Langsung ke konten utama

Perizinan yang Perlu diurus Sebelum Memulai Usaha


ilustrasi:pixabay.com


Perizinan yang Perlu diurus Sebelum Memulai Usaha

Dalam memulai sebuah usaha, tidak hanya modal saja yang Anda butuhkan. Anda juga memerlukan berbagai perizinan agar usaha yang akan Anda jalankan dapat berjalan dengan lancar.
Tentu saja, perizinan tersebut adalah perizinan yang sesuai dengan yang telah ditetapkan dan diatur oleh pemerintah.
Nah, apa sajakah perizinan yang harus Anda kantongi sebelum memulai sebuah usaha dengan serius?
1.      SKDU atau Surat Keterangan Domisili Usaha.
Surat ini dikeluarkan oleh kelurahan tempat di mana lokasi usaha Anda berada. Untuk mengurus surat ini, yang diperlukan adalah salinan kartu tanda pengenal serta surat pengantar dari rukun tetangga/rukun warga  setempat.

2.      NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak.
Setiap warga negara yang termasuk wajib pajak harus memiliki NPWP. Surat ini sangat penting dan saat ini bersifat wajib bagi setiap pelaku usaha. Karena surat ini berfungsi sebagai sarana administrasi perpajakan yang akan selalu digunakan sebagai tanda pengenal diri dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.
NPWP biasanya akan selalu dicantumkan dalam setiap dokumen perizinan usaha.
Anda dapat mengurus pebuatan surat ini di kantor pelayanan pajak setempat.

3.      SITU atau Surat Izin Tempat Usaha.
Anda perlu memiliki Surat Izin Tempat Usaha ini, karena surat ini adalah surat izin yang dibuat untuk memperoleh izin sebuah usaha agar tidak menimbulkan gangguan atau kerugian pada pihak-pihak yang terkait.
Apabila Anda tidak memiliki Surat izin ini, maka usaha Anda bisa mendapatkan sanksi. Antara lain, seperti ditutupnya tempat usaha atau tidak dapat lagi mendapatkan izin-izin lain yang dibutuhkan untuk meningkatkan kegiatan operasional sebuah usaha.
Surat ini adalah surat resmi yang memiliki dasar hukum.  Peraturan tentang SITU terdapat pada setiap Peraturan Daerah  di setiap Pemerintah Daerah,  sehingga sanksi-sanksinya pun berbeda di setiap daerah, tergantung dari Peraturan Daerahnya.

4.      SIUP atau Surat Izin Usaha Perdagangan.
Surat ini diperlukan untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha perdagangan. Surat ini dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah dan diterbitkan berdasarkan domisili perusahaan.
SIUP ini terdiri dari tiga kategori, yaitu:
a.       SIUP Kecil yang diterbitkan untuk perusahaan dengan modal di bawah 200 juta di luar tanah dan bangunan.
b.      SIUP Menengah yang diterbitkan untuk perusahaan dengan modal 200 juta hingga 500 juta di luar tanah dan bangunan.
c.        SIUP Besar yang diterbitkan untuk perusahaan dengan modal di atas 500 juta di luar tanah dan bangunan.

5.      HO atau Surat Izin Gangguan.
Surat izin ini adalah surat keterangan yang menyatakan bahwa tidak adanya suatu keberatan atas sebuah usaha di suatu lokasi tertentu.
Surat ini sangat dibutuhkan bagi Anda yang memiliki kegiatan usaha , baik pribadi maupun badan usaha di lokasi tertentu yang dapat berpotensi menimbulkan bahaya kerugian dan gangguan ketertiban umum.
Surat ini dikeluarkan oleh Dinas Perizinan Domisili Usaha di daerah tingkat dua. Masing-masing daerah biasanya mempunyai kebijakan sendiri dalam mengeluarkan surat izin ini.

6.      P-IRT  
       Untuk Anda yang akan berbisnis kuliner, ada surat perizinan lain yang harus Anda  kantongi, yaitu P- IRT atau surat izin Pangan Industri Rumah Tangga.
      Surat ini diperlukan sebagai jaminan usaha makanan / minuman rumahan Anda yang akan beredar di masyarakat luas memenuhi standar keamanan konsumsi.
      Usaha ini dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan dan hanya diberikan kepada usaha produk olahan pangan dengan tingkat resiko yang rendah.

Meskipun tidak mudah dan kadang prosesnya berbelit-belit, surat- surat perizinan di atas harus dikantongi oleh Anda para pengusaha atau calon pengusaha agar usaha Anda dapat berjalan dengan lancar  dan tidak menemui kendala berarti dalam perjalanannya menjadi besar.
           






Komentar

Postingan populer dari blog ini

KETIKA ANAK KITA MENJADI KORBAN BODY SHAMING

"Bunda, Adek ni jelek ya, Bunda?" "Ya enggak lah. Adek cantik." "Tapi temen Adek bilang kalau Adek jelek."
Lalu meluncurlah cerita-cerita pembully-an yang dilakukan oleh teman-temannya (kebanyakan sih yang laki-laki).
"Adek dikatain item, kiting, jelek!" ucapnya dengan raut sedih.
Deg!! Apalagi saya, ibunya. Jauuuh lebiih sediih. Rasanya pengen marah dan memaki-maki anak yang meledek gadis kecil saya.
"Siapa nama temen Adek yang bilang begitu? Anaknya siapa?" Pertanyaan itu nyaris keluar dari mulut saya, tapi untunglah masih bisa saya tahan.
Saya nggak ingin anak saya tumbuh menjadi seorang pembenci.
Kemudian saya raih tubuhnya, saya tatap matanya, dan saya elus kedua pipinya.
Hal pertama yang harus saya lakukan adalah membuatnya bisa menerima kondisi dirinya dengan baik. "Rambut Adek kan memang keriting, tapi Adek cantik dengan rambut seperti itu. Banyak lho, orang yang kepengen rambutnya dikeriting."
Lalu saya ceritakan bahwa se…

Mengakui Kesalahan. Sulitkah?

BERBUAT SALAH ITU MANUSIAWI, karena melakukan kesalahan itu menandakan bahwa kita itu punya kekurangan, dan itu seharusnya bisa menjadi cambuk bagi kita untuk terus belajar memperbaiki diri. Kalau kita sadar telah melakukan sebuah kesalahan, ya akui saja. MENGAKUI KESALAHAN ITU MULIA, lho. Dengan mengakui kesalahan, secara tersirat kita telah menyatakan bahwa kita ini hanyalah manusia biasa yang senantiasa berbuat salah, karena yang tidak pernah bisa salah itu hanya Tuhan. Tapi mengakui kesalahan itu mestinya ya datang dari hati nurani terdalam, jangan cuma di bibir saja. Sulit memang melakukannya. Berat dan butuh waktu yang lama supaya bisa benar-benar iklhas saat mengatakannya.
Tapi ini jauh lebih baik daripada "tidak pernah merasa bersalah" sama sekali. Ketika kamu sama sekali tidak pernah merasa bersalah, itu artinya ada "sensor" di hatimu yang sudah tidak berfungsi lagi, sehingga tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Mungkin hatimu perlu d…

TIPS MENAGIH UTANG

Kamu punya piutang yang susah sekali didapatkan kembali? Kalau iya, kamu nggak sendiri, kok.Banyak yang mengalami nasib yang sama denganmu. Mau minta uang yang menjadi hak kita sendiri saja susahnya minta ampun.
Kesal? Tentu saja. Kita yang memberikan utang tetapi malah jadi seperti kita yang mau utang. Yang sering terjadi, yang ditagih malah lebih garang daripada yang nagih.
Padahal sebenarnya kalau kita menagih utang itu justru membantu si pengutang agar terbebas dari dosa, lho. Bukankah utang itu akan selalu dibawa sampai mati?
Utang adalah janji yang harus dipertanggungjawabkan sampai ke akhirat nanti. Maka dari itu, jangan ada rasa sungkan saat kita akan menagih utang.
Berikut ada beberapa tips atau langkah-langkah bagaimana cara menagih utang yang sebaiknya ditempuh apabila seseorang berutang kepada kita, yaitu:


1.TAGIH SECARA TIDAK LANGSUNG
Maksud dari cara ini adalah dengan menagih melalui media penghubung komunikas, seperti lewat sms, WA, BBM, dan lain sebagainya. Pengutang yang…

Maling Teriak Maling

Lain di bibir lain di hati adalah ungkapan yang kerap dipakai untuk menunjukan sifat munafik seseorang. Ada juga yang menyebutnya dengan sebutan orang bermuka dua. Secara umum, orang yang bersifat munafik memilik ciri-ciri, yaitu bila berkata dia dusta, dan bila dipercaya dia khianat. Tak hanya itu, masih banyak ciri-ciri lain yang bisa kamu pelajari untuk mengenali para munafikun ini, diantaranya adalah: 1. FUJUR
Fujur adalah sebutan bagi orang yang tidak dapat mengendalikan emosinya, selalu ingin menang sendiri, tidak pernah mau menerima dan mengakui kesalahannya, dan senang menunjukkan sikap yang berlebihan, bahkan melampaui batas dalam menekan lawan-lawannya.
Orang fujur adalah munafikun yang selalu merasa dirinyalah yang paling benar, tanpa pernah mau berkaca bahwa sebenarnya justru dirinya itu sendiri yang berkubang dalam kesalahan demi kesalahan. 2. RIYA
Yaitu, sombong dalam bersikap dan berbicara. Orang munafikun jenis ini senangnya dengan sengaja menampakkan kebaikan yang di…

Meminta Maaf dan Memaafkan

Maaf "Kenapa tidak kamu saja yang minta maaf?"
"Kenapa aku begitu sulit memaafkanmu?
"Kenapa kata maaf itu begitu sulit terucap?"
"Ah, kenapa kita harus saling memaafkan?" Sebab, tak ada manusia yang sempurna di bumi ini. Siapa pun dia, pasti pernah melakukan kesalahan. Dear sahabat, menilai kesalahan orang lain itu mudah. Yang sulit itu adalah mengakui kesalahan diri sendiri. Biasanya, hanya orang yang berjiwa besar yang mampu melakukannya. Sahabat, marahkah kamu saat ada orang lain yang melukaimu? Atau melukai orang yang kamu sayangi? Marah saat ada yang menyakiti kita atau orang yang kita sayangi adalah reaksi yang wajar. Namun jangan disimpan hingga menimbulkan kebencian. Karena kebencian hanya akan membawa kedengkian.
Wahai sahabatku, kedengkian itu bisa melahirkan rasa dendam. Semua itu hanya akan mengikis seluruh amalan-amalan baik yang sudah dengan susah payah kita kumpulkan. Ketika timbul rasa dengki dalam hati, segeralah ingat Hadist Rasul ini…