Cara Merawat Buku yang Rusak Akibat Terlalu Lama Disimpan





Bagi pecinta buku, menemukan di beberapa koleksi bukunya terdapat noda berupa bercak-bercak kekuningan, atau malah noda-noda hitam jamuran, tentu saja menjadi sebuah kekhawatiran tersendiri.

Seperti yang saya alami belum lama ini. Beberapa buku yang sudah terlalu lama disimpan dan sangat jarang dibaca, mulai menguning di beberapa lembar halamannya. Bahkan ada yang berjamur, juga ada yang kertasnya sampai lapuk.

Sedih banget rasanya. Apalagi kalau yang rusak itu buku-buku kesayangan, buku-buku langka, dan sudah tidak diterbitkan lagi.

Untuk kerusakan-kerusakan yang parah, ada baiknya dibawa ke spesialis restorasi buku. Tapi tentu saja biayanya tidak murah. Sayangnya, di daerah tempat saya tinggal, saya belum pernah menemukan di mana ahli restorasi buku.

Akhirnya, untuk buku dengan kerusakan yang lumayan parah, hanya bisa saya sisihkan dulu. Dijauhkan dari buku-buku lain yang hanya rusak ringan. Sedangkan untuk buku-buku yang tidak terlalu parah, saya coba untuk merawatnya sendiri.

Langkah pertama yang saya lakukan, tentu saja mencari tahu dulu, apa saja yang menyebabkan beberapa buku yang lama saya simpan ini bisa sampai rusak.

Kertas buku yang menguning, biasanya terjadi akibat dari proses oksidasi. Kertas buku yang terpapar oksigen pada kadar tertentu, dapat berakibat warnanya jadi berubah. Hal ini sebenarnya normal, namun bila dibiarkan bisa membuat kertas jadi cepat lapuk. Sedangkan bercak kuning dan bercak hitam yang berupa jamur, disebabkan karena tempat menyimpan buku terlalu lembab.

Setelah mengetahui penyebab-penyebab kerusakan buku, langkah selanjutnya, yaitu merawatnya. Cara merawat yang utama, tentu saja dengan membersihkan buku-buku tersebut.

Nah, berikut ini cara saya membersihkan buku-buku kesayangan. Cek, ya.

1. Bersihkan debu yang menempel di permukaan buku. Bisa dengan menggunakan kemoceng atau kain lap yang lembut. Untuk debu yang membandel, bisa menggunakan kuas atau sikat gigi berbulu lembut, tentunya kuas atau sikat yang dipakai adalah yang kondisinya bersih dan kering, ya. Kalau punya penyedot debu dengan ujung yang kecil, juga bisa digunakan, asalkan hati-hati agar tidak merusak kertas.

2. Setelah permukaan buku bersih dari debu, mulailah membuka bagian dalam buku untuk mengecek kondisinya.
Biasanya, untuk buku yang sudah lama tidak dibuka akan menguarkan bau apek. Untuk menghilangkan bau apek ini, bisa dengan cara menjemur atau mengangin-anginkan. Caranya, letakkan kertas koran ke dalam kontainer yang bersih, lalu taburi dengan bedak tabur, lalu letakkan buku yang apek tadi di atasnya. Kemudian, jemurlah di tempat yang teduh namun tetap mendapat sinar matahari. Jangan menjemur langsung di bawah terik matahari, karena bisa membuat warna buku jadi pudar.

Oya, sebelum menghilangkan bau apek buku dengan cara di atas, sebaiknya periksa dulu kertasnya lembar demi lembar. Apabila didapati noda jamur, cobalah untuk dihilangkan dulu. Caranya, sekalah jamur tersebut dengan kain lembut. Kalau masih meninggalkan noda, coba seka sekali lagi dengan kain lembab yang dibungkus dengan kain kering. Setelah noda hilang atau setidaknya berkurang, tepuk-tepuklah dengan kain kering.
Catatan: Sebaiknya jangan coba-coba mengeringkan dengan hair dryer, ya, karena justru bisa merusak buku.


Setelah buku-buku dibersihkan, langkah berikut yang tak kalah penting, yaitu menyiapkan tempat dan cara penyimpanannya. 

1. Siapkan rak buku yang bersih dan letakkan di tempat yang teduh (tidak terkena cahaya matahari yang menembus langsung ke dalam rumah). Meskipun teduh, sebaiknya hindari tempat yang lembab, ya.

2. Letakkan buku secara tegak atau datar. Cara ini akan memudahkan pencarian, karena punggung buku berada di depan, sehingga judul yang terdapat pada punggung buku akan tampak. Selain itu, dengan cara ini satu buku akan ditopang oleh buku yang lain, sehingga kedudukan buku tetap stabil.
Catatan: Jangan letakkan buku mepet pada tembok, karena tembok yang lembab dapat memicu kerusakan buku.

3. Lindungi buku dari hama serangga. Caranya sederhana saja, pastikan tangan selalu dalam kondisi bersih saat akan menggunakan buku. Sebaiknya juga, jangan membaca sambil makan, karena remah-remah makanan atau noda minyak yang tertinggal pada buku dapat mengundang datangnya serangga.
Apabila kita dapati hama serangga pada buku, segera masukkan buku ke dalam plastik, lalu simpan di freezer. Setelah serangga dipastikan mati, bersihkan buku hingga benar-benar bersih dan kering, barulah dikembalikan ke tempat penyimpanan yang sudah dibersihkan juga.

4. Simpan buku kesayangan yang langka dengan cara membungkusnya dengan sampul pelindung buku. Kini sampul pelindung buku banyak tersedia di toko-toko buku. Bisa juga beli di marketplace.

5. Bila jumlah buku sangat banyak, sedangkan rak sudah tidak mencukupi lagi, sebaiknya jangan menumpuk buku di sembarang tempat. Ada baiknya menyimpan buku-buku tersebut di kontainer yang transparant. Wadah dari plastik ini relatif aman melindungi buku-buku dari hama serangga dan cuaca yang lembab.


Demikian cara saya merawat buku. Memang, pada beberapa buku yang rusak, tidak bisa pulih benar seperti kondisi awalnya. Tetapi, dengan dirawat, setidaknya tidak menjadi semakin rusak dan bisa memperpanjang usia buku tersebut. Bagaimana? Apakah jadi tertarik untuk ikut mempraktekkan?



Komentar

  1. Alhamdulillah jadi tahu cara merawat buku, kadang buku saya ada beberapa yang rusak karena belum bisa cara merawat dengan baik

    BalasHapus
  2. Eh yuni juga punya buku-buku yang udah lama disimpan dalam box. Kayaknya nanti mau dicek. Jangan-jangan ada yang rusak. Biar bisa praktekin cara ini.

    BalasHapus
  3. Sedih banget kalau buku kesayangan rusak. Apalagi saya alergi debu. Melihat halaman buku berdebu sudah menggelitik hidung untuk bersin2. Makasih mbak infonya ada plastik pelindung buku. Segera cari2 nih..

    BalasHapus
  4. Aku malah buku-buku yang disampulin plastik kubukain semua. Dalam waktu lama, kok plastiknya jadi menciut ya, jadi bukunya kayak ketarik gitu. Buku-buku yang kertasnya book paper (warna kreme) rawan berjamur yah, sayang euy...Wah baru tahu, untuk mengurangi hama, simpan di frezer dulu...

    BalasHapus
  5. Bener deh, rasanya sedih yaa kalo nemu buku yang dah lama disimpan trus keadaannya rusak begitu. Makasih ya mba tipsnya

    BalasHapus
  6. Sedih kalau lihat buku kesayangan mulai rusak. Sedih lihat lembaran buku yang jadi kuning-kuning. Tips merawat bukunya mau coba dipraktekkan.

    BalasHapus
  7. Tips yang lengkap dan membantu tentang cara merawat buku yang rusak...Noted, jangan pakai hair dryer tapi pakai kain lembut
    Saya akhirnya memutuskan decluttering buku selama pandemi...Yang kedaluarsa dikasih ke pemulung, yang masih bagus dibagi ke teman-teman penikmat buku juga. Karena kalau kebanyakan di rumah tak terawat sayang malah rusak..

    BalasHapus
  8. Aku sering ngalamin ini. Tapi selama ini koleksi buku2ku di taro di perpustakaan pribadiku mba. Bikin ruangan khusus untuk buku2. Tetep aja sih yg namanya kertas menguning kejadian juga :D.

    Aku rutin ngebersihin koleksi2ku. Di lap pake kemoceng ato lap bersih utk debu2 biasanya. Tapi memang jrg kalo angin2in.. kecuali buku yg basah. Buatku yg penting buku2 ini masih komplit halamannya. Kalo tentang kertas menguning ya sudahlah :D. Apalagi banyak dr buku2 ini aku beli bekas, yg mana keadaannya udh tua juga kadang2. Tapi ya itu, asalkan halaman komplit, aku ga masalahin.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yati "Sum Kuning" Surachman, Legenda Hidup Indonesia

Mengakui Kesalahan. Sulitkah?