Langsung ke konten utama

Wanita Mulia Menghiasi Diri dengan Rasa Malu


Wanita Mulia, Menghiasi Diri dengan Rasa Malu

Jika laki-laki lebih mengedepankan akal daripada perasaannya, wanita berperilaku sebaliknya. Mereka cenderung mendahulukan perasaannya ketimbang akal sehatnya. Kecenderungan ini membuat wanita mempunyai tabiat rasa malu yang lebih besar daripada lelaki. 

Namun, rasa malu yang sebaiknya di kedepankan tentu saja rasa malu yang dapat memotivasi seorang wanita untuk senantiasa meninggalkan perbuatan buruk, serta menghindari hal-hal yang bisa merugikan orang lain, ya.

Di dalam jiwa seorang wanita muslim, hendaklah memiliki rasa malu yang tidak hanya sebatas kepada sesama manusia, tetapi lebih utama jika rasa malunya itu karena malu kepada Allah SWT. Kalau rasa malu hanya kepada sesama manusia, biasanya sih, manusia tersebut hanya akan meninggalkan tindakan buruk di saat ada orang lain yang menyaksikan. Tetapi, jika merasa malu karena Allah, maka kapan saja dan di mana saja, perilakunya akan selalu terkontrol. Hal ini karena akhlak baik telah terbentuk dan sadar betul bahwa Allah itu maha tahu. Dengan rasa malu ini, diharapkan seorang muslimah dapat menjaga diri serta kehormatannya.

Namun sayangnya, pada saat ini, dimana media sosial sangat mudah diakses, kebebasan berbicara seakan menjadi tidak terbendung lagi. Meskipun sudah ada Undang-undang ITE yang diharapkan dapat membatasi menyebarnya berita hoaks, nyatanya masih saja tidak membuat para pengguna media sosial mengerem postingan-postingan mereka yang mengandung provokasi. Dan sangat disayangkan, banyak dari pelaku-pelaku hal tersebut adalah para wanita. Sebagai sesama wanita, tentu saja saya sedih sekali.

Sungguh sangat disayangkan, ya, banyak wanita yang jadi tidak menyadari betapa berharganya dirinya, sehingga mereka berperilaku merendahkan dirinya dengan menanggalkan rasa malu. Para wanita ini seakan lupa dengan pepatah, mulutmu harimaumu, dan jemarimu belatimu.

Apakah hal ini terjadi karena banyak wanita yang mulai tergerus rasa malunya?

Kalau iya, apakah yang menyebabkan hal-hal seperti ini bisa terjadi?

Bisa jadi, hilangnya rasa malu tersebut disebabkan karena lemah atau bahkan hilangnya kontrol sosial seseorang. Bisa juga karena terpapar oleh pengaruh pergaulan yang sudah lemah atau hilang rasa malunya. Naudzubilah.

Hilangnya rasa malu seseorang juga sangat bisa terjadi akibat jungkir baliknya norma-norma di masyarakat. Misalnya, dari hal yang tadinya dianggap tidak sopan jadi dianggap biasa saja. Atau karena hal yang tadinya dianggap tabu jadi tidak ditabukan lagi, dan lain sebagainya.

Hilangnya rasa malu juga bisa terjadi akibat dari perilaku buruk yang dilakukan secara berulang-ulang, tetapi tidak dikenakan sanksi, sehingga tidak menimbulkan efek jera. Tetapi yang pasti, hilangnya rasa malu terjadi akibat lemahnya akidah dan iman seseorang. Sahabat, ingatlah, merasa diri telah sangat beriman itu justru pertanda lemahnya iman, lho.

Sahabat-sahabat wanitaku, ingatlah selalu bahwa Allah telah menjadikan rasa malu sebagai bagian dari iman. Dan rasa malu pada wanita adalah mahkota keimanannya. Rasa malu adalah bagian terpenting yang membentuk ketakwaan manusia beragama, karena rasa malu sangat terkait dengan etika dan moral seseorang. Rasa malu yang ada pada diri wanita adalah hal yang membuat dirinya dihormati dan dimuliakan.

Sebagai seorang muslimah, kita harus senantiasa menjaga rasa malu, agar tidak terjatuh pada sikap ekstrem yang akhirnya hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain. 

“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak, dan akhlak islam itu adalah rasa malu.” HR Ibnu Majah.

Rasulullah Saw dalam sabdanya pernah menjelaskan bahwasanya ada dua macam rasa malu, yaitu rasa malu yang bersumber dari pemikiran rasional dan rasa malu yang muncul dari kebodohan manusia. Rasa malu yang bersifat rasional pada dasarnya adalah ilmu, sementara rasa malu yang berasal dari kebodohan adalah jahl. (Kafi, jilid 2 hal.106)

Rasa malu yang bersifat ilmu, misalnya: malu melakukan perbuatan dosa atau bisa juga rasa malu ketika berada di hadapan orang yang dihormati. Sifat-sifat malu seperti ini menunjukkan sikap yang bijak.

Sedangkan rasa malu yang besumber kebodohan, misalnya: malu menanyakan hal-hal yang tidak diketahuinya, malu untuk belajar ibadah, dan sebagainya yang merugikan dirinya sendiri. Sifat-sifat malu seperti ini memiliki esensi negatif dan menunjukkan kelemahan jiwa, sehingga mencegah kemajuan seseorang. Tentu saja, hal tersebut dapat menyebabkan seseorang jadi tertinggal di berbagai bidang kehidupan. Rugi sekali, kan?

Lalu, bagaimana cara yang dianjurkan agar sebagai muslimah dapat senantiasa menjaga rasa malu?

1. Senantiasa merasa malu pada Allah.
Seperti pada sabda Rasulullah Saw, “Malulah kepada Allah sebagaimana kamu merasa malu kepada tetangga yang baik. Karena malu kepada Allah akan meningkatkan keyakinan.”

2. Merasa malu pada diri sendiri.
Dengan demikian, rasa malu tersebut dapat menjadi pengawas bagi dirinya, sehingga membuat orang tersebut akan menjauhi perbuatan yang tidak seharusnya dilakukan.

Sahabat-sahabat wanita di mana pun Anda berada, dengan senantiasa menjaga rasa malu kepada Allah dan juga kepada diri sendiri, maka seseorang akan merasa malu melakukan hal-hal yang buruk, baik itu hal buruk yang dapat merugikan orang lain maupun dirinya sendiri. Tahan diri, tahan lisan, tahan jemari untuk melakukan hal-hal yang tidak sepantasnya Anda lakukan. Ingat keluarga, sahabat, dan orang-orang yang kita kasihi. Kalau Anda mendapat malu karena ulah Anda sendiri, mereka juga akan ikut menanggung malu.

Semoga kita semua terhindar dari hilangnya rasa malu pada diri dan dapat memuliakan diri dengan senantiasa menjaga rasa malu.


Rara radyanti
#Wanita
#menjagarasamalu










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yati "Sum Kuning" Surachman, Legenda Hidup Indonesia

Anak muda zaman now mungkin kurang familiar dengan nama Yati Surachman. Karena era kejayaan pemain seni peran ini memang sudah berlalu. Namun demikian, Yati sebenarnya masih tetap aktif meskipun usianya kini telah senja. Hingga kini, beliau masih ‘wara-wiri’ di beberapa sinetron tanah air, meskipun bukan sebagai pemeran utama.
Yati Surachman sudah mulai berakting sejak tahun 70-an. Beberapa film yang ikut dibintanginya di tahun 70-an, antara lain Inem Pelayan Seksi, Ateng Pendekar Aneh, Binalnya Anak Muda, Gita Cinta dari SMA, dan masih banyak lagi.
Namanya mencuat seiring dengan kesuksesannya memerankan tokoh “Sum Kuning” dalam film “Perawan Desa”. Berkat aktingnya di film tersebut, Yati menyabet penghargaan sebagai The Best Actress dalam Festval Film Asia Pasifik. Film tersebut sempat dilarang tayang karena diangkat dari kisah nyata, yaitu tentang pemerkosaan yang dialami seorang gadis penjual telur oleh sekawanan pemuda anak pejabat kaya di Yogyakarta.
Saya mengenal Yati Surachman saa…

ISTRI ATAU ANAK? MANA YANG AKAN ANDA DAHULUKAN?

Kemarin habis dari nganter anak les, saya belanja dulu ke supermarket. Selesai belanja, saya tengok jam kok nanggung amat. Kalau pulang, paling cuma sebentaran doang dan harus langsung pergi lagi buat jemput. Tapi kalau langsung jemput kok ya masih lamaa les-nya bubar. Akhirnya saya milih buat jajan bakso aja dulu di warung dekat tempat les...hee...he... (nah...pantes aja ini body melar melulu๐Ÿ˜…๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„) Sendirian aja saya mamam bakso di situ, sambil ngelus-elus hape.. (kebiasaan...๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„) Di depan saya, duduk satu keluarga kecil mirip keluarga saya, jumlahnya lima orang. Satu bapak, satu ibu dan tiga orang anak. Si Bapak bilang ke babang penjual, "Bang, baksonya empat."
Si babang bakso mengangguk, lalu langsung meracikkan pesanan. Ada lima orang tapi cuma pesan empat. Dugaan saya, tiga buat anak-anaknya, dan yang semangkuk lagi buat Bapak dan Ibu. Semangkuk berdua, romantiis๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š Tapi kemudian saya mendengar istrinya berbisik ke suami, "Pak, nanti kan masih harus beli minyak …

KETIKA ANAK KITA MENJADI KORBAN BODY SHAMING

"Bunda, Adek ni jelek ya, Bunda?" "Ya enggak lah. Adek cantik." "Tapi temen Adek bilang kalau Adek jelek."
Lalu meluncurlah cerita-cerita pembully-an yang dilakukan oleh teman-temannya (kebanyakan sih yang laki-laki).
"Adek dikatain item, kiting, jelek!" ucapnya dengan raut sedih.
Deg!! Apalagi saya, ibunya. Jauuuh lebiih sediih. Rasanya pengen marah dan memaki-maki anak yang meledek gadis kecil saya.
"Siapa nama temen Adek yang bilang begitu? Anaknya siapa?" Pertanyaan itu nyaris keluar dari mulut saya, tapi untunglah masih bisa saya tahan.
Saya nggak ingin anak saya tumbuh menjadi seorang pembenci.
Kemudian saya raih tubuhnya, saya tatap matanya, dan saya elus kedua pipinya.
Hal pertama yang harus saya lakukan adalah membuatnya bisa menerima kondisi dirinya dengan baik. "Rambut Adek kan memang keriting, tapi Adek cantik dengan rambut seperti itu. Banyak lho, orang yang kepengen rambutnya dikeriting."
Lalu saya ceritakan bahwa se…

BALAS DENDAM TIDAK AKAN PERNAH BISA MENYELESAIKAN MASALAH

"Sekuat apapun kita menolak, yang ditakdirkan datang ke dalam hidup kita, akan tetap datang."
Seperti manusia-manusia keji itu... Sekuat apapun kita berusaha menghindari, kalau takdir mengharuskan mereka hadir dalam kehidupan kita, ya pasti akan datang. Seperti jamak kita ketahui, semakin hari, semakin banyak serigala-serigala berbulu domba di ladang kehidupan kita. Mereka itu lah manusia-manusia berhati iblis, yang tega menghancurkan dan meremukkan hati saudaranya sendiri.
Ada tukang tipu, tukang fitnah, tukang adu domba, tukang cabul, maling, pembunuh๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ
yang bebas berkeliaran dengan korban-korban yang tak berani melakukan perlawanan. Sedih, terpuruk, kalut, dan putus asa, adalah wujud kekecewaan yang pasti dirasakan, ketika kita telah diperdaya oleh manusia-manusia iblis itu.
Apalagi kalau kita sampai dijerumuskan untuk ikut melakukan kemaksiatan itu. Oh, no...๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ Kalau kamu masih punya hati, ketika tersadar dari melakukan kesalahan, pasti bakal timbul perasaan men…

Temukan Cantikmu Bersama Zalfa Miracle

Kecantikan adalah hal yang sangat penting bagi setiap wanita, meskipun masing-masing memiliki makna cantiknya sendiri-sendiri. Biasanya, hal yang memengaruhi pemaknaan akan arti kecantikan bagi seorang wanita adalah pengaruh dari lingkungan sekitar, terutama keluarga, status ekonomi, tingkat Pendidikan, jenis pekerjaan, dan perbedaan umur.
Biasanya, cantik itu identik dengan sesuatu yang indah dan menarik. Untuk itulah, banyak wanita berlomba-lomba mewujudkan dengan mendatangi berbagai klinik kecantikan untuk sekedar melakukan treatment kecantikan. Bahkan, ada yang sampai melakukan tindakan medis secara radikal demi mewujudkan apa itu cantik.
Beberapa wanita, karena cukup banyak kesibukan yang menyita waktunya, tetap bisa kok merawat sendiri kecantikannya, tentu saja dengan bantuan produk kecantikan.  Saat ini, ada beragam jenis produk kecantikan yang beredar di pasaran. Kita sebagai konsumen harus cerdas memilih agar terhindar dari berbagai resiko yang berbahaya. Untuk itu, agar tidak s…