Sabtu, 22 September 2018

ISTRI BAIK-BAIK PUN BISA BERSELINGKUH




Selama ini, kita lebih banyak menaruh perhatian pada perselingkuhan yang dilakukan oleh para suami. Suami-suami mata keranjang, suami-suami kesepian, suami-suami yang tak terpuaskan nafkah batinnya, suami-suami yang kerap merasa bosan karena istrinya nggak pernah bisa nyambung kalau diajak ngobrol, suami-suami yang bete melihat istrinya nggak secantik waktu pertama dikenalnya dulu, endebre...endebre.... banyak lagi alasan konyol yang kerap membuat para suami berpaling dari istri sahnya.

Dengan semua itu, dunia seakan-akan menganggap bahwa seorang istri baik-baik, akan aman dari sebuah perselingkuhan. Padahal, istri itu juga manusia biasa, yang akan mudah merasa kesepian manakala selalu merasa diacuhkan. Hatinya yang rapuh, mudah terbuai dengan perhatian-perhatian semu.

Tak bisa dipungkiri, bagaimana pun juga, perselingkuhan itu adalah sebuah bentuk pengkhianatan. Semua orang, bisa saja terjerat jebakan perselingkuhan, karena godaan akan hal itu bisa datang dari mana saja, dan dari hal yang tidak disangka-sangka.
Bahkan, ketika segalanya terasa begitu sempurna dan baik-baik saja, godaan "mendua hati" bisa menjerat kapan saja tanpa aba-aba.

Duhai lelaki, satu hal yang perlu kamu jaga, jangan biarkan ada ruang hampa di hati istrimu.
Ya. RUANG HAMPA.
Ketika terdapat ruang hampa di hati seorang wanita, dia akan mudah luluh oleh rayuan para "bajingan" yang berkeliaran mencari mangsa. Apalagi di zaman now yang semua interaksi bisa mudah dilakukan hanya dengan melakukan senam jempol.

Lalu, bagaimana agar tidak ada ruang hampa di hati wanitamu?
Catat ini,
*) Istrimu itu punya mulut yang butuh didengarkan, maka dengarkanlah celoteh-celoteh manjanya, sekali pun itu terdengar "kosong" bagimu.
*) Istrimu itu punya telinga yang ingin dibisiki, maka ceritakanlah kisah-kisah indah yang tak pernah didengarnya. Juga, berbicaralah dengan lemah lembut, sekalipun kamu sedang hendak menyuruhnya melakukan sesuatu.
*) Istrimu itu punya mata yang ingin selalu dimanjakan dengan pemandangan-pemandangan indah. Sesekali, ajaklah dia melihat dunia luar, karena dunianya kini terasa begitu sempit sejak menjadi istrimu.
*) Istrimu itu punya rambut yang ingin dibelai. Masak cuma pas di ranjang aja sih main belai-balai-annya?
Please, jangan jadikan istrimu "jablai", sementara kamu berada tidak jauh darinya, tapi asyik sendiri dengan handphonemu.
*) Dan terpenting, istrimu itu punya HATI, yang selalu ingin dikasihi. Hati seorang wanita itu begitu lembut, rapuh, dan sangat mudah diselimuti sepi.

Mengutip mbak Wulan Darmanto, "Jika waktumu tak banyak untuk bersama istrimu, lisanmu tak lembut baginya, amarahmu selalu kau tujukan padanya, jangan selalu merasa aman bahwa ia tidak akan kemana-mana. Kini, kita memasuki sebuah masa, dimana untuk mengundang setan masuk ke dalam rumah cuma tinggal melalui ketukan jari."

OMG....serem, ya?
Semudah itu pintu perselingkuhan terbuka.
Waspadalah, banyak sekali berkeliaran para "predator istri" yang berkeliaran di dunia maya.

JAGA ISTRIMU DENGAN CARA MENJAGA HATINYA. JANGAN BIARKAN ADA RUANG HAMPA DI HATINYA YANG RAPUH.

Ditulis oleh:
Rara Radyanti

DIDUAKAN DAN MENDUAKAN




Ketika cintamu diduakan, SABAR-lah.
Namun kalau kamu menduakan cintamu, SADAR-lah.
Saya mengenal banyak wanita yang cintanya diduakan.
Tidak semuanya mendapati akhir kisah yang sama.
Ada yang tidak terima diduakan dan memilih untuk berpisah.
Ada yang akhirnya menerima diduakan walau dengan hati tersayat-sayat.
Namun ada juga yang berakhir bahagia, suami tak lagi menduakannya dan mengisi lagi hatinya dengan cinta yang kembali utuh.
Reaksi wanita ketika mengetahui dirinya diduakan, pastilah kecewa, sedih, dan marah. Luapan emosinya kadangkala sampai tak masuk akal. Ditambah lagi apabila ada suara-suara "beracun" dari orang-orang di sekitarnya yang membuatnya kehilangan kendali.
Kebanyakan wanita pada kondisi ini memang tidak bisa berintrospeksi diri. Dalam kondisi emosi tak terkendali, dalam pikirannya hanya bisa menyalahkan orang lain. Pastinya si pelakor-lah yang salah.
Dia tak bisa berpikir jernih, kenapa suaminya sampai bisa menduakan cinta?
"Apakah mungkin karena ada kekurangan di dirinya?" adalah pikiran yang datang belakangan.
"Pokoke salah si pelakor!!!
Sudah tahu lelaki ada yang punya kok ya direbut."
Ini pikiran wanita pada umumnya.
Ditambah lagi, manusia itu memang paling pintar menyalahkan orang lain, tanpa menyadari bahwa dirinya pun bisa melakukan kesalahan yang sama.
Tapi terus terang, kalau itu menimpa saya (naudzubilah, semoga enggak😱😱), saya pasti juga bakal nyalahin si pelakor terlebih dulu😄😄😄
Walaupun saya tahu, jalan hidup orang itu nggak bisa disamakan dan tidak semua perpisahan yang terjadi dalam rumah tangga orang adalah salahnya si pelakor.
Hayooo...coba tengok kanan kirimu, tetanggamu, saudaramu, ataukah justru dirimu, bisa jadi terlahir dari rahim seorang pelakor.
Semua bisa saja terjadi, kan???
Kembali ke topik awal😅
Bagaimana pun juga, yang namanya diduakan itu memang MENYAKITKAN.
Saking sakitnya, kadangkala manusia itu bisa sampai nyalah-nyalahin Tuhan, lho.
Duuuh...
Sobat wanita yang kusayangi, ingatlah...bahwa tidak hanya wanita yang hatinya menjerit ketika tahu dirinya telah diduakan.
Lelaki juga menangis kalau kamu duakan cintanya.
Tapi apa iya, masak terus mau bales-balesan. Kalau diduakan, terus membalas dengan menduakan. Jangan, Sobat...Jangan!!!
Dunia ini kejam. Bahkan sangat kejam terhadap wanita.
Kamu tahu, kan ... ketika seorang lelaki berbuat serong, dunia maklum dan hanya akan tertawa..."namanya juga lelaki..."
Tapi sobat, ketika wanita yang berbuat serong, dunia akan menjerit dan menangis..."Duuh, kenapa kamu berbuat hina seperti itu???"
Tak adil????
Ya memang. Tapi begitulah cara dunia memandang.
Sobat, cermati kalimat pertama yang saya tulis pada tulisan ini,
"Ketika cintamu diduakan, SABAR-lah. Namun kalau kamu menduakan cintamu, SADAR-lah."
Kalau kamu SABAR, yakinlah, kamu akan sanggup membuat dia yang menyakitimu menjadi SADAR.
Saya mengenal seseorang yang diduakan oleh suaminya. Suara-suara "beracun" di kanan kirinya membuatnya sudah bersiap melayangkan gugatan cerai. Namun berkat ke-SABAR-annya, surat itu ditariknya. Kok bisa???
Dengan kesabarannya, dia tak putus berdoa, agar Tuhan melembutkan hati suaminya.
Dengan kesabarannya, dia mencoba merangkul keluarga suaminya, terutama wanita yang telah melahirkan suaminya. Dia yakin, doa seorang ibu pasti didengar Tuhan.
Dan itu benar, sang ibu mertua tak putus mendoakan agar anaknya bisa SADAR dan kembali kepada istri dan anak-anaknya.
MasyaAllah, dahsyatnya doa seorang IBU.
Buat yang masih punya ibu mertua, rangkullah beliau. Sayangi seperti kamu menyayangi ibumu sendiri. Seandainya ada masalah dengan suami, selain mengadu sama Tuhan, cuma ibu mertuamulah yang paling layak kamu curhati.
Ingat, doa ibu selalu didengar Tuhan.
Doa ibu suamimulah yang paling bisa melembutkan hati suamimu.
Ini benar sekali. Coba buktikan sendiri.
Duhai sahabat wanitaku sejagat raya, sejatinya cinta yang hakiki hanyalah cinta kepada sang pemilik cinta.
Dia akan mencintaimu dengan ujian cinta, antara lain,
Cinta kepada pasangan
Cinta kepada buah hati
Cinta kepada harta dan tahta,
bahkan...
Cinta pada yang tak seharusnya kau cintai.
Sobatku, ujian cinta dari-Nya memang berat, maka kembalikan saja seluruh rasa cinta yang kita miliki hanya kepada-Nya, dan DIA akan mencintaimu.
Mulailah dengan tidak menduakan-Nya, maka kamu pun tidak akan pernah lagi diduakan.
Semoga👼👼

Ditulis oleh:
Rara Radyanti

Sulitkah Mengendalikan Jemarimu?



"Mbak, saya dan suami hanyalah pegawai kecil. Tapi kami bisa punya ini dan itu ya dari ngangsur. Motor ngangsur, rumah ngangsur, bahkan bisa beli tanah di dusun juga dari ngangsur, nggadein SK saya sama suami. Semuanya serba saya angsur alias ngredit.. dit..dit.. dit..
Dari kredit itulah kami jadi semangat kerjanya."
Seseibu curhat sama saya via inbox, tak lama setelah saya posting tulisan tentang "utang" di sebuah portal online.

Link tulisan itu kemudian dishare oleh teman, lalu dishare lagi oleh temannya. Nah, si ibu yang lagi curhat inilah si temannya teman itu.
(bingung, ya??😅😅)
Kemudian ibu itu melanjutkan obrolannya,
"Semua itu kami lakukan demi kebahagiaan keluarga, mbak. Seperti mbak lihat di wall saya, saya baru saja diolok-olok oleh teman karena kebiasaan kami ngredit ini. Padahal kami tak pernah melupakan 5 rukun islam sebagai pilar hidup. Kami juga tidak melupakan sedekah. Kalau kami tidak ungkapkan, itu hanya karena kami tak ingin mengumbarnya ke medsos.
Lalu, apakah semua kredit yang kami lakukan itu akan menjauhkan kami dari mencium wanginya surga?"

Masya Allah. Saya tertegun. Ibu itu, duniawi jalan, ukhrowi juga tidak ditinggalkan. Tetapi jadi bimbang karena penghakiman manusia.
Lalu saya membalasnya,
"Duh, ibu, saya ini orang yang masih sangat awam soal agama. Tapi yang saya yakini, Allah itu maha pemurah. Manusia memang sangat pandai menghakimi sesamanya. Tetapi mereka bukan hakim yang sesungguhnya. Surga dan neraka adalah hak prerogratifnya Allah. Bukan manusia yang menentukan. Ibu tak usah memusingkan perkataan orang. Seperti pelacur yang ada dalam sebuah riwayat. Sudah dipastikan bahwa melacur itu dosa, pelaku dosa pasti masuk neraka. Tapi ada seorang pelacur yang bisa mendapat tempat di surga hanya karena menolong seekor anjing. Ini memang bukan analogi yang tepat, tetapi setidaknya menjawab, bahwa surga dan neraka adalah hak prerogratif Tuhan."
~~~~~~~~~~~~~~

Berutang itu memang bukanlah hal yang dilarang, meskipun juga tidak dianjurkan.
Terkadang, utang bisa menjadi solusi untuk hal-hal tertentu, kok. Misalnya saja saat kebutuhan hidup semakin banyak dan mendesak. Atau saat butuh suntikan modal untuk mengembangkan usaha, dimana karyawan yang harus digaji juga semakin banyak.
Utang itu bukan aib, yang bisa jadi aib itu ya pelakunya, yaitu mereka yang sering menyalahgunakan utang, dan mereka yang selalu lari kalau ditagih😄😄

Yah. Membicarakan utang memang nggak ada habisnya. Bisa menyenangkan kalau ada faedah yang bisa dipetik. Namun bisa jadi bikin keki kalau hanya menimbulkan perdebatan tiada akhir. Apalagi di media sosial, yang bisa menyulap manusia pendiam di dunia nyata, seketika berubah menjadi manusia ceriwis di dunia maya.

Sobat, kalau kita nggak bisa bijak menyikapi, dunia maya memang kadang bisa membuat mata hati kita menjadi buta. Mencemooh kekurangan orang lain seperti menjadi hal yang lumrah dilakukan. Ya, contohnya seperti kisah seseibu yang curhatannya baru saja saya sampaikan itu.

Banyak saya jumpai seseorang yang sudah "lurus" hidupnya, nggak pernah bersentuhan dengan utang, lalu mencemooh orang lain yang masih berkubang dengan utang.
Seseibu di postingan yang lain lagi, dengan entengnya mengatakan, "Utang itu bikin nggak nyenyak tidur. Kalau butuh sesuatu, jangan sampai ngutang. Jual saja aset yang bisa dijual."
Ada lagi seseembak yang berkata senada, "Utang itu membuat hidup menjadi hina. Segera lunasi utang. Jual saja aset yang bisa segera diuangkan untuk melunasi utang."
Fine. Kedua pendapat tersebut terlihat baik-baik saja. Tapi apa mereka si pelontar komen itu nggak mikir, yang lagi dikomenin itu punya aset apa enggak? Kalau aset yang dipunya hanya raganya saja, apa iya harus jual diri buat bayar utang?

Sobat, bisa menjalani hidup tanpa utang memang menyenangkan. Berprinsip bahwa tidak semua permasalahan bisa diselesaikan dengan utang adalah sebuah prinsip yang keren.
Selamat untuk Anda yang bisa melakukannya. Tapi tidak semua orang bisa seperti itu, karena tiap orang itu memiliki jalan hidupnya sendiri-sendiri.

Sobat, di dunia maya, jemarimu adalah belatimu. Jika tak berhati-hati menggunakannya, kamu bisa melukai hati orang lain. 

Sudah semestinya kita bisa memahami, bahwa menginspirasi orang itu tidak bisa dilakukan dengan cara mencemooh. Karena kalau itu yang dilakukan, Anda bukan sedang menginspirasi, tetapi sedang melemahkan semangat orang.

Ditulis oleh:
Rara Radyanti
🙏🙏🙏

Meminta Maaf dan Memaafkan






Maaf
"Kenapa tidak kamu saja yang minta maaf?"
"Kenapa aku begitu sulit memaafkanmu?
"Kenapa kata maaf itu begitu sulit terucap?"
"Ah, kenapa kita harus saling memaafkan?"
Sebab, tak ada manusia yang sempurna di bumi ini. Siapa pun dia, pasti pernah melakukan kesalahan.
Dear sahabat, menilai kesalahan orang lain itu mudah. Yang sulit itu adalah mengakui kesalahan diri sendiri. Biasanya, hanya orang yang berjiwa besar yang mampu melakukannya.
Sahabat, marahkah kamu saat ada orang lain yang melukaimu? Atau melukai orang yang kamu sayangi?
Marah saat ada yang menyakiti kita atau orang yang kita sayangi adalah reaksi yang wajar. Namun jangan disimpan hingga menimbulkan kebencian. Karena kebencian hanya akan membawa kedengkian.
Wahai sahabatku, kedengkian itu bisa melahirkan rasa dendam. Semua itu hanya akan mengikis seluruh amalan-amalan baik yang sudah dengan susah payah kita kumpulkan.
Ketika timbul rasa dengki dalam hati, segeralah ingat Hadist Rasul ini, "Jauhilah oleh kalian dengki, karena dengki akan memakan kebaikan, bagaikan api memakan kayu bakar."
Sayang kalau amalan kebaikan yang telah kita lakukan jadi menguap sia-sia, kan?
Sahabatku, sebenarnya kesalahan orang lain itu justru bisa menjadi ladang pahala bagi kita. Yaitu, apabila kita bisa ikhlas memaafkannya dan membantunya memperbaiki kesalahannya itu. Apalagi kalau kita mau mendaraskan doa kebaikan untuknya, serta menutupi aibnya itu.
Duhai sahabatku, sejatinya meminta maaf dan memaafkan itu sama-sama mulia, selama itu terlahir dari keikhlasan hatimu.

Goresan Pena Rara

Jumat, 21 September 2018

Wujudkan Asa-mu



Saat mimpimu tak kunjung mewujud,
Saat langkahmu jadi terasa berat,
Mungkin ini saatnya untuk berhenti sesaat.
Coba lihat kembali dirimu.
Coba rasakan hatimu.
Adakah yang mengganjal dan membuatmu merasa tak nyaman?
Adakah yang membuatmu berat untuk melangkah menapaki hari?
Coba periksa setiap sudut hatimu.
Coba periksa setiap kantung-kantung ingatanmu.
Mungkin dulu saat sedang kau pungut berlian, ada kerikil tajam yang ikut terangkut.
Dan kerikil tajam itu begitu mengganggu tanpa kau pernah menyadari keberadannya.
Buang saja.
Kalau kau yakin, bahwa kerikil-kerikil tajam itu yang mengganggu langkahmu, jangan ragu untuk mengenyahkannya dari hidupmu.
Lalu maafkanlah dirimu.
Niscaya, langkahmu akan kembali ringan.
Dan inilah saatnya kau wujudkan asamu.

Goresan Pena Rara

Kekuatan Kata MAAF





Maaf 'Kan Damaikan Hati
Betapa sulitnya sebuah kata maaf terucap,
Pada mereka yang lidah-lidah tajamnya telah menancap,
Menghujam, menusuk perih hingga hati menggelap.
Kadangkala, kata maaf demikian mudahnya diumbar, melalui bibir-bibir manis, meski hati tak sungguh ikhlas memberi maupun menerimanya.
Kadangkala, juga begitu sulit kita ucapkan maupun kita berikan saat terasa ada daya maha hebat yang mencekat rongga hati ini.
Itu karena kita hanyalah makhluk fana yang banyak cela, meskipun kedamaian hidup begitu kita damba.
Sahabatku, kita memang bukanlah malaikat yang berhati suci tiada cela.
Kita ini hanyalah manusia biasa, yang masih mudah menyimpan benci, pada mereka yang telah menggoreskan luka.
Namun, keDAMAIan dan ketenangan hidup sejati bukanlah sekadar asa.
Sahabat, kendati hidup kita tiada lepas dari cela, kedamaian hidup yang nyata tetap bisa kita raih, asalkan kita tahu rahasianya.
Sahabat, rahasia kedamaian hidup ada di dalam hati kita.
Ketika kita tak mampu melihatnya, mungkin karena pintu hati kita masih tertutup, atau hanya sedikit saja terbuka.
Maka bukalah. Bukalah lebar-lebar, hingga "Maaf" tak lagi tercekat dan tersendat.
Sahabat, ketika maaf tulus terucap, langkah akan menjadi ringan, dan impian akan kedamaian hidup akan terwujud. Karena sejatinya, kedamaian hidup akan datang dari kedamaian hati.

Goresan Pena Rara. R

BALAS DENDAM TIDAK AKAN PERNAH BISA MENYELESAIKAN MASALAH




"Sekuat apapun kita menolak, yang ditakdirkan datang ke dalam hidup kita, akan tetap datang."
Seperti manusia-manusia keji itu... Sekuat apapun kita berusaha menghindari, kalau takdir mengharuskan mereka hadir dalam kehidupan kita, ya pasti akan datang.
Seperti jamak kita ketahui, semakin hari, semakin banyak serigala-serigala berbulu domba di ladang kehidupan kita. Mereka itu lah manusia-manusia berhati iblis, yang tega menghancurkan dan meremukkan hati saudaranya sendiri.
Ada tukang tipu, tukang fitnah, tukang adu domba, tukang cabul, maling, pembunuh😱😱😱😱😱
yang bebas berkeliaran dengan korban-korban yang tak berani melakukan perlawanan.
Sedih, terpuruk, kalut, dan putus asa, adalah wujud kekecewaan yang pasti dirasakan, ketika kita telah diperdaya oleh manusia-manusia iblis itu.
Apalagi kalau kita sampai dijerumuskan untuk ikut melakukan kemaksiatan itu. Oh, no...😱😱😱
Kalau kamu masih punya hati, ketika tersadar dari melakukan kesalahan, pasti bakal timbul perasaan menyesal. Kamu pasti akan merasa kecewa.
Dari rasa kecewa, biasanya akan timbul amarah. Ini manusiawi sekali. Tapi, sebesar apapun amarah yang timbul, rasanya tak perlu terlalu diikuti. Sebagai manusia yang dikaruniai akal dan hati yang sehat, gunakanlah sebaik mungkin.
Marah sesaat boleh. Benci pada yang menyakiti kita pun tak mengapa. Tapi kendalikanlah hatimu itu dengan akal sehat. Tak perlulah rasa benci itu kau jadikan alasan untuk melakukan balas dendam.
Revenge itu nggak pernah ada gunanya. Malah akan menimbulkan masalah lagi di atas masalah yang sudah ada. Masalahmu jadi semakin bertumpuk dan nggak akan pernah selesai-selasai.
Lantas, apa yang mesti dilakukan saat dikecewakan orang?
Yaa....BERSYUKUR saja.
?
?
Duuuh....kecewa kok malah bersyukur, sih???
.
.
Iya. Itulah jalan yang terbaik.
Syukuri saja bahwa kamu habis dijahatin orang.
Syukuri saja bahwa kamu baru saja dikecewakan.
Syukurilah apapun yang terjadi dalam hidupmu.
Jangan biarkan hatimu menghitam karena kejahatan yang dilakukan oleh orang lain. Kalau kamu membalas kejahatan orang lain dengan ganti menjahatinya, berarti tak ada bedanya kamu dengan si jahat. Jangan biarkan itu terjadi.
Merasa marah pada orang yang telah menyakiti itu wajar.
Merasa malu karena ikut terjerumus dalam kemaksiatan itu harus. Segeralah bertobat. Allah sangat mencintai hamba-Nya yang bertobat. Lalu bersyukurlah.
.
.
Bersyukur di saat terluka itu sulitnya bukan main. Tapi bukan tak mungkin dilakukan.
Caranya, MAAF-kanlah dulu dirimu sendiri. Maafkan dirimu yang mungkin telah teledor, hingga membuka pintu masuknya orang jahat ke dalam hidupmu.
Kalau kamu sudah berhasil maafkan dirimu sendiri, kamu akan mudah untuk memaafkan orang lain, meskipun orang yang telah menyakitimu itu tetap enggan meminta maaf. Dengan begitu, kamu sudah mendapat poin lebih dengan memaafkannya lebih dulu. Iya, kan?
Kamu pun jadi akan lebih mudah untuk bersyukur.
Bersyukur saja atas segala hal yang terjadi padamu.
Tanpa pernah melakukan kesalahan, mungkin kamu tak akan ingat, bagaimana caranya memohon ampunan.
Tanpa pernah melakukan kebodohan, mungkin kamu tak akan tahu caranya belajar menjadi baik.
Maka bersyukurlah atas kekecewaan yang kau alami.
Bersyukurlah karena Tuhan masih mau menegurmu.
Teruslah bersyukur. Supaya kamu tak lagi pernah tersungkur.

Ditulis Oleh:
Rara Radyanti

Maling Teriak Maling




Lain di bibir lain di hati adalah ungkapan yang kerap dipakai untuk menunjukan sifat munafik seseorang. Ada juga yang menyebutnya dengan sebutan orang bermuka dua.
Secara umum, orang yang bersifat munafik memilik ciri-ciri, yaitu bila berkata dia dusta, dan bila dipercaya dia khianat.
Tak hanya itu, masih banyak ciri-ciri lain yang bisa kamu pelajari untuk mengenali para munafikun ini, diantaranya adalah:
1. FUJUR
Fujur adalah sebutan bagi orang yang tidak dapat mengendalikan emosinya, selalu ingin menang sendiri, tidak pernah mau menerima dan mengakui kesalahannya, dan senang menunjukkan sikap yang berlebihan, bahkan melampaui batas dalam menekan lawan-lawannya.
Orang fujur adalah munafikun yang selalu merasa dirinyalah yang paling benar, tanpa pernah mau berkaca bahwa sebenarnya justru dirinya itu sendiri yang berkubang dalam kesalahan demi kesalahan.
2. RIYA
Yaitu, sombong dalam bersikap dan berbicara. Orang munafikun jenis ini senangnya dengan sengaja menampakkan kebaikan yang dilakukannya, demi mendapatkan simpati dan pujian dari orang lain. Di depan orang lain (baca: medsos) selalu berbicara tentang kebaikan, padahal aslinya sering mengingkari kebaikan. Malah kerap melakukan tindak asusila. 😱😱😱
3. Senang melihat orang susah dan susah ketika melihat orang senang. Orang munafikun ini merasa bahagia saat berhasil menyakiti orang yang dianggapnya sebagai lawan.
4. DENGKI
Orang munafik selalu iri dengan keberhasilan orang lain dan suka menghasut orang lain untuk ikut-ikutan merasa iri seperti rasa iri yang dia rasakan.
5. Selalu Merasa Khawatir dan Memiliki Banyak Siasat Jahat.
Orang-orang munafik kerap berbuat jahat secara diam-diam. Oleh karena itu, dia selalu merasa takut dan khawatir kalau-kalau ada orang lain yang akan menjahatinya juga. Ini kan wagu 😂
Orang munafik itu jiwanya tidak pernah tenang dan selalu berpikiran negatif terhadap orang lain, terutama terhadap orang-orang yang pernah terlibat masalah dengannya.
6. Suka Meyebarkan dan Melebih-lebihkan Aib Orang Lain.
Sifat munafik dengan kelakuan seperti ini sudah masuk kategori yang sangat parah.
Dia akan sangat senang manakala melihat sedikit saja kesalahan orang lain. Apalagi kalau orang lain itu adalah orang yang tidak disukainya. Secepat kilat dia akan menyebarkan kesalahan-kesalahan orang itu tanpa bertabayun secara langsung dengan yang bersangkutan. Kadangkala, apa yang dia sebarkan itu dia lebih-lebihkan dulu, bahkan di zaman kini, seringkali disertai dengan rekayasa teknologi.
Biasanya, orang yang bertingkah seperti ini, sebenarnya juga melakukan kesalahan yang hampir tak ada bedanya. Bisa jadi malah lebih kacau a.k.a parah. Sehingga hal ini tak ubahnya seperti MALING TERIAK MALING.
WASPADA saja. Berhati-hatilah dalam berbicara dan bertingkah laku, sehingga tidak menjadi bahan gunjingan dan fitnahan para munafikun ini.

Ditulis oleh:
Rara radyanti


ISTRI ATAU ANAK? MANA YANG AKAN ANDA DAHULUKAN?





Kemarin habis dari nganter anak les, saya belanja dulu ke supermarket. Selesai belanja, saya tengok jam kok nanggung amat. Kalau pulang, paling cuma sebentaran doang dan harus langsung pergi lagi buat jemput. Tapi kalau langsung jemput kok ya masih lamaa les-nya bubar. Akhirnya saya milih buat jajan bakso aja dulu di warung dekat tempat les...hee...he... (nah...pantes aja ini body melar melulu😅😄😄)
Sendirian aja saya mamam bakso di situ, sambil ngelus-elus hape.. (kebiasaan...😄😄)
Di depan saya, duduk satu keluarga kecil mirip keluarga saya, jumlahnya lima orang. Satu bapak, satu ibu dan tiga orang anak. Si Bapak bilang ke babang penjual, "Bang, baksonya empat."
Si babang bakso mengangguk, lalu langsung meracikkan pesanan.
Ada lima orang tapi cuma pesan empat. Dugaan saya, tiga buat anak-anaknya, dan yang semangkuk lagi buat Bapak dan Ibu. Semangkuk berdua, romantiis😊😊
Tapi kemudian saya mendengar istrinya berbisik ke suami, "Pak, nanti kan masih harus beli minyak sama sabun, entar kalau uangnya nggak cukup, gimana?"
Si Bapak kelihatan berpikir sebentar, lalu dipanggilnya lagi si babang penjual. "Bang, tiga aja baksonya, nggak jadi empat."
Si babang mengangguk, lalu mengembalikan satu mangkuk kosong ke tempatnya.
"Biar anak-anak aja yang makan bakso ya, Bu. Kita minum air putih aja."
.
.
Pernah menjumpai kasus seperti di atas? Atau mungkin malah pernah mengalami sendiri?
Sebagai orang tua, saya bisa memahami keputusan yang diambil sama si Bapak. Tapi terus terang, saya gemeees...
Bukan soal jumlah pesanan dikurangi yang bikin saya gemes, tapi ucapan si Bapak pada istrinya.
~Duh, ini si Bapak tega bener sama istrinya. Masak cuma dikasih air putih doang.~ Ini pikiran saya.
Dan mungkin Anda akan berpikiran sama dengan si Bapak. "Ya nggak apa sih, mbak. Istrinya pasti bakal paham dan ikhlas. Toh buat nyenengin anak."
Ya memang. Si istri pun tampak ikhlas dengan segelas air putih gratisan yang terhidang di depannya.
.
.
Coba seandainya si Bapak tadi menyerahkan ketiga mangkuk bakso yang dipesan kepada istrinya, pasti semua bakal kebagian.
Insting seorang istri sekaligus seorang ibu itu bakal bekerja dengan sangat baik ketika menjumpai hal yang seperti ini. (yang ngaku ibu tunjuk jari👆👆👆)
Bisa aja kan si ibu minjem dua mangkuk kosong ke si babang penjual, lalu membagi isi tiga mangkuk bakso tadi menjadi lima bagian.
Atau kalau malu minjem dua mangkuk kosong, minjem satu aja juga bisa diatur. Misalnya yang dua mangkuk dibagi tiga buat anak-anak. Terus yang semangkuk buat berdua suami istri. Kan adil dan romantiiis. Iya, kan???
Akhirnya suami istri itu cuma bisa ndlongop memandangi ketiga buah hatinya yang lagi mamam bakso dengan lahap. Dalam hati mereka pasti bahagia melihat anak-anaknya senang.
Iya, bahagia...tapi laper.
Mana itu anak-anak mereka juga pada cuek bebek, nggak ada yang peduli kedua orang tuanya ngelap iler melulu. Sama sekali nggak ada yang inisiatif ngasih sesuap dua suap buat orangtuanya nyicip.
Saya sampai nunggu, kalau-kalau saja salah satu anaknya ada yang perhatian nanya, "Bapak sama ibu kok nggak ikut makan?"
Duuuh...anak-anak zaman sekarang, empatinya banyak yang tumpul.
Ingin tahu kenapa peristiwa kayak gini aja sampai saya jadiin bahan tulisan??
Karena ini adalah tentang bagaimana seharusnya seorang suami membahagiakan keluarganya.
Di masyarakat kita, orang kalau sudah menikah dan punya anak, biasanya seluruh perhatian bakal sepenuhnya tercurah ke anak. Pokoknya semuanya buat anak.
Sebenarnya ini nggak salah. Anak memang adalah sebuah amanah besar yang harus dijaga dan dibahagiakan.
Tetapi, sebagai kepala keluarga, seorang Bapak semestinya paham bahwa yang harus dia jaga dan bahagiakan itu bukan cuma anak, tapi juga istri.
Kalau dulu pas awal-awal menikah, istri disayang-sayang, dimanja-manja, segala kebutuhannya diperhatikan. Giliran sudah ada anak, perhatian ke istri jadi berkurang. Kalau dulu tiap pulang kerja langsung nyium kening istrinya, setelah ada anak yang dicari-cari anaknya duluan. Dipeluk-peluk. Ditanya udah makan belum? Udah minum susu belum? Sementara kebutuhan istrinya nyaris nggak pernah ditanya.
Di pergaulannya, seorang Bapak sangat sering membangga-banggakan anaknya, tapi nyaris nggak pernah membanggakan istrinya. Bahkan ada lho yang merasa malu buat memperkenalkan istrinya, karena merasa tidak ada yang bisa dia banggakan. Miris, ya? Tapi ini fakta.
Istri juga kadang begitu, sih. Pas awal menikah, kalau suami pulang kerja semua udah disiapin. Setelah punya anak, boro-boro nyiapin air panas buat suaminya mandi, nyiapin air minumnya aja kadang suka lupa. Semua itu karena anak jadi lebih diutamakan.
Tapi, se-enggak perhatiannya seorang istri kepada suami, dia masih akan selalu membangga-banggakan suaminya. Dan nggak pernah merasa malu buat ngenalin suaminya ke lingkungan pergaulan mereka. Ya kan, Bu Ibu?😉😉😉
Bapak dan Ibu yang budiman, kehadiran anak dalam sebuah keluarga, semestinya sih tidak lantas membuat kasih sayang antar suami istri jadi menurun. Tapi kenyataannya, banyak yang seperti itu. Kenapa???
Ini yang harus kita cari pemecahannya bersama. Bersama pasangannya masing-masing, maksudnya..😊😊
Mau nanya sama para suami, nih. Menurut Anda, sebenarnya mana sih yang harus diutamakan?
Istri apa anak?
Menurut saya sih istri, lho...
Bukan karena saya seorang istri kalau saya berpendapat begitu.
Saya cuma ingin sedikit membuka mata hati Anda sedikit. Boleh, ya...
Duhai para suami, kenapa kok seorang istri itu sebaiknya lebih didahulukan kebahagiaannya daripada anak?
Jawabannya ini:
KARENA ISTRI ITU ADALAH CAHAYA DI DALAM BIDUK RUMAH TANGGA YANG ANDA BANGUN.
Kalau cahaya itu bersinar terus, rumah tangga Anda akan selalu hangat. Tapi kalau cahaya itu redup, rumah tangga Anda juga bakal jadi suram.
Nggak percaya???
Coba perhatikan.
Ketika istri Anda bahagia, hatinya akan selalu diliputi rasa syukur. Aura bahagia itu akan menular ke seluruh anggota keluarga yang lain.
Tapi begitu istri didera rasa sedih dan kecewa, seketika rumah menjadi suram.
Anda boleh berpikir anak yang harus lebih diutamakan, karena anak adalah darah daging Anda.
Anda sangat boleh berpikir bahwa Anaklah yang harus diutamakan, karena anak adalah amanah yang harus dijaga dan dibahagiakan.
Tetapi Anda juga harus pikirkan ini,
Siapa yang Anda pasrahi untuk merawat, menjaga, dan mendidik anak Anda?
Istri Anda, kan?
Apakah Anda ingin anak-anak Anda tumbuh dalam didikan istri Anda yang jiwanya tertekan dan sedih berkepanjangan karena hatinya tidak pernah Anda bahagiakan?
Tentu saja tidak, bukan?
Anda juga harus pikirkan ini,
Istri Anda adalah orang yang Anda ambil (dilamar baik-baik maksudnya😊😊) dari kehangatan kasih kedua orang tuanya. Tegakah Anda membuatnya tidak diliputi kehangatan lagi?
Jangan biarkan hati istri Anda diliputi sepi, supaya dia tidak melupakan bagaimana caranya bersyukur.
Istri yang bahagia akan membuat anak-anak Anda pun tumbuh menjadi pribadi yang bahagia dan pandai bersyukur.
Kebahagiaan keluarga yang Anda bangun sangat tergantung pada kebahagiaan istri Anda.
Dan buat sahabatku para istri, ketika berbagai cara telah diusahakan tetapi suami tak juga menyadari pentingnya mengutamakan kebahagiaan kita, maka usahakanlah sendiri.
Buatlah diri kita bahagia.
Ciptakan bahagia kita sendiri, tentu saja secara sewajarnya saja.
Karena kita adalah cahaya keluarga, jangan biarkan cahaya itu redup.
Ketika kita kecewa dan merasa jatuh, segeralah bangkit.
Pancarkan lagi cahaya kita.
.
.
Tulisan dari emak bahagia Rara R yang ingin semua emak juga bahagia, supaya tercipta keluarga-keluarga bahagia.
Aamiin.

KADUNG SELINGKUH

Selingkuh adalah salah satu bentuk pengingkaran. Tidak ada seorang pun yang suka diingkari. Pun juga dengan mengingkari. Mengingkari ...