dari mulut saya, tapi untunglah masih bisa saya tahan.
Saya nggak ingin anak saya tumbuh menjadi seorang pembenci.
Kemudian saya raih tubuhnya, saya tatap matanya, dan saya elus kedua pipinya.
Hal pertama yang harus saya lakukan adalah membuatnya bisa menerima kondisi dirinya dengan baik. "Rambut Adek kan memang keriting, tapi Adek cantik dengan rambut seperti itu. Banyak lho, orang yang kepengen rambutnya dikeriting."
Lalu saya ceritakan bahwa se…

Maling Teriak Maling

Lain di bibir lain di hati adalah ungkapan yang kerap dipakai untuk menunjukan sifat munafik seseorang. Ada juga yang menyebutnya dengan sebutan orang bermuka dua. Secara umum, orang yang bersifat munafik memilik ciri-ciri, yaitu bila berkata dia dusta, dan bila dipercaya dia khianat. Tak hanya itu, masih banyak ciri-ciri lain yang bisa kamu pelajari untuk mengenali para munafikun ini, diantaranya adalah: 1. FUJUR
Fujur adalah sebutan bagi orang yang tidak dapat mengendalikan emosinya, selalu ingin menang sendiri, tidak pernah mau menerima dan mengakui kesalahannya, dan senang menunjukkan sikap yang berlebihan, bahkan melampaui batas dalam menekan lawan-lawannya.
Orang fujur adalah munafikun yang selalu merasa dirinyalah yang paling benar, tanpa pernah mau berkaca bahwa sebenarnya justru dirinya itu sendiri yang berkubang dalam kesalahan demi kesalahan. 2. RIYA
Yaitu, sombong dalam bersikap dan berbicara. Orang munafikun jenis ini senangnya dengan sengaja menampakkan kebaikan yang di…

BALAS DENDAM TIDAK AKAN PERNAH BISA MENYELESAIKAN MASALAH

"Sekuat apapun kita menolak, yang ditakdirkan datang ke dalam hidup kita, akan tetap datang."
Seperti manusia-manusia keji itu... Sekuat apapun kita berusaha menghindari, kalau takdir mengharuskan mereka hadir dalam kehidupan kita, ya pasti akan datang. Seperti jamak kita ketahui, semakin hari, semakin banyak serigala-serigala berbulu domba di ladang kehidupan kita. Mereka itu lah manusia-manusia berhati iblis, yang tega menghancurkan dan meremukkan hati saudaranya sendiri.
Ada tukang tipu, tukang fitnah, tukang adu domba, tukang cabul, maling, pembunuh😱😱😱😱😱
yang bebas berkeliaran dengan korban-korban yang tak berani melakukan perlawanan. Sedih, terpuruk, kalut, dan putus asa, adalah wujud kekecewaan yang pasti dirasakan, ketika kita telah diperdaya oleh manusia-manusia iblis itu.
Apalagi kalau kita sampai dijerumuskan untuk ikut melakukan kemaksiatan itu. Oh, no...😱😱😱 Kalau kamu masih punya hati, ketika tersadar dari melakukan kesalahan, pasti bakal timbul perasaan men…

Yati "Sum Kuning" Surachman, Legenda Hidup Indonesia

Anak muda zaman now mungkin kurang familiar dengan nama Yati Surachman. Karena era kejayaan pemain seni peran ini memang sudah berlalu. Namun demikian, Yati sebenarnya masih tetap aktif meskipun usianya kini telah senja. Hingga kini, beliau masih ‘wara-wiri’ di beberapa sinetron tanah air, meskipun bukan sebagai pemeran utama.
Yati Surachman sudah mulai berakting sejak tahun 70-an. Beberapa film yang ikut dibintanginya di tahun 70-an, antara lain Inem Pelayan Seksi, Ateng Pendekar Aneh, Binalnya Anak Muda, Gita Cinta dari SMA, dan masih banyak lagi.
Namanya mencuat seiring dengan kesuksesannya memerankan tokoh “Sum Kuning” dalam film “Perawan Desa”. Berkat aktingnya di film tersebut, Yati menyabet penghargaan sebagai The Best Actress dalam Festval Film Asia Pasifik. Film tersebut sempat dilarang tayang karena diangkat dari kisah nyata, yaitu tentang pemerkosaan yang dialami seorang gadis penjual telur oleh sekawanan pemuda anak pejabat kaya di Yogyakarta.
Saya mengenal Yati Surachman saa…