Selasa, 17 Desember 2019



Bersuami tapi Rasa Menjanda



"Kalau suami tidak memberi nafkah, istri berhak untuk tidak menaatinya."
Ibu itu mengirimiku link youtube kajian seorang ustad.

Lalu kubuka link-nya, di sana, dijelaskan bahwa secara syariat, memang demikian adanya. Tapi juga bukan berarti pembenaran untuk melakukan perlawanan.

"Saya bukan istri nyebelin, mbak. Tapi saya sebal karena selalu dianggap salah."
Ibu itu mengajak saya membahas tulisan saya yang saya beri tajuk "Jangan jadi Istri Nyebelin".

Kemudian mengalirlah cerita tentang apa yang menimpa rumahtangganya. Tentang bagaimana sang suami memaksanya untuk turut bekerja mencari nafkah, karena "katanya" penghasilan suami hanya cukup untuk membayar utang. Padahal selain gaji, si suami memiliki pendapatan lain.
Si ibu pun berwirausaha untuk bisa mencukupi kebutuhan rumahtangga.
Selain bekerja, pekerjaan-pekerjaan rumahtangga tetap harus dia kerjakan sendiri, sementara sang suami tak pernah membantunya sama sekali.
Ditambah lagi, dia masih harus mengurusi semua kebutuhan anak, mulai dari urusan di rumah, hingga sekolahnya.
Dan yang paling menyakitkan, si ibu selalu disalahkan. Masak nggak enak, salah. Nilai anak jelek, salah. Uang nggak cukup, salah. Dibilang boros lah, kurang sedekah lah, dan sebagainya.
Bisa dibayangkan, betapa lelahnya si ibu. Ya lelah fisik, juga lelah hati.
Kalau sudah seperti itu, siapa yang nyebelin?
Si ibu ini bersuami, tetapi merasa seperti janda. Apa-apa harus dikerjakannya sendiri.

Lalu, saya sampaikan pada si ibu, tentang sebuah kisah di zaman nabi. Saya lupa nama-namanya, tetapi dulu nabi juga pernah mendapat keluhan hampir serupa, dan Beliau memberikan dua pilihan.
Pertama, istri berhak menggunggat cerai pada suami yang tidak menafkahinya.
Kedua, tetap bekerja menafkahi keluarga, dan akan mendapatkan pahala dobel, yaitu pahala menaati suami dan pahala sedekah.

Ibu itu mengirimkan emoticon tangisan berkali-kali.
Hati ini ikut sedih.

"Mbak, saya mencintai suami, apalagi anak-anak. Kendati tidak bahagia, saya memilih pilihan kedua. Tapi saya nggak bisa ikhlas kalau selalu disalah-salahkan. Rasanya semua pengorbanan saya seperti nggak dihargai sama sekali."

"Ibu, tetaplah menjadi istri yang baik. Perbanyak istighfar, perbanyak tahajud. Mohonlah hanya pada-Nya, agar melembutkan hati suami."
Hanya kalimat itu yang bisa kusampaikan untuk menguatkan si ibu.
.
.

Ah, betapa membina rumahtangga itu tak pernah ada yang mudah. Semua memiliki permasalahannya masing-masing.
Tetapi, sebenarnya, ada satu kunci yang bisa membuka jalan bagi terciptanya keluarga yang sakinah dan minim masalah, yaitu memahami dan menunaikan hak dan kewajiban masing-masing sebagai suami dan istri.
.
.
.
#muhasabahdiri
#notetoself
#reminder






Kenapa Laki-laki Susah Sekali Mengakui Kesalahan



Kenapa Laki-laki Susah Sekali Mengakui Kesalahan?



Bagi laki-laki, mengakui kesalahan itu tak ubahnya seperti manusia lemah. Ketika hal itu dilakukan, ia akan merada menjadi orang yang kalah.
Kalaupun akhirnya ia bersedia melakukannya, biasanya disertai dengan embel-embel, "tapi ...".
Kenapa?
Karena di dalam lubuk hatinya, ia tak ingin dikalahkan.
Inilah yang membuat laki-laki begitu sulit menundukkan egonya.


Tapi sayangnya, pernikahan bukanlah kompetisi. Di mana akan ada yang menang dan ada yang kalah.
Pernikahan juga bukan sebuah persidangan. Di mana yang salah harus dihukum.
Pernikahan adalahsebuah komitmen, dalam sebuah perjalanan panjang mengarungi bahtera kehidupan. Di dalamnya, kata " maaf" adalah sebuah bahasa cinta. Maka ketika harus disampaikan, sampaikanlah tanpa "tapi ...". Sampaikanlah tanpa harus mendetailkan siapa yang paling salah dan siapa yang paling benar.

Pasanganmu bukan sainganmu. Dia  pendampingmu, yang akan bersamamu dalam suka dan duka.




#goresanpenaRara
#Lukat
#novelRara

Selasa, 10 Desember 2019

JANGAN JADI ISTRI NYEBELIN






Menjaring jawaban tentang apa yang membuat istri tampak menyebalkan di mata suami dan sebaliknya, apa yang membuat suami tampak menyebalkan di mata istri, yang kejaring kebanyakan jawaban-jawaban dari para istri.

Entahlah, apakah karena laki-laki memang banyak nyebelinnya, ataukah karena wanita lebih mudah menumpahkan uneg-uneg-nya?
Hi ... Hi ....

Ngomong-ngomong soal sifat menyebalkan ini, bener banget kata bulikku, bahwa tiap pasangan pasti punya sisi menyebalkannya masing-masing. Tetapi, demi sebuah kebersamaan, ya masing-masing mesti bisa saling menerima dan mesti sama-sama setuju untuk hidup bersama dengan hal itu. Ini yang dinamakan dengan menjaga komitmen.
.
.
Saya menikah "baru" mau 19 tahun. Masa-masa sebel sama kelakuan suami itu sudah lama lewat. Yaa ... meskipun masih kambuhan juga, sih, tapi udah jarang banget. Udah paham banget sama beliau sak njobo njerone 😊😊

Sakjane, yo ... Kalau kita ini "eling" bahwa Gusti Allah itu memberikan kenikmatan yang sangat banyak bagi para istri, hambok bojo kita nyebelinnya kayak apa, pasti bisa nrimo, kok. Dan, "nrimo" itu bakal bikin kita "lego" lho ... Yakinlah.
Ndak caya??
Coba ceki-ceki beberapa hadis ini,

" Makanan yang disediakan oleh istri kepada suami adalah lebih baik dari istri itu mengerjakan ibadah haji dan umroh." (HR Anas bin Malik)
Nggak perlu jauh-jauh ke tanah suci, cukup masak buat suami, pahalanya sama. Penak, to?
Nek lagi sayah, sekali sekali tumbas matengan yo nggak apa, sih. Itung-itung berbagi rezeki sama bakul sayur masak😉😉

Kemudian ada juga sabda nabi yang diriwayatkan oleh Ibnu mas'ud, "Apabila seorang wanita mencucikan pakaian suaminya, maka Allah menetapkan baginya seribu kebaikan, mengampuni seribu kejelekannya, mengangkat baginya seribu derajat, dan seluruh apa saja yang terkena sinar matahari memohonkan ampun padanya."
Nah, Bu, ngumbahi klambine bojo kuwi pahalane menggiurkan. So, meskipun ada laundry, klambine mas bojo sebisa mungkin tak cuci sendiri. Liannya, eh, lainnya dipasrahke wong lain nggak apa ..he...hee....

Terus ada lagi, masih dari Ibnu Mas'ud, "Sekali suami minum air yang disediakan oleh istrinya, adalah lebih baik dari berpuasa setahun."
Eleh ...eleh ... Berapa kali dalam sehari kita nyiapin minum buat suami? Kalau dihitung, kita udah dapet pahala puasa selama ratusan bahkan ribuan tahun puasa.
Nikmat mana lagi yang hendak kau dustakan, Bu?

Lagi ... "Tidak akan putus ganjaran dari Allah kepada seorang istri yang siang dan malamnya menggembirakan hati suami."
Uiiih ... "ena ena" aja ada pahalanya loh, Bu. Masak nggak mau?😉
Etapi, jangan juga menganggap kalau menggembirakan suami itu hanya dengan cara "ena ena" saja. Patuh sama suami, nggak nggresulo, bisa menjaga penampilan, itu sudah sangat bisa menggembirakan suami, lho.

Lagiii ... "Pemeliharaan yang baik terhadap anak-anak adalah menjadi benteng neraka. Pandangan yang baik dan harmonis terhadap suami adalah tasbih (zikir)"
Puenak yo, Bu. Kalau suami harus komat kamit ratusan kali buat dapetin pahala zikir, kita cukup bersikap romantis saja sama suami, udah dapet pahala zikir. Apalagi dengan momong anak, insyaallah kita nggak keceblung neraka karena udah dibentengi.

Kemudian, dari HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Al Hakim, "Seorang istri yang mati, sedangkan suaminya ridho kepadanya, maka ia akan masuk surga."
Sungguh nikmat yang tak terbantahkan ya, Bu.

Masih banyak hadis yang mengisahkan nikmat-nikmat yang bakal diperoleh seorang istri dengan berbuat baik terhadap suaminya.
.
.

Kalau ada yang ngatain kita ini koyo cah cilik, gampang diiming-imingi pahala, jarno wae, Bu. Biarkan saja. Kenyataannya, kita hidup di dunia ini memang hanya buat mampir nabung sebanyak-banyaknya pahala, kok. Karena hanya itu yang bisa kita gunakan buat menyelamatkan diri kita di hari pembalasan nanti. (menurut pemahamanku, sih, nggak tahu kalau dia.)
Dan kalau diibaratkan buah, pahala itu teng gemandul banyak sekali di sekitar kita, sangat mudah kita petik, cukup hanya dengan menjadi istri yang baik. Penak, to?
.
.
.
Bu ibu sahabat-sahabatku yang budiman, menjalani peran sebagai istri itu memang tidak pernah mudah. Apalagi buat yang masih baru-baru nikah, wong yang sudah lama nikah saja masih sering kesulitan, kok.

Tak perlu juga mati-matian berusaha menjadi istri yang sempurna. Cukuplah menjadi istri yang baik dan tidak menyebalkan saja. Lagi pula, kita ini memang nggak bisa mencapai kesempurnaan, kok. Kan, kesempurnaan itu hanya milik Allah, sedangkan kita, hanya punya kesemprulan ...hee ...he....

#celotehrara
#notetoself
#janganjadiistrinyebelin

KADUNG SELINGKUH

Selingkuh adalah salah satu bentuk pengingkaran. Tidak ada seorang pun yang suka diingkari. Pun juga dengan mengingkari. Mengingkari ...