Senin, 14 Oktober 2019

Istri adalah Tanggungjawab Suaminya




Istri adalah Tanggungjawab Suaminya


Setelah ijab kabul diucapkan, tanggung jawab terbesar suami sebagai pemimpin keluarga adalah, “Bagaimana menyelamatkan istrinya dari siksa api neraka.” Dengan kata lain, begitu menyandang gelar “suami”, laki-laki berkewajiban mendidik istrinya, baik itu mendidik perilakunya, maupun akhlaknya.

Kenapa?

Karena sejak saat itulah suami mulai menanggung dosa-dosa istrinya. Di akhirat nanti, para suami akan ditanyai tentang istrinya dan dimintai pertanggungjawaban atas orang yang kini dipimpinnya itu.

***


Demikian saya dengar dari seorang ustadz di salah satu channel religi sebuah stasiun radio. Sang ustadz mencontohkan cara Rasulullah mendidik istrinya. Salah satu contohnya, yaitu dengan mendidik Aisyah untuk tidak pelit. Dengan demikian, Aisyah pun menjadi orang yang dermawan. Dengan didikan dari Rasulullah, Aisyah jadi paham bahwa dengan bersedekah, hartanya tidak akan pernah berkurang.

Rasulullah juga mendidik istrinya untuk rajin melaksanakan qiyamul lail. Beliau selalu membangunkan istrinya untuk melaksanakan sholat malam.
Sebagai umat nabi Muhammad SAW, para suami pun hendaknya mencontoh beliau. Sesibuk apapun, biasakanlah untuk selalu mengecek kualitas dan kuantitas ibadah istrinya. Selain ibadah wajib, ingatkan ibadah sunahnya. Misalnya,
“Sudah sholat dhuha belum, Bunda?”
“Sudah baca quran belum, Ma?”
“Jangan lupa zikirnya, Umi.”
Ingatkan juga, sudah meng-qodo puasanya, belum? Kan wanita pasti ada bolong-bolongnya tuh pas puasa ramadan.

Didiklah istri dengan cinta dan kasih sayang. Jangan sekali-kali mendidiknya dengan kekerasan. Istri Anda memang milik Anda, tapi tubuhnya adalah miliknya, hatinya pun tetap menjadi miliknya sendiri.

Banyak sekali tuntunan membimbing dan mendidik istri yang baik dan benar sesuai dengan perintah Allah di dalam Al quran. Mulai dari sindiran, teguran halus, memisahkan ranjangnya, hingga pukulan ringan yang tidak melukai. Semua ada aturannya dan dimaksudkan untuk mendidik istri.

Suami yang baik juga semestinya mengetahui dengan siapa saja istrinya bergaul dan berinteraksi, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Hal ini bukan untuk mengekang, tetapi untuk mengontrol. Nggak ingin, kan, kejadian yang menimpa bapak-bapak anggota TNI akibat ulah istri-istrinya itu menimpa Anda?

Duh, sampai mules perut ini kalau ingat peristiwa itu.

Namun, sebenarnya ada hikmah yang bisa kita petik dari kejadian itu, lho. Selain mengingatkan pada diri untuk selalu menjaga lisan, juga mengingatkan bahwa “Istri adalah tanggungjawab suami.” Ini adalah petunjuk dari Allah. Dan aturan dari Allah memang tak pernah salah. Instansi terkait sudah sangat tepat dalam mengadaptasi perintah Allah tersebut.

Sekali lagi tentang, “istri adalah tanggungjawab suami.” Hal ini tentulah bisa membuat kita semakin bisa memahami apabila banyak ibu-ibu yang memiliki putra dengan usia matang, mulai sangat selektif terhadap calon-calon pendamping bagi putra-putranya.
Tentunya kekhawatiran tersebut adalah hal yang wajar. Ketika anak sudah dididik sebaik mungkin dari sejak lahir hingga dewasa dan dibekali dengan ilmu agama yang benar, bagaimana kalau tahu-tahu dapat istri yang ‘ngeyelan’ dan nggak bisa dididik, baik akhlak maupun perilakunya?

Sebagai seorang ibu yang juga memiliki anak lelaki, saya dapat memahami kekhawatiran seperti itu. Anak laki-laki kita, ketika dia telah berstatus suami, maka dia memiliki tanggungjawab penuh terhadap istrinya, dan harus siap menanggung dosa-dosa istri yang semestinya bisa dia didik. Tentu saja, ibu mana pun nggak akan tega anaknya harus menanggung dosa wanita yang nggak bisa menjaga akhlak dan perilakunya, bukan?

Jadi, wahai sahabat-sahabat wanita di manapun Anda berada, kalau ibu atau bapak mertua Anda memberikan nasihat, jangan mudah merasa jengkel. Berpikirlah positif. Yakinlah, mereka bukan mau mengatur Anda, justru mereka sedang membimbing Anda agar bisa menjadi istri yang baik. Meskipun tentu saja akan ada terselip harapan agar anaknya tidak harus menanggung dosa berlipat-lipat, yaitu dosanya sendiri dan dosa istri yang harus ditanggungnya.

Sahabat wanita, jika Anda menyayangi suami Anda, tentunya tidak ingin dia punya banyak tabungan dosa, bukan? Maka, bantulah dia meraih pahala dengan keberhasilannya membimbing Anda menjadi wanita saleha. Jadilah istri yang patuh dan taat pada suami, selama itu berada pada jalan Allah.

Sebenarnya hal tersebut tidaklah sulit apabila wanita menyadari dan memahami betapa berat tanggungjawab suami. Mulai dari kewajiban memberi nafkah lahir dan batin kepada istri, menutupi aib istri, mendidik dan membimbing istri di jalan Allah, hingga menanggung dosa-dosa istri yang gagal dididik.

Islam adalah agama yang sangat memuliakan wanita. Bahkan, Allah akan membukan pintu surga seluas-luasnya, dan membolehkan para kaum hawa tersebut untuk memasukinya dari pintu mana saja. Tapi tentu saja dengan sebuah syarat, yaitu, selalu melaksanakan sholat lima waktu, berpuasa penuh di bulan ramadan, menjaga martabatnya (menghindari zina), dan patuh pada suaminya. Bila semua itu dapat dipenuhi, maka pintu surga terbuka lebar bagi wanita.

Maka dari itu, jadilah bidadari bagi suami Anda, yaitu bidadari yang menciptakan surga, baik surga bagi dirinya sendiri, maupun bagi suaminya.


Rara radyanti

#wanita
#genggameratcintadiadanDia





Jumat, 14 Desember 2018

Penting Nggak Sih, Mengajarkan Finansial Literasi Pada Anak?




Penting nggak sih, mengajarkan finansial literasi pada anak?
.
.
Mungkin ada yang berpendapat “nggak terlalu penting”, toh masih ada ortu yang bisa mengelola, anak mah tinggal nurut aja.
Sah-sah saja pendapat seperti itu. Tapi kalau menurut saya sih, penting banget, ya. Meskipun masih kecil, seorang anak semestinya sudah bisa memiliki sudut pandang yang sehat tentang uang. Bahkan penting bagi saya agar anak bisa membedakan mana kebutuhan dan mana yang hanya sekadar keinginan. Ini menurut saya, lho. Bahkan, rasanya Mukiyo pun punya pendapat yang sama.
.
Sehebat apa pun “uang” , dia hanyalah benda mati. Sebuah benda mati yang punya sifat, dan kita perlu banget mengenalinya dengan baik. Di satu sisi, uang memiliki daya tarik yang dapat mengantarkan pemiliknya pada niat baik, tapi di sisi lain, uang juga bisa menjadi candu yang merusak.
Orang-orang dewasa aja masih banyak yang tertipu dengan dua sifat uang ini. Makanya, saya sih keukeuh dengan pendapat bahwa finansial literasi itu kudu dikenalkan sejak dini. Benar kan, Mukiyo?.
.
Lalu, darimana seorang anak bisa mendapatkan pelajaran tentang pendidikan keuangan ini?
Menurut ngana? …
Ya dari keluarganya dulu, lah yau…
Sebelum belajar dari lingkungan sekitarnya, keluarga lah yang punya peran penting sebagai tempat awal seorang anak belajar mengenal dan mengelola keuangannya.
.
Bapak dan Ibu yang budiman bisa memulainya sesuai dengan tahapan usia anak. Misalnya, buat yang punya anak usia dini atau usia TK, di usia ini anak bisa mulai dikenalkan dengan konsep uang sebagai alat tukar untuk jual beli, lalu juga jenisnya, ada uang logam dan uang kertas, kenalkan juga nilainya. Gunakan cara yang fun, misalnya dengan bermain mengurutkan uang dari pecahan terkecil ke yang terbesar, dll.
Di usia yang lebih besar, anak mulai bisa dikenalkan dengan konsep menabung, lalu perlahan mulailah mengenalkan cara mengelola uang. Caranya, dengan memberi uang saku baik mingguan maupun bulanan, lalu biarkan mereka mengelolanya sendiri.
Di usia yang lebih besar lagi, Anda bisa mengajarkan pada anak bahwa uang itu bisa didapatkan dengan cara bekerja, bukan sim salabim datang tiba-tiba. Market day di sekolah-sekolah adalah salah satu penerapan konsep ini.
Semakin bertambah besar, anak bisa mulai dikenalkan dengan investasi. Ini bukan hil yang mustahal, lho sodaraku sekalian … alhamdulillah, si sulung saya udah mulai bisa belajar berinvestasi. Masih dengan cara yang sederhana, dan masih dengan bantuan kedua orang tuanya, sih … tapi buat bunda sama boponya, ini udah merupakan pencapaian yang luar biasa.
.
Dan percaya nggak kamu, Mukiyo, … semua itu dimulai dari cara kami menanamkan hidup sederhana pada anak. Penting bagi kami untuk mengajarkan pada anak agar bisa membedakan mana kebutuhan dan mana yang hanya sekadar keinginan. Tak lelah kami selalu mengingatkan tentang hal tersebut. Misalnya saja tentang kendaraan. Di saat orangtua teman-teman mereka punya kendaraan bagus, selalu up to date, tiap ada seri baru kendaraannya ganti, kendaraan orangtua mereka masih tetap sama, cuma kaleng dirodain. Alhamdulillah, mereka nggak pernah malu. Mereka paham bahwa kendaraan mewah maupun sederhana sama-sama punya fungsi membawa kita ke tujuan. 
Yep. Ketika anak sudah terbiasa hidup sederhana, mereka akan lebih mudah dilatih untuk menghargai nilai uang. Itulah kenapa finansial literasi penting banget diajarkan pada anak. Supaya anak bisa memiliki sudut pandang yang sehat tentang uang, bisa menghargai nilai uang dengan baik, dan tidak mendewakan uang. Uuuggghhh… jangan sampai deh, … anak-anak kita terjebak pada gaya hidup hedon karena mereka terbiasa melihat bapak ibunya begitu mendewakan uang. Jangan ya, Mukiyo … Jangan …
.
.
Embaaaak… Mukiyo itu sapose???
.
.
Emmmm … itu … temennya Mukidi.
.
.
#FinancialLiteracyForKids
#LivingPlain
#SmartParents
#HappyFamilly

Sabtu, 22 September 2018

ISTRI BAIK-BAIK PUN BISA BERSELINGKUH




Selama ini, kita lebih banyak menaruh perhatian pada perselingkuhan yang dilakukan oleh para suami. Suami-suami mata keranjang, suami-suami kesepian, suami-suami yang tak terpuaskan nafkah batinnya, suami-suami yang kerap merasa bosan karena istrinya nggak pernah bisa nyambung kalau diajak ngobrol, suami-suami yang bete melihat istrinya nggak secantik waktu pertama dikenalnya dulu, endebre...endebre.... banyak lagi alasan konyol yang kerap membuat para suami berpaling dari istri sahnya.

Dengan semua itu, dunia seakan-akan menganggap bahwa seorang istri baik-baik, akan aman dari sebuah perselingkuhan. Padahal, istri itu juga manusia biasa, yang akan mudah merasa kesepian manakala selalu merasa diacuhkan. Hatinya yang rapuh, mudah terbuai dengan perhatian-perhatian semu.

Tak bisa dipungkiri, bagaimana pun juga, perselingkuhan itu adalah sebuah bentuk pengkhianatan. Semua orang, bisa saja terjerat jebakan perselingkuhan, karena godaan akan hal itu bisa datang dari mana saja, dan dari hal yang tidak disangka-sangka.
Bahkan, ketika segalanya terasa begitu sempurna dan baik-baik saja, godaan "mendua hati" bisa menjerat kapan saja tanpa aba-aba.

Duhai lelaki, satu hal yang perlu kamu jaga, jangan biarkan ada ruang hampa di hati istrimu.
Ya. RUANG HAMPA.
Ketika terdapat ruang hampa di hati seorang wanita, dia akan mudah luluh oleh rayuan para "bajingan" yang berkeliaran mencari mangsa. Apalagi di zaman now yang semua interaksi bisa mudah dilakukan hanya dengan melakukan senam jempol.

Lalu, bagaimana agar tidak ada ruang hampa di hati wanitamu?
Catat ini,
*) Istrimu itu punya mulut yang butuh didengarkan, maka dengarkanlah celoteh-celoteh manjanya, sekali pun itu terdengar "kosong" bagimu.
*) Istrimu itu punya telinga yang ingin dibisiki, maka ceritakanlah kisah-kisah indah yang tak pernah didengarnya. Juga, berbicaralah dengan lemah lembut, sekalipun kamu sedang hendak menyuruhnya melakukan sesuatu.
*) Istrimu itu punya mata yang ingin selalu dimanjakan dengan pemandangan-pemandangan indah. Sesekali, ajaklah dia melihat dunia luar, karena dunianya kini terasa begitu sempit sejak menjadi istrimu.
*) Istrimu itu punya rambut yang ingin dibelai. Masak cuma pas di ranjang aja sih main belai-balai-annya?
Please, jangan jadikan istrimu "jablai", sementara kamu berada tidak jauh darinya, tapi asyik sendiri dengan handphonemu.
*) Dan terpenting, istrimu itu punya HATI, yang selalu ingin dikasihi. Hati seorang wanita itu begitu lembut, rapuh, dan sangat mudah diselimuti sepi.

Mengutip mbak Wulan Darmanto, "Jika waktumu tak banyak untuk bersama istrimu, lisanmu tak lembut baginya, amarahmu selalu kau tujukan padanya, jangan selalu merasa aman bahwa ia tidak akan kemana-mana. Kini, kita memasuki sebuah masa, dimana untuk mengundang setan masuk ke dalam rumah cuma tinggal melalui ketukan jari."

OMG....serem, ya?
Semudah itu pintu perselingkuhan terbuka.
Waspadalah, banyak sekali berkeliaran para "predator istri" yang berkeliaran di dunia maya.

JAGA ISTRIMU DENGAN CARA MENJAGA HATINYA. JANGAN BIARKAN ADA RUANG HAMPA DI HATINYA YANG RAPUH.

Ditulis oleh:
Rara Radyanti

DIDUAKAN DAN MENDUAKAN




Ketika cintamu diduakan, SABAR-lah.
Namun kalau kamu menduakan cintamu, SADAR-lah.
Saya mengenal banyak wanita yang cintanya diduakan.
Tidak semuanya mendapati akhir kisah yang sama.
Ada yang tidak terima diduakan dan memilih untuk berpisah.
Ada yang akhirnya menerima diduakan walau dengan hati tersayat-sayat.
Namun ada juga yang berakhir bahagia, suami tak lagi menduakannya dan mengisi lagi hatinya dengan cinta yang kembali utuh.
Reaksi wanita ketika mengetahui dirinya diduakan, pastilah kecewa, sedih, dan marah. Luapan emosinya kadangkala sampai tak masuk akal. Ditambah lagi apabila ada suara-suara "beracun" dari orang-orang di sekitarnya yang membuatnya kehilangan kendali.
Kebanyakan wanita pada kondisi ini memang tidak bisa berintrospeksi diri. Dalam kondisi emosi tak terkendali, dalam pikirannya hanya bisa menyalahkan orang lain. Pastinya si pelakor-lah yang salah.
Dia tak bisa berpikir jernih, kenapa suaminya sampai bisa menduakan cinta?
"Apakah mungkin karena ada kekurangan di dirinya?" adalah pikiran yang datang belakangan.
"Pokoke salah si pelakor!!!
Sudah tahu lelaki ada yang punya kok ya direbut."
Ini pikiran wanita pada umumnya.
Ditambah lagi, manusia itu memang paling pintar menyalahkan orang lain, tanpa menyadari bahwa dirinya pun bisa melakukan kesalahan yang sama.
Tapi terus terang, kalau itu menimpa saya (naudzubilah, semoga enggak😱😱), saya pasti juga bakal nyalahin si pelakor terlebih dulu😄😄😄
Walaupun saya tahu, jalan hidup orang itu nggak bisa disamakan dan tidak semua perpisahan yang terjadi dalam rumah tangga orang adalah salahnya si pelakor.
Hayooo...coba tengok kanan kirimu, tetanggamu, saudaramu, ataukah justru dirimu, bisa jadi terlahir dari rahim seorang pelakor.
Semua bisa saja terjadi, kan???
Kembali ke topik awal😅
Bagaimana pun juga, yang namanya diduakan itu memang MENYAKITKAN.
Saking sakitnya, kadangkala manusia itu bisa sampai nyalah-nyalahin Tuhan, lho.
Duuuh...
Sobat wanita yang kusayangi, ingatlah...bahwa tidak hanya wanita yang hatinya menjerit ketika tahu dirinya telah diduakan.
Lelaki juga menangis kalau kamu duakan cintanya.
Tapi apa iya, masak terus mau bales-balesan. Kalau diduakan, terus membalas dengan menduakan. Jangan, Sobat...Jangan!!!
Dunia ini kejam. Bahkan sangat kejam terhadap wanita.
Kamu tahu, kan ... ketika seorang lelaki berbuat serong, dunia maklum dan hanya akan tertawa..."namanya juga lelaki..."
Tapi sobat, ketika wanita yang berbuat serong, dunia akan menjerit dan menangis..."Duuh, kenapa kamu berbuat hina seperti itu???"
Tak adil????
Ya memang. Tapi begitulah cara dunia memandang.
Sobat, cermati kalimat pertama yang saya tulis pada tulisan ini,
"Ketika cintamu diduakan, SABAR-lah. Namun kalau kamu menduakan cintamu, SADAR-lah."
Kalau kamu SABAR, yakinlah, kamu akan sanggup membuat dia yang menyakitimu menjadi SADAR.
Saya mengenal seseorang yang diduakan oleh suaminya. Suara-suara "beracun" di kanan kirinya membuatnya sudah bersiap melayangkan gugatan cerai. Namun berkat ke-SABAR-annya, surat itu ditariknya. Kok bisa???
Dengan kesabarannya, dia tak putus berdoa, agar Tuhan melembutkan hati suaminya.
Dengan kesabarannya, dia mencoba merangkul keluarga suaminya, terutama wanita yang telah melahirkan suaminya. Dia yakin, doa seorang ibu pasti didengar Tuhan.
Dan itu benar, sang ibu mertua tak putus mendoakan agar anaknya bisa SADAR dan kembali kepada istri dan anak-anaknya.
MasyaAllah, dahsyatnya doa seorang IBU.
Buat yang masih punya ibu mertua, rangkullah beliau. Sayangi seperti kamu menyayangi ibumu sendiri. Seandainya ada masalah dengan suami, selain mengadu sama Tuhan, cuma ibu mertuamulah yang paling layak kamu curhati.
Ingat, doa ibu selalu didengar Tuhan.
Doa ibu suamimulah yang paling bisa melembutkan hati suamimu.
Ini benar sekali. Coba buktikan sendiri.
Duhai sahabat wanitaku sejagat raya, sejatinya cinta yang hakiki hanyalah cinta kepada sang pemilik cinta.
Dia akan mencintaimu dengan ujian cinta, antara lain,
Cinta kepada pasangan
Cinta kepada buah hati
Cinta kepada harta dan tahta,
bahkan...
Cinta pada yang tak seharusnya kau cintai.
Sobatku, ujian cinta dari-Nya memang berat, maka kembalikan saja seluruh rasa cinta yang kita miliki hanya kepada-Nya, dan DIA akan mencintaimu.
Mulailah dengan tidak menduakan-Nya, maka kamu pun tidak akan pernah lagi diduakan.
Semoga👼👼

Ditulis oleh:
Rara Radyanti

Sulitkah Mengendalikan Jemarimu?



"Mbak, saya dan suami hanyalah pegawai kecil. Tapi kami bisa punya ini dan itu ya dari ngangsur. Motor ngangsur, rumah ngangsur, bahkan bisa beli tanah di dusun juga dari ngangsur, nggadein SK saya sama suami. Semuanya serba saya angsur alias ngredit.. dit..dit.. dit..
Dari kredit itulah kami jadi semangat kerjanya."
Seseibu curhat sama saya via inbox, tak lama setelah saya posting tulisan tentang "utang" di sebuah portal online.

Link tulisan itu kemudian dishare oleh teman, lalu dishare lagi oleh temannya. Nah, si ibu yang lagi curhat inilah si temannya teman itu.
(bingung, ya??😅😅)
Kemudian ibu itu melanjutkan obrolannya,
"Semua itu kami lakukan demi kebahagiaan keluarga, mbak. Seperti mbak lihat di wall saya, saya baru saja diolok-olok oleh teman karena kebiasaan kami ngredit ini. Padahal kami tak pernah melupakan 5 rukun islam sebagai pilar hidup. Kami juga tidak melupakan sedekah. Kalau kami tidak ungkapkan, itu hanya karena kami tak ingin mengumbarnya ke medsos.
Lalu, apakah semua kredit yang kami lakukan itu akan menjauhkan kami dari mencium wanginya surga?"

Masya Allah. Saya tertegun. Ibu itu, duniawi jalan, ukhrowi juga tidak ditinggalkan. Tetapi jadi bimbang karena penghakiman manusia.
Lalu saya membalasnya,
"Duh, ibu, saya ini orang yang masih sangat awam soal agama. Tapi yang saya yakini, Allah itu maha pemurah. Manusia memang sangat pandai menghakimi sesamanya. Tetapi mereka bukan hakim yang sesungguhnya. Surga dan neraka adalah hak prerogratifnya Allah. Bukan manusia yang menentukan. Ibu tak usah memusingkan perkataan orang. Seperti pelacur yang ada dalam sebuah riwayat. Sudah dipastikan bahwa melacur itu dosa, pelaku dosa pasti masuk neraka. Tapi ada seorang pelacur yang bisa mendapat tempat di surga hanya karena menolong seekor anjing. Ini memang bukan analogi yang tepat, tetapi setidaknya menjawab, bahwa surga dan neraka adalah hak prerogratif Tuhan."
~~~~~~~~~~~~~~

Berutang itu memang bukanlah hal yang dilarang, meskipun juga tidak dianjurkan.
Terkadang, utang bisa menjadi solusi untuk hal-hal tertentu, kok. Misalnya saja saat kebutuhan hidup semakin banyak dan mendesak. Atau saat butuh suntikan modal untuk mengembangkan usaha, dimana karyawan yang harus digaji juga semakin banyak.
Utang itu bukan aib, yang bisa jadi aib itu ya pelakunya, yaitu mereka yang sering menyalahgunakan utang, dan mereka yang selalu lari kalau ditagih😄😄

Yah. Membicarakan utang memang nggak ada habisnya. Bisa menyenangkan kalau ada faedah yang bisa dipetik. Namun bisa jadi bikin keki kalau hanya menimbulkan perdebatan tiada akhir. Apalagi di media sosial, yang bisa menyulap manusia pendiam di dunia nyata, seketika berubah menjadi manusia ceriwis di dunia maya.

Sobat, kalau kita nggak bisa bijak menyikapi, dunia maya memang kadang bisa membuat mata hati kita menjadi buta. Mencemooh kekurangan orang lain seperti menjadi hal yang lumrah dilakukan. Ya, contohnya seperti kisah seseibu yang curhatannya baru saja saya sampaikan itu.

Banyak saya jumpai seseorang yang sudah "lurus" hidupnya, nggak pernah bersentuhan dengan utang, lalu mencemooh orang lain yang masih berkubang dengan utang.
Seseibu di postingan yang lain lagi, dengan entengnya mengatakan, "Utang itu bikin nggak nyenyak tidur. Kalau butuh sesuatu, jangan sampai ngutang. Jual saja aset yang bisa dijual."
Ada lagi seseembak yang berkata senada, "Utang itu membuat hidup menjadi hina. Segera lunasi utang. Jual saja aset yang bisa segera diuangkan untuk melunasi utang."
Fine. Kedua pendapat tersebut terlihat baik-baik saja. Tapi apa mereka si pelontar komen itu nggak mikir, yang lagi dikomenin itu punya aset apa enggak? Kalau aset yang dipunya hanya raganya saja, apa iya harus jual diri buat bayar utang?

Sobat, bisa menjalani hidup tanpa utang memang menyenangkan. Berprinsip bahwa tidak semua permasalahan bisa diselesaikan dengan utang adalah sebuah prinsip yang keren.
Selamat untuk Anda yang bisa melakukannya. Tapi tidak semua orang bisa seperti itu, karena tiap orang itu memiliki jalan hidupnya sendiri-sendiri.

Sobat, di dunia maya, jemarimu adalah belatimu. Jika tak berhati-hati menggunakannya, kamu bisa melukai hati orang lain. 

Sudah semestinya kita bisa memahami, bahwa menginspirasi orang itu tidak bisa dilakukan dengan cara mencemooh. Karena kalau itu yang dilakukan, Anda bukan sedang menginspirasi, tetapi sedang melemahkan semangat orang.

Ditulis oleh:
Rara Radyanti
🙏🙏🙏

Meminta Maaf dan Memaafkan






Maaf
"Kenapa tidak kamu saja yang minta maaf?"
"Kenapa aku begitu sulit memaafkanmu?
"Kenapa kata maaf itu begitu sulit terucap?"
"Ah, kenapa kita harus saling memaafkan?"
Sebab, tak ada manusia yang sempurna di bumi ini. Siapa pun dia, pasti pernah melakukan kesalahan.
Dear sahabat, menilai kesalahan orang lain itu mudah. Yang sulit itu adalah mengakui kesalahan diri sendiri. Biasanya, hanya orang yang berjiwa besar yang mampu melakukannya.
Sahabat, marahkah kamu saat ada orang lain yang melukaimu? Atau melukai orang yang kamu sayangi?
Marah saat ada yang menyakiti kita atau orang yang kita sayangi adalah reaksi yang wajar. Namun jangan disimpan hingga menimbulkan kebencian. Karena kebencian hanya akan membawa kedengkian.
Wahai sahabatku, kedengkian itu bisa melahirkan rasa dendam. Semua itu hanya akan mengikis seluruh amalan-amalan baik yang sudah dengan susah payah kita kumpulkan.
Ketika timbul rasa dengki dalam hati, segeralah ingat Hadist Rasul ini, "Jauhilah oleh kalian dengki, karena dengki akan memakan kebaikan, bagaikan api memakan kayu bakar."
Sayang kalau amalan kebaikan yang telah kita lakukan jadi menguap sia-sia, kan?
Sahabatku, sebenarnya kesalahan orang lain itu justru bisa menjadi ladang pahala bagi kita. Yaitu, apabila kita bisa ikhlas memaafkannya dan membantunya memperbaiki kesalahannya itu. Apalagi kalau kita mau mendaraskan doa kebaikan untuknya, serta menutupi aibnya itu.
Duhai sahabatku, sejatinya meminta maaf dan memaafkan itu sama-sama mulia, selama itu terlahir dari keikhlasan hatimu.

Goresan Pena Rara

Jumat, 21 September 2018

Wujudkan Asa-mu



Saat mimpimu tak kunjung mewujud,
Saat langkahmu jadi terasa berat,
Mungkin ini saatnya untuk berhenti sesaat.
Coba lihat kembali dirimu.
Coba rasakan hatimu.
Adakah yang mengganjal dan membuatmu merasa tak nyaman?
Adakah yang membuatmu berat untuk melangkah menapaki hari?
Coba periksa setiap sudut hatimu.
Coba periksa setiap kantung-kantung ingatanmu.
Mungkin dulu saat sedang kau pungut berlian, ada kerikil tajam yang ikut terangkut.
Dan kerikil tajam itu begitu mengganggu tanpa kau pernah menyadari keberadannya.
Buang saja.
Kalau kau yakin, bahwa kerikil-kerikil tajam itu yang mengganggu langkahmu, jangan ragu untuk mengenyahkannya dari hidupmu.
Lalu maafkanlah dirimu.
Niscaya, langkahmu akan kembali ringan.
Dan inilah saatnya kau wujudkan asamu.

Goresan Pena Rara

KADUNG SELINGKUH

Selingkuh adalah salah satu bentuk pengingkaran. Tidak ada seorang pun yang suka diingkari. Pun juga dengan mengingkari. Mengingkari ...