Rotasi Rezeki dan Hawa Nafsu Manusia


 

Rotasi Rezeki dan Hawa Nafsu Manusia


Allah telah menjamin rezeki bagi setiap umatnya. Semua kebagian. Enggak seperti bantuan pemerintah yang masih kerap salah sasaran. Rezeki dari Allah enggak pernah nyasar. Tak ada satu pun yang luput dari pemberian-Nya. Ibarat kata, kita enggak usah kerja pun, kebutuhan-kebutuhan kita udah dijamin. Misalnya pas kita sakit sampai enggak bisa pergi kerja, kita tetep dapet rezeki. Misalnya, dari orang-orang yang merasa iba atau orang yang datang membezuk.

Kalau sudah terjamin begitu, lantas, buat apa berpayah-payah kerja? Toh, rezeki sudah diatur dan kita pasti dapet, kan?

Yee ... Emang ngana binatang? Kucing aja musti ngeong-ngeong ke orang dulu biar dikasih makan. Itu namanya ikhtiar. Ber-USAHA. 

Allah menyampaikan rezeki kepada makhluk ciptaan-Nya memang ya melalui perantara. Enggak langsung mak "cring" kayak sulap. Contohnya ya si kucing tadi. Dia dapet makan dari tangan manusia. 

Rezeki untuk kita, manusia ini pun sudah diatur sama Allah, didistribusikan oleh malaikat pembawa rezeki, dan diberikan melalui tangan-tangan manusia kepada manusia-manusia lainnya. Ini yang dinamakan dengan ROTASI REZEKI.

Namun, yang namanya manusia, pasti punya HAWA NAFSU yang berwujud keinginan-keinginan. Ada yang ingin punya rumah mentereng bak istana raja, ingin punya kendaraan mewah, ingin punya perhiasan, ingin bisa tamasya melanglang dunia, dan lain sebagainya. Nah, untuk menuruti hawa nafsunya ini, manusia kudu mengusahakannya sendiri. Di sinilah QS Ar-Ra'd: 11 berlaku pada kita, 

" Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri."

Jadi, kalau kita ingin ada perubahan "rezeki" dalam kehidupan kita, ya mesti berusaha lebih, memaksimalkan potensi akal, fisik, dan iman yang telah Allah berikan.

Jangan menjadi seperti kucing yang manja. Dari zaman diciptakan, hingga saat ini, kucing enggak pernah bisa belanja sendiri, juga enggak bisa nyiptain teknologi canggih buat mempermudah hidupnya. Itu karena Allah enggak kasih akal pikiran buat kucing, makanya semua kebutuhannya dicukupi oleh Allah melalui perantara makhluk-Nya yang lain.

Tapi, sayangnya ada juga manusia yang lantas kebablasan dalam berkinginan dan berusaha. Mereka menggapai rezeki kepada selain Allah. Misalnya dengan mendatangi dukun dan meminta jimat penglaris atau mencurangi lawan bisnisnya dengan ilmu hitam. Astaghfirullah. Kalau yang macam ini namanya syirik, ya. Sama saja dengan menyekutukan Allah. Dosanya naudzubilah, enggak bakal terampuni.

Apakah manusia-manusia yang menempuh jalan seperti ini rezekinya dari setan?

Oh, tentu tidak. Yang namanya rezeki, pastilah dari Allah. Hanya saja, jalan yang ditempuh yang tidak bakal diridhoi oleh Allah. 

Tapi, kenapa Allah kasih rezeki yang tampak "aduhai" kepada manusia-manusia seperti itu? 

Ya. Ini adalah salah satu cara Allah memberikan ujian bagi hamba-Nya.

Apakah manusia bisa bertahan dengan kesederhanaan, hidup qonaah dan bijak memilah antara kebutuhan dan keinginan? Ataukah ingin terus berburu harta bahkan kalaupun harus dengan menghalalkan berbagai cara?


Ah, kenapa kita tak berpegang teguh pada Al -Quran saja. 

"Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya dan mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." QS Ath-Thalaq:3


Percayalah. Allah lebih tahu, mana yang terbaik untuk hamba-Nya. Kondisi sederhana, tentu baik bagi kita. Kondisi kaya, tentulah lebih baik lagi. Semuanya itu tidak akan terus menerus terjadi pada kita, kok. Lihat saja, di masa pandemi ini, ada orang kaya yang tiba-tiba jatuh miskin. Ada yang tadinya bisnisnya sepi, karena kondisi sedang wabah malah jadi ramai orderan. Ini juga sebuah ROTASI REZEKI. Akan selalu ada masa di mana kita akan memiliki harta yang cukup, harta yang berlebih, dan harta yang kurang. Yang penting, dalam kondisi apapun, jangan pernah lupakan SYUKUR.


Tafakur

Muhasabah diri

@Rara radyanti


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yang Bisa Kamu Lakukan Agar Tidak Bosan Saat Harus Menunggu

Yati "Sum Kuning" Surachman, Legenda Hidup Indonesia

KETIKA ANAK KITA MENJADI KORBAN BODY SHAMING