Langsung ke konten utama

Pentingnya Memantau Tumbuh Kembang Balita




Pentingnya Memantau Tumbuh Kembang Balita


Proses tumbuh kembang seorang anak merupakan suatu masa yang penting dalam kehidupannya, terutama pada tahun-tahun pertama kehidupan si anak. Proses tumbuh kembang tersebut sangat dipengaruhi oleh dua faktor yang sangat berperan, yaitu  faktor genetik dan faktor lingkungan.

Untuk mengetahui apakah tumbuh kembangnya berjalan dengan optimal atau tidak, sangat dibutuhkan pemantauan kita sebagai orang terdekatnya secara periodik dan berkala. Tentu saja, kita membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukannya, yaitu dengan bantuan dokter, bidan, dan tenaga kesehatan lain.
 
Apa sajakah yang semestinya rutin kita pantau terhadap tumbuh kembang balita?

1.    Memantau aspek pertumbuhannya.
Kita bisa melakukannya dengan secara rutin menimbang berat badan anak  serta mengukur tinggi badan dan lingkar kepalanya. Kegiatan ini sebenarnya bisa dilakukan sendiri di rumah, namun tidak ada salahnya kita melakukannya di rumah sakit atau posyandu terdekat agar normal atau tidaknya kondisi anak bisa segera diketahui. Di tempat tersebut, kita juga bisa sambil melakukan konsultasi tumbuh kembang anak.
Untuk orangtua yang masih memiliki anak balita, pemantauan sebaiknya dilakukan secara rutin tiap satu kali dalam sebulan. Ingatlah bahwa pada usia ini adalah masa golden age. Jadi, orangtua harus sangat memperhatikan asupan nutrisi anak.
Selain itu, kita sebagai orangtua juga semestinya memperhatikan kebutuhan imunisasi anak. Untuk ini, tentu saja kita membutuhkan bantuan tenaga medis. Pastikan bahwa anak telah mendapatkan imunisasi dasar secara lengkap.

2.    Memantau aspek perkembangannya.
Hal ini meliputi kemampuan motorik kasar dan kemampuan motorik halus anak. Selain itu juga kemampuan sosial, bahasa, dan juga kemampuan kognisi anak. Selain bisa melakukan pemantauan secara mandiri, kita sebenarnya juga membutuhkan orang lain yang berpengalaman untuk membantu pemantauan perkembangan anak. Sekali-sekali, berdiskusilah dengan orang yang sudah lebih berpengalaman membesarkan anak tentang pentingnya hal ini dilakukan. Kita tidak bisa menjadi orangtua yang egois. 

Sebagai orangtua, kita harus mengetahui secara pasti apakah anak telah mencapai pertumbuhannya secara optimal sesuai potensi genetik yang dimilikinya atau belum?
Selain itu, dengan melakukan pemantauan secara periodik dan berkala ini bisa segera diketahui secara dini apabila ada penyimpangan atau ketidaksesuaian dalam tahapan tumbuh kembang seorang anak sesuai dengan usianya.

Dengan melakukan pemantauan tumbuh kembang balita secara baik, diharapkan pertumbuhan dan perkembangan anak dapat optimal seperti yang diharapkan setiap orangtua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TIPS MENAGIH UTANG

Kamu punya piutang yang susah sekali didapatkan kembali? Kalau iya, kamu nggak sendiri, kok.Banyak yang mengalami nasib yang sama denganmu. Mau minta uang yang menjadi hak kita sendiri saja susahnya minta ampun.
Kesal? Tentu saja. Kita yang memberikan utang tetapi malah jadi seperti kita yang mau utang. Yang sering terjadi, yang ditagih malah lebih garang daripada yang nagih.
Padahal sebenarnya kalau kita menagih utang itu justru membantu si pengutang agar terbebas dari dosa, lho. Bukankah utang itu akan selalu dibawa sampai mati?
Utang adalah janji yang harus dipertanggungjawabkan sampai ke akhirat nanti. Maka dari itu, jangan ada rasa sungkan saat kita akan menagih utang.
Berikut ada beberapa tips atau langkah-langkah bagaimana cara menagih utang yang sebaiknya ditempuh apabila seseorang berutang kepada kita, yaitu:


1.TAGIH SECARA TIDAK LANGSUNG
Maksud dari cara ini adalah dengan menagih melalui media penghubung komunikas, seperti lewat sms, WA, BBM, dan lain sebagainya. Pengutang yang…

KETIKA ANAK KITA MENJADI KORBAN BODY SHAMING

"Bunda, Adek ni jelek ya, Bunda?" "Ya enggak lah. Adek cantik." "Tapi temen Adek bilang kalau Adek jelek."
Lalu meluncurlah cerita-cerita pembully-an yang dilakukan oleh teman-temannya (kebanyakan sih yang laki-laki).
"Adek dikatain item, kiting, jelek!" ucapnya dengan raut sedih.
Deg!! Apalagi saya, ibunya. Jauuuh lebiih sediih. Rasanya pengen marah dan memaki-maki anak yang meledek gadis kecil saya.
"Siapa nama temen Adek yang bilang begitu? Anaknya siapa?" Pertanyaan itu nyaris keluar dari mulut saya, tapi untunglah masih bisa saya tahan.
Saya nggak ingin anak saya tumbuh menjadi seorang pembenci.
Kemudian saya raih tubuhnya, saya tatap matanya, dan saya elus kedua pipinya.
Hal pertama yang harus saya lakukan adalah membuatnya bisa menerima kondisi dirinya dengan baik. "Rambut Adek kan memang keriting, tapi Adek cantik dengan rambut seperti itu. Banyak lho, orang yang kepengen rambutnya dikeriting."
Lalu saya ceritakan bahwa se…

Maling Teriak Maling

Lain di bibir lain di hati adalah ungkapan yang kerap dipakai untuk menunjukan sifat munafik seseorang. Ada juga yang menyebutnya dengan sebutan orang bermuka dua. Secara umum, orang yang bersifat munafik memilik ciri-ciri, yaitu bila berkata dia dusta, dan bila dipercaya dia khianat. Tak hanya itu, masih banyak ciri-ciri lain yang bisa kamu pelajari untuk mengenali para munafikun ini, diantaranya adalah: 1. FUJUR
Fujur adalah sebutan bagi orang yang tidak dapat mengendalikan emosinya, selalu ingin menang sendiri, tidak pernah mau menerima dan mengakui kesalahannya, dan senang menunjukkan sikap yang berlebihan, bahkan melampaui batas dalam menekan lawan-lawannya.
Orang fujur adalah munafikun yang selalu merasa dirinyalah yang paling benar, tanpa pernah mau berkaca bahwa sebenarnya justru dirinya itu sendiri yang berkubang dalam kesalahan demi kesalahan. 2. RIYA
Yaitu, sombong dalam bersikap dan berbicara. Orang munafikun jenis ini senangnya dengan sengaja menampakkan kebaikan yang di…

BALAS DENDAM TIDAK AKAN PERNAH BISA MENYELESAIKAN MASALAH

"Sekuat apapun kita menolak, yang ditakdirkan datang ke dalam hidup kita, akan tetap datang."
Seperti manusia-manusia keji itu... Sekuat apapun kita berusaha menghindari, kalau takdir mengharuskan mereka hadir dalam kehidupan kita, ya pasti akan datang. Seperti jamak kita ketahui, semakin hari, semakin banyak serigala-serigala berbulu domba di ladang kehidupan kita. Mereka itu lah manusia-manusia berhati iblis, yang tega menghancurkan dan meremukkan hati saudaranya sendiri.
Ada tukang tipu, tukang fitnah, tukang adu domba, tukang cabul, maling, pembunuh😱😱😱😱😱
yang bebas berkeliaran dengan korban-korban yang tak berani melakukan perlawanan. Sedih, terpuruk, kalut, dan putus asa, adalah wujud kekecewaan yang pasti dirasakan, ketika kita telah diperdaya oleh manusia-manusia iblis itu.
Apalagi kalau kita sampai dijerumuskan untuk ikut melakukan kemaksiatan itu. Oh, no...😱😱😱 Kalau kamu masih punya hati, ketika tersadar dari melakukan kesalahan, pasti bakal timbul perasaan men…

Yati "Sum Kuning" Surachman, Legenda Hidup Indonesia

Anak muda zaman now mungkin kurang familiar dengan nama Yati Surachman. Karena era kejayaan pemain seni peran ini memang sudah berlalu. Namun demikian, Yati sebenarnya masih tetap aktif meskipun usianya kini telah senja. Hingga kini, beliau masih ‘wara-wiri’ di beberapa sinetron tanah air, meskipun bukan sebagai pemeran utama.
Yati Surachman sudah mulai berakting sejak tahun 70-an. Beberapa film yang ikut dibintanginya di tahun 70-an, antara lain Inem Pelayan Seksi, Ateng Pendekar Aneh, Binalnya Anak Muda, Gita Cinta dari SMA, dan masih banyak lagi.
Namanya mencuat seiring dengan kesuksesannya memerankan tokoh “Sum Kuning” dalam film “Perawan Desa”. Berkat aktingnya di film tersebut, Yati menyabet penghargaan sebagai The Best Actress dalam Festval Film Asia Pasifik. Film tersebut sempat dilarang tayang karena diangkat dari kisah nyata, yaitu tentang pemerkosaan yang dialami seorang gadis penjual telur oleh sekawanan pemuda anak pejabat kaya di Yogyakarta.
Saya mengenal Yati Surachman saa…