Kamis, 13 April 2017

Cara Tepat Menangani Demam Pada Anak





Sebetulnya, tidak semua anak yang mengalami demam harus ditangani dengan obat penurun panas. Karena mengobati panas anak secara berlebihan juga malah bisa merugikan.
Sebelum Anda memutuskan memberikan obat penurun panas pada anak, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

1. Ukur Suhu Tubuh dengan Benar
 Anda harus tahu cara mengukur suhu tubuh dengan benar. Sebab, kesalahan pengukuran suhu tubuh sering menyebabkan pemakaian obat penurun panas yang tidak perlu. Yang sering terjadi, Anda mengukur suhu tubuh anak dengan meletakkan telapak tangan atau punggung tangan ke dahi  si anak. Cara ini sebetulnya tidak akurat. Yang betul, mengukur suhu tubuh anak itu dengan menggunakan alat bantu seperti thermometer atau Infrared Ear Thermometer (IRET).  Untuk IRET yang penggunaannya dengan cara mendekatkan alat ke rongga telinga si anak sebenarnya paling akurat, namun karena harganya yang mahal, maka biasanya hanya digunakan di rumah sakit. 
Sedangkan thermometer biasa ataupun yang digital sekarang ini sudah banyak dijual bebas di apotik. Anda bisa dengan mudah memilikinya. Untuk Anda yang memiliki anak balita, sebaiknya mempunyai sendiri, ya. Tetapi, penggunaan thermometer ini pun ada kiatnya, yaitu harus memperhatikan tempat mengukur suhu dan standar suhu yang tepat. Misalnya, jika mengukur suhu lewat ketiak, lengan bagian bawah, maupun mulut, maka anak dikatakan demam bila suhu tubuhnya lebih dari 37 derajat celcius. Sedangkan apabila mengukurnya lewat anus, maka anak baru bisa dikatakan demam apabila suhu tubuhnya lebih dari 38 derajat celcius. Pengukuran suhu tubuh ini sebaiknya dilakukan di pagi hari, karena di malam hari biasanya suhu tubuh anak mengalami peningkatan sebesar 1 derajat celcius.

2. Beri Lebih Banyak Cairan
Untuk menolong anak yang demam, Anda harus memberikan lebih banyak cairan kepada si anak untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Karena pada saat demam, anak akan kehilangan cairan tubuh dengan sangat cepat.

3. Pakaikan Pakaian yang Nyaman
 Jangan memakaikan pakaian yang terlalu tebal atau malah diberi selimut hingga berlapis-lapis. Apabila Anda melakukan hal tersebut, justru akan membuat panas tubuhnya jadi terperangkap, sehingga kemungkinan suhu tubuhnya malah jadi naik lagi.

4. Ketahui Saat yang Tepat Untuk Memberikan Penurun Panas
 Beri anak obat penurun panas hanya jika panasnya di atas 38 derajat celcius, gelisah terus dan merasa tidak nyaman dalam kondisi apapun.

5. Kompres dengan Cara yang Benar
Anda bisa mengompres anak apabila sudah diberi obat penurun panas namun suhu tubuhnya tidak kunjung turun, bahkan semakin tinggi. Mengompres anak ini pun hanya boleh dengan menggunakan air hangat.

6. Pahami, Kapan Anak Harus dibawa ke Dokter
Segera ke dokter apabila suhu tubuhnya di atas 40 derajat celcius, kesakitan dan menangis terus-menerus, sulit dibangunkan seperti hampir tak sadarkan diri, leher kaku, sakit kepala dan merasa silau dengan cahaya lampu biasa, tidak dapat menelan dan air liurnya menetes terus, muntah terus-menerus, sama sekali tak mau minum, kesulitan bernapas meskipun hidungnya tidak tersumbat, terdapat bintik-bintik merah yang jika ditekan warnanya menetap, si anak mengalami kejang demam untuk yang pertama kalinya, atau apabila demamnya sudah berlangsung lebih dari 72 jam.

Nah, kini Anda tahu kan, bahwa tidak setiap demam itu harus dihilangkan dengan obat penurun panas? Semoga artikel ini bermanfaat, sehingga ketika anak demam, dapat ditangani denga tepat, sehingga terhindar dari dampak yang merugikan. (sumber: Smart Patient, Agnes Tri Harjaningrum)

Penulis,

Rara Radyanti

Sudah Tepatkah Isi Kotak Obat di Rumahmu?




Untuk pertolongan pertama pada masalah kesehatan yang terjadi pada keluarga, sebaiknya tiap-tiap keluarga menyediakan kotak obat di rumahnya. Tentu saja, obat-obatan dan perlengkapan wajib pengisi kotak obat di rumah adalah obat dan perlengkapan yang bisa dibeli bebas di apotik.

Obat bebas ada dua jenis, yaitu obat bebas yang boleh terus diminum seperti vitamin, dan obat bebas terbatas, yaitu obat bebas yang penggunaannya dibatasi karena mengandung beberapa zat yang tidak boleh dikonsumsi secara terus menerus.

Untuk membedakannya, dapat dikenali dari tanda lingkaran yang ada pada kemasan obat. Yaitu, lingkaran hijau dengan garis tepi hitam berarti obat tersebut adalah obat bebas yang boleh terus dikonsumsi. Kemudian tanda lingkaran biru dengan garis tepi hitam adalah obat bebas terbatas. Sedangkan tanda lingkaran merah dengan garis tepi hitam adalah obat yang hanya bisa dibeli dengan menggunakan resep dokter.

Dalam membeli obat bebas, kamu harus membedakan penggunanya. Apabila membeli obat, sebaiknya jangan yang bisa dikonsumsi orang dewasa sekaligus anak-anak.

Lalu, obat atau perlengkapan apa sajakah yang harus ada di dalam kotak obat di rumah?

1.    Perlengkapan P3K, seperti kain kasa steril, plester hypoalergenik, plester siap pakai beragam ukuran, kapas, gunting, dan thermometer.

2.    Obat luar, seperti povidone iodine atau biasa disebut sebagai obat merah untuk mengobati luka, antiseptik, obat tetes mata, obat gosok untuk perada masuk angin atau untuk menghilangkan gatal, bedak gatal, salep gatal, salep untuk luka bakar ringan, salep untuk pereda memar, dan salep untuk mengobati keseleo ringan.

3.    Obat minum, seperti obat penurun panas, obat diare, dan obat batuk.
Untuk obat penurun panas bisa paracetamol ataupun ibuprofen. Keduanya memiliki efek anti nyeri. Khusus untuk ibuprofen, berfungsi juga untuk anti radang. Semuanya memiliki efek samping bila digunakan secara berlebihan.
Untuk obat diare, sediakan obat yang berbeda untuk orang dewasa dan untuk anak-anak. Untuk bayi dan balita yang mengalami diare, sediakan selalu oralit, karena mereka rentan mengalami dehidrasi dengan sangat cepat. Apabila tidak kunjung membaik, disarankan segera membawa anak ke dokter untuk mendapatkan perawatan intensif.
Untuk obat batuk, sediakan obat batuk putih untuk anak dan obat batuk hitam untuk orang dewasa.

Itulah obat-obatan dasar yang harus kamu sediakan dalam kotak obat di rumah masing-masing. Selain itu, kamu juga harus memperhatikan cara penyimpananya. Sebaiknya, kamu memperhatikan tips berikut:
1.    Kotak obat semestinya di simpan di tempat yang tidak bisa dijangkau oleh anak-anak. Akan lebih aman apabila selalu dalam kondisi terkunci.
2.    Kotak obat juga juga semestinya terletak di tempat sejuk dan gelap, terlindung dari cahaya matahari. Sebab, obat mudah terurai secara kimiawi oleh pengaruh cahaya, udara, dan suhu. Ada beberapa obat yang harus disimpan di lemari pendingin. Maka dari itu, sebaiknya jangan lupa menanyakan cara penyimpanan yang tepat kepada dokter ataupun apotekernya.
3.     Obat sebaiknya tetap disimpan dalam kemasannya masing-masing. Jangan pernah memindahkannya ke dalam wadah atau botol lain untuk mencegah terjadinya perubahan kimiawi yang bisa jadi malah berbahaya.
4.    Obat cair yang telah dibuka, sebaiknya kemasannya dibungkus plastic dan diikat kencang.
5.    Ada baiknya kamu memberi label atau catatan khusus pada kemasan obat, apalagi kalau kamu memiliki beberapa anak, agar tidak saling tertukar.

Tidak ada kesulitan yang berarti dalam mengaplikasikan beberapa tips di atas. Semoga semua yang membaca artikel sederhana ini bisa menerapkannya.

Penulis,
Rara Radyanti



RAHASIA MENJADI PASIEN PINTAR


Ilustrasi: pixabay



Anak-anak Anda sering sakit? Atau Anda sendiri yang kerap disambangi penyakit? Mau enggak mau, Anda jadi harus berhubungan dengan petugas kesehatan, ya?

Lain dulu lain sekarang. Kalau dulu, sangat jarang dijumpai ada dokter yang mau diajak berdiskusi panjang lebar, sekarang ini sudah semakin banyak dokter yang kooperatif dan senang berdiskusi dengan pasiennya. Terutama dokter spesialis anak. Kondisi ini tentu saja sangat menguntungkan ya?

Sebagai orangtua, tentunya Anda sangat menginginkan kesehatan untuk anak-anak. Kalau anak sampai sakit dan membutuhkan pertolongan dokter, Anda harus memastikan agar jangan sampai terjadi kesalahan medis. Terkadang, kesalahan medis sering terjadi justru karena kelalaian Anda sendiri. Misalnya, sering berpindah-pindah dokter anak, sehingga catatan medis jadi tidak lengkap.

Kalau Anda termasuk yang kerap berpindah-pindah dokter, ada baiknya untuk aktif mencermati perkembangan kesehatan anak dan melaporkannya secara detail kepada dokter pada saat ada yang tidak beres dengan kesehatan anak.

Demi kesehatan anak, sudah semestinya Anda belajar menjadi pasien yang pintar, yaitu dengan:
1.      Memastikan bahwa dokter yang menangani si anak mengetahui riwayat kesehatan anak Anda dan obat-obat jenis apa saja yang pernah dikonsumsinya. Hal ini penting untuk catatan medis anak, supaya bisa mendapatkan penanganan kesehatan yang benar.
2.      Jangan pernah lupa untuk memberitahukan kepada dokter apabila anak memiliki alergi atau pernah mengalami reaksi yang tidak biasa terhadap obat-obatan tertentu.
3.      Waktu dokter menuliskan resep, tanyakan dengan jelas nama obat yang diresepkannya berikut kegunaan dan pemakaiannya dengan tepat. Sekarang ini, sudah tidak jamannya lagi seorang dokter menutup-nutupi jenis obat yang diresepkannya kepada pasien. Anda juga harus menanyakan apa ada efek sampingnya? Bila ada, apa saja? Seberapa berbahaya bagi si anak? Lalu tanyakan juga langkah apa yang harus diambil apabila terjadi efek samping?
4.      Tanyakan juga seputar label yang ada pada obat, karena bisa jadi Anda nanti akan menemui kebingungan pada saat sudah menerima obat. Misalnya, tanyakan apakah arti 3 x sehari itu harus diberikan setiap 8 jam sekali atau hanya di waktu si anak terbangun? Anda harus tahu, bahwa kesalahan cara minum obat ini akan sangat berpengaruh terhadap efektivitas kerja obat tersebut.
5.      Jangan lupa untuk menanyakan tentang makanan atau minuman dan kegiatan apa yang sebaiknya dihindari selama masa penyembuhan? Hal ini perlu agar pengobatan tidak menjadi sia-sia.
6.      Ada baiknya ditanyakan juga kapan kondisi anak diperkirakan membaik. Ini juga penting, agar Anda dapat melakukan tindakan lebih lanjut apabila kesembuhan anak jauh dari perkiraan dokter.
7.      Setiap kali mengambil obat dari apotek, segera periksa dengan teliti, pastikan bahwa obat yang Anda ambil betul-betul untuk anak Anda. 

Cara-cara tersebut di atas memang tidak mudah diterapkan, tetapi jika Anda mau bertanya dengan baik,bijak, dan tidak dengan nada sok tahu, apalagi bersikap menyerang, mudah-mudahan dokter tidak enggan untuk berdiskusi panjang lebar tentang kesehatan anak Anda.


Rabu, 12 April 2017

Yang Bisa Kamu Lakukan Agar Tidak Bosan Saat Harus Menunggu



            Menunggu adalah hal yang cukup membosankan. Menunggu dalam jangka waktu yang pendek saja bisa membuat kesal, apalagi menunggu dalam jangka waktu yang panjang. Terlebih lagi kalau yang ditunggu itu tidak memberikan kepastian.
            Apa yang akan kamu lakukan saat merasa bosan menunggu? Menggerutu dan mengomel kepada yang ditunggu? Mendiamkannya? Atau malah meninggalkannya? Memang, mengalami kebosanan saat harus menunggu adalah kondisi yang tidak menyenangkan. Untuk itu, segera carilah cara untuk mengubah kondisi yang tidak menyenangkan tersebut. 
Sebaiknya sih, jangan mengeluh meskipun berkeluh kesah saat sedang kesal karena bosan menunggu itu tidak ada yang melarang. Hanya saja, mungkin akan menimbulkan permasalahan. Ada baiknya, jangan hanya menggerutu dan menyesali kondisi tersebut. Tetapi, carilah cara untuk mengubahnya. Jadikan hal tersebut sebagai tantangan.
            Untuk itu, agar kamu terhindar dari kebosanan akibat harus menunggu, ada beberapa tips yang bisa dipraktekkan, diantaranya:
1.      Untuk menunggu dalam jangka waktu yang pendek, kamu bisa memanfaatkan gadget. Misalnya, dengan berinteraksi bersama teman-teman di dunia maya melalui berbagai aplikasi daring.
Atau, kamu bisa mendownload bebarapa game yang menyenangkan. Kalau kamu khawatir akan efek ketagihan yang bisa disebabkan dari aktivitas tersebut, kamu bisa langsung menghapus aplikasi tersebut, segera setelah penantianmu berakhir.
Jangan lupa untuk selalu membawa pengisi dayanya, ya.
2.      Membaca.
Kamu bisa membaca berbagai jenis buku kesukaan agar tidak merasa bosan saat harus menunggu.
Untuk menunggu dalam jangka waktu pendek, kamu bisa mendownload buku dari file e-book, atau membaca portal-portal online saja.
3.      Ketika harus menunggu dalam jangka waktu yang tidak ada kepastiannya, kamu bisa mengisinya dengan beraktivitas sesuai hobi dan passiomu. Misalnya saja menulis, melukis, dan lain sebagainya.
Menjalankan aktivitas yang sesuai dengan minat dan bakat, terkadang bisa menjadi obat paling mujarab dalam mengatasi kebosanan. Selain itu, hal tersebut bisa juga bermanfaat sebagai sarana terapi diri. Kamu sudah pernah mencobanya?
Bagaimana, mudah bukan cara untuk mengatasi agar bisa terhindar dari kebosanansaat harus menunggu.




Kiat Ampuh Agar Rasa Jenuh Tidak Mudah Menghampiri


Kamu kerap dilanda rasa jenuh? Apa yang biasanya kamu lakukan saat rasa jenuh itu datang menghampiri?
Melakukan pekerjaan yang selalu sama setiap hari, bertemu dengan orang yang itu-itu terus, kerap menunggu terlalu lama, dan berbagai kegiatan yang sifatnya rutin atau terus menerus dan berlangsung lama sering menimbulkan rasa jenuh.
Tahukah kamu, bahwa sebenarnya rasa jenuh itu bisa dihilangkan?
Rasa jenuh tidak ada bedanya dengan rasa bosan. Rasa jenuh atau bosan yang berlangsung lama, dapat mengakibatkan timbulnya rasa malas yang akut dan rasa percaya diri yang kurang, sehingga membuat hubungan personal dengan social menjadi tidak baik.
Untuk mengatasi rasa jenuh yang sering datang dan pergi itu, kamu harus mencoba bebarapa saran di bawah ini:
1.      Beribadah.
Kalau kamu seorang muslim, kamu bisa memanfaatkan waktu-waktu luang yang ada dengan berzikir atau membaca Al-Quran. Jika kamu menggunakan waktu luang dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, niscaya rasa jenuh enggan menghampiri.
2.      Mencari Ide Kreatif.
Cari cara agar kehidupan kamu tidak monoton. Isilah waktu luangmu dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang disukai. Selain jadi bisa memanfaatkan waktu dengan baik, kamu juga bisa sekaligus menyalurkan hobi.
3.      Merubah Cara Beraktivitas.
Cara beraktivitas yang seragam dari waktu ke waktu juga dapat mengakibatkan kejenuhan. Untuk itu, tak ada salahnya kamu mencoba merubahnya. Misalnya kamu biasa membaca buku sambil duduk, cobalah untuk melakukannya sambil tiduran di sofa ataupun di kasur.
4.      Bersosialisasilah.
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa kehadiran manusia yang lain. Saat rasa jenuh melanda, coba ajaklah orang lain berbicara hal-hal yang ringan namun menarik. Kalau tidak ada seorang pun yang bisa diajak berbicara secara langsung, kamu bisa telepon ataupun chating dengan teman melalui media sosial. Pokonya, jangan sampai menutup diri ya.
5.      Mengerjakan Hobi.
Mengerjakan hal yang menjadi kegemaranmu tentu saja sangat tepat untuk dilakukan. Hobi identik dengan hal-hal yang disukai dan tentunya menyenangkan. Selain bermanfaat menghilangkan kejenuhan, dengan mengerjakan hobi, maka kamu juga sekaligus dapat mengembangkan hobimu.
6.       Membaca.
Kegiatan membaca dapat menghilangkan rasa jenuh yang melanda. Dengan membaca, kamu secara tidak langsung menyuruh otak agar tetap berpikir dan berfungsi, baik itu dengan membaca buku maupun artikel-artikel yang menarik.
7.      Belajar Mencintai Aktivitas Keseharianmu.
Agar tidak ada ‘keterpaksaan’ dalam melakukan aktivitas, maka kamu harus belajar mencintai aktivitas tersebut. Kalau kamu merasa nyaman dan ikhlas dalam mengerjakan semua aktivitas tersebut, maka lambat laun rasa bosan dapat teratasi.
Hal tersebut dapat membuat kamu merasa nyaman dan ikhlas dalam menjalani aktivitas dalam kehidupan. Dengan mencintai aktivitas yang dilakukan, berarti kamu  telah mampu mengatasi rasa bosan.
8.      Berusaha Mencari Suasana Baru.
Suasana yang begitu-begitu saja bisa menjadi salah satu penyebab utama timbulnya rasa bosan dan jenuh. Kamu harus mulai mencari suasana baru. Contohnya, dengan pergi ke tempat-tempat belum pernah dikunjungi sebelumnya.
Suasana baru yang sering diupgrade, bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi rasa bosan. Suasana baru dapat menyegarkan pikiran, memberikan ketenangan dan kenyamanan, serta segala hal lain yang membuat keseharian kamu jadi lebih bervariasi ketimbang melakukan aktivitas yang sama setiap harinya.
9.      Tidur.
Tidur adalah senjata paling ampuh untuk dapat menghilangkan rasa jenuh. Tidur bisa menjadi pilihan terakhir bila berbagai tips di atas tidak bisa dilakukan. Setidaknya, tidur bisa menghilangkan rasa bosan dan membuat tubuh dan otak dapat beristirahat sejenak.

Bagaimana, tidak sulit bukan, mengatasi singgahnya rasa jenuh yang kadangkala tidak dapat dihindari kedatangannya itu?




BIJAKSANA MENGATASI AMARAH



Sejatinya, marah itu tidak dapat dihilangkan, karena marah itu adalah salah satu bentuk emosi. Emosi itu sendiri adalah energi. Menurut hukum energi, energi itu tidak dapat dimusnahkan tetapi hanya dapat diubah bentuknya. Karena itulah, kamu tidak dapat menghilangkan marah, tetapi bisa mengontrolnya agar tidak merusak diri sendiri dan tidak menyakiti orang lain.
Untuk mengatasi amarah yang terkadang tidak dapat dihindari, berikut ada tips sederhana yang bisa kamu lakukan:

1. Jangan Simpan Amarahmu
Dalam berinteraksi dengan orang lain, ada beberapa orang  yang memendam rasa marahnya, entah itu karena merasa tidak mampu berbuat apa-apa selain memendam kemarahannya, atau karena orang itu tahu betul jika kemarahannya meledak, maka dia bisa menyakiti orang lain.
Tetapi hal tersebut sebenarnya justru punya dampak yang kurang baik. Sangat mungkin terjadi, kemarahan yang ditahan tersebut akhirnya meledak dan dilampiaskan pada orang yang salah.
Misalnya saja kamu marah pada suamimu, tapi kamu berusaha menahan diri dan tidak meledakkan amarah tersebut kepadanya, meskipun suamimu terus-menerus melakukan kesalahan yang sama.
Suatu hari, kamu mendapati salah satu anakmu tidak mengerjakan rutinitasnya dengan benar, lalu kamu memarahinya dengan agak keterlaluan, (maksudnya, di luar kewajaran dan tidak sebanding dengan kesalahan yang diperbuat si anak). 
Hal ini lebih disebabkan oleh suasana hati kamu yang buruk karena memendam marah terhadap suami, maka kamu pun melampiaskan rasa marah tersebut dengan memarahi anak.
Si anak sebenarnya hanya menjadi korban dari kemarahan kamu terhadap suami. Semua emosi yang telah lama dipendam tersebut akhirnya menjadi bom waktu yang akhirnya meledak dan mengenai si anak.
Kamu seharusnya bisa membedakan antara mengendalikan amarah dengan memendam amarah, karena sejatinya, cara mengatasi amarah bukanlah dengan memendamnya ataupun meredamnya. Yang kamu harus tahu, bahwa meredam emosi itu berarti menahan aliran energi, dan ketika energi tersebut ditahan dan tersimpan dalam waktu yang lama, maka efek buruknya akan mengenai tubuh dan pikiran.
Akan tetapi, tidak memendam amarah pun bukan berarti jadi bebas melampiaskannya dengan cara marah-marah pada orang yang menyebabkan kamu marah, karena kalau tidak hati-hati malah akan memicu konflik dan bisa beradu fisik.
Orang yang mudah emosi, mudah marah dan tersinggung, biasanya akan secara terang-terangan mengekspresikan kemarahannya. Di satu sisi, hal tersebut baik karena berarti kamu telah mengalirkan energi. Tetapi, sisi buruknya adalah jika kemarahan itu dilampiaskan dengan cara yang tidak sehat, seperti melakukan kekerasan misalnya.
Apabila kamu terbiasa menahan amarah dengan cara memendamnya, justru bisa menyebabkan terganggunya sistem kesehatan tubuh, misalnya saja kamu jadi terserang migrain.
Jadi, bagaimana cara menghilangkan marah yang terpendam?
Sebaiknya, marah dilampiaskan dengan cara yang aman. Misalnya dengan menuliskan hal-hal yang membuat kamu kesal dan marah. Setelah selesai menulis, aturlah napasmu dan bacalah doa menghilangkan amarah.
2. Berlatih Rileksasi
Secara rutin, latihlah tubuh dan pikiran untuk bisa lebih rileks. Caranya adalah dengan melatih pernapasan setiap pagi setelah bangun tidur, dan pada malam hari menjelang tidur. Hal tersebut sangat bermanfaat untuk melatih rileksasi. Jadikan rileksasi sebagai alat untuk mengendalikan emosimu.
3. Selalu Berpikir Positif
Banyak orang yang tidak bisa mengontrol amarahnya karena sepanjang hidupnya selalu berpikiran negatif. Hal ini biasanya akibat kurangnya rasa cinta dalam dirinya. Entah itu kurangnya cinta dari orangtuanya, pasangan, atau pun lingkungan, sehingga membuat mereka menjadi pribadi yang pemarah dan pendendam.
Selalu berpikiran positif adalah salah satu cara untuk menetralisir amarah.

Semoga tips-tips di atas dapat membantumu dalam mengatasi amarah dan mengontrol emosi ya, teman.

Penulis, Rara Radyanti.



CARA POSITIF MENGELOLA BAPER




Mudah terbawa perasaan atau istilah gaulnya “baper” lebih sering dialami oleh perempuan. Iyess… hal ini karena perempuan itu biasanya lebih sensitif perasaannya. Perempuan juga suka terlalu serius menanggapi sesuatu. Pokoknya, apa-apa suka terlalu dimasukkan ke dalam hati.
            Hal lain yang membuat perempuan jadi suka baper adalah karena mereka juga relatif mudah merasa khawatir tentang penilaian orang lain terhadap dirinya. Nah, baper ini ternyata berawal dari perasaan khawatir yang terlalu berlebihan itu.
            Sebetulnya hal tersebut kurang tepat, karena khawatir yang berlebihan akan memberikan lebih banyak dampak negatif terhadap diri seseorang. Rasa khawatir yang berlebihan juga membuat seseorang menjadi tidak dapat berpikir panjang dan kerapkali membuatnya  menjadi salah langkah.
Meskipun demikian, ternyata baper juga bisa menjadi positif. Baper yang positif justru dapat dieksplor untuk kepentingan-kepentingan yang positif pula. Contohnya di dalam berbisnis, seseorang dapat mengeksplor kebaperannya dalam berpromosi. Salah satu yang telah dikembangkan oleh Indscript training center adalah teknik heart selling, yaitu teknik baperan dalam berjualan.
Dan teknik heart selling ini ternyata hanya cocok dijalankan oleh perempuan. Ya, hanya emak-emak lah yang cocok menggunakan teknik ini untuk berjualan ini. Menurut CEO Indscript, teh Indari Mastuti, teknik ini dibuat dengan hati. Jadi, untuk memulai berpromosi atau berjualan, Emak harus menjalin hubungan emosional terlebih dahulu dengan para calon pembeli.
Caranya, yaitu dengan membuat status-status promosi dengan hati di media-media sosial. “Kalau sesuatu itu dimulai dengan hati, maka tembusnya akan ke hati juga,” demikian ujar teh Indari.
Maka dari itu, beliau juga menyampaikan bahwa sebaiknya seorang pebisnis itu bisa menulis. Demikian juga sebaliknya, seorang penulis itu juga harus bisa berbisnis. Karena, keduanya bisa saling melengkapi.
Untuk itu, mulailah mengelola kebaperanmu dengan positif. Caranya, ketika kekhawatiran mulai datang, segeralah berdamai dengan rasa khawatir tersebut. Misalnya ketika timbul rasa khawatir akan penilaian orang lain terhadapmu, maka segera koreksilah diri sebaik mungkin. Ketika timbul kekhawatiran tentang biaya hidup yang semakin melambung, yakinilah bahwa rejeki yang telah diatur oleh Yang Maha Kuasa itu tak akan pernah tertukar.
Intinya, selalu berpikir positif dalam menghadapi berbagai permasalahan. Hilangkanlah segala kekhawatiran yang muncul. Ketika kamu mampu mengontrol perasaanmu dengan baik, meskipun baper tetap ada, tapi yang muncul itu adalah baper yang positif.
Nah, baper yang positif inilah yang dapat kamu kelola untuk mengeksplor minat dan bakatmu. Misalnya kamu adalah seorang pebisnis, kelolalah baper yang muncul untuk berinovasi mengembangkan bisnis. Atau kamu adalah seorang penulis, ketika baper positif menguasai, biasanya ide-ide segar akan terus mengalir.
Apalagi kalau kamu adalah pebisnis yang bisa menulis, atau penulis yang pintar berbisnis, maka semua kebaperanmu tadi sangat berpotensi untuk mengalirkan transferan.
Asyik kan? Nah, maka dari itu, mulai sekarang juga, kelolalah kebaperanmu dengan baik, ya.

Penulis,
Rara Radyanti



KADUNG SELINGKUH

Selingkuh adalah salah satu bentuk pengingkaran. Tidak ada seorang pun yang suka diingkari. Pun juga dengan mengingkari. Mengingkari ...