Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2019
Bersuami tapi Rasa Menjanda



"Kalau suami tidak memberi nafkah, istri berhak untuk tidak menaatinya."
Ibu itu mengirimiku link youtube kajian seorang ustad.

Lalu kubuka link-nya, di sana, dijelaskan bahwa secara syariat, memang demikian adanya. Tapi juga bukan berarti pembenaran untuk melakukan perlawanan.

"Saya bukan istri nyebelin, mbak. Tapi saya sebal karena selalu dianggap salah."
Ibu itu mengajak saya membahas tulisan saya yang saya beri tajuk "Jangan jadi Istri Nyebelin".

Kemudian mengalirlah cerita tentang apa yang menimpa rumahtangganya. Tentang bagaimana sang suami memaksanya untuk turut bekerja mencari nafkah, karena "katanya" penghasilan suami hanya cukup untuk membayar utang. Padahal selain gaji, si suami memiliki pendapatan lain.
Si ibu pun berwirausaha untuk bisa mencukupi kebutuhan rumahtangga.
Selain bekerja, pekerjaan-pekerjaan rumahtangga tetap harus dia kerjakan sendiri, sementara sang suami tak pernah membantunya sama sekali…

Kenapa Laki-laki Susah Sekali Mengakui Kesalahan

Kenapa Laki-laki Susah Sekali Mengakui Kesalahan?



Bagi laki-laki, mengakui kesalahan itu tak ubahnya seperti manusia lemah. Ketika hal itu dilakukan, ia akan merada menjadi orang yang kalah.
Kalaupun akhirnya ia bersedia melakukannya, biasanya disertai dengan embel-embel, "tapi ...".
Kenapa?
Karena di dalam lubuk hatinya, ia tak ingin dikalahkan.
Inilah yang membuat laki-laki begitu sulit menundukkan egonya.


Tapi sayangnya, pernikahan bukanlah kompetisi. Di mana akan ada yang menang dan ada yang kalah.
Pernikahan juga bukan sebuah persidangan. Di mana yang salah harus dihukum.
Pernikahan adalahsebuah komitmen, dalam sebuah perjalanan panjang mengarungi bahtera kehidupan. Di dalamnya, kata " maaf" adalah sebuah bahasa cinta. Maka ketika harus disampaikan, sampaikanlah tanpa "tapi ...". Sampaikanlah tanpa harus mendetailkan siapa yang paling salah dan siapa yang paling benar.

Pasanganmu bukan sainganmu. Dia  pendampingmu, yang akan bersamamu dalam suka dan…

JANGAN JADI ISTRI NYEBELIN

Menjaring jawaban tentang apa yang membuat istri tampak menyebalkan di mata suami dan sebaliknya, apa yang membuat suami tampak menyebalkan di mata istri, yang kejaring kebanyakan jawaban-jawaban dari para istri.

Entahlah, apakah karena laki-laki memang banyak nyebelinnya, ataukah karena wanita lebih mudah menumpahkan uneg-uneg-nya?
Hi ... Hi ....

Ngomong-ngomong soal sifat menyebalkan ini, bener banget kata bulikku, bahwa tiap pasangan pasti punya sisi menyebalkannya masing-masing. Tetapi, demi sebuah kebersamaan, ya masing-masing mesti bisa saling menerima dan mesti sama-sama setuju untuk hidup bersama dengan hal itu. Ini yang dinamakan dengan menjaga komitmen.
.
.
Saya menikah "baru" mau 19 tahun. Masa-masa sebel sama kelakuan suami itu sudah lama lewat. Yaa ... meskipun masih kambuhan juga, sih, tapi udah jarang banget. Udah paham banget sama beliau sak njobo njerone 😊😊

Sakjane, yo ... Kalau kita ini "eling" bahwa Gusti Allah itu memberikan kenikmatan yang s…