Selasa, 31 Oktober 2017

SANG PEMBAWA KEHIDUPAN BARU

Tulisan ini pernah diikutsertakan dalam perlombaan menulis dalam rangka memperingati hari ibu dan berhasil menjadi salah satu karya terpilih.





SANG PEMBAWA KEHIDUPAN BARU

Dulu, semasa gadis sering merasa sebal dengan ibunda karena banyak menyuruh saya melakukan hal-hal yang seringkali enggan saya lakukan. Juga banyak melarang saya melakukan hal-hal yang biasanya justru saya senangi. Bahkan, tak jarang keluar kalimat-kalimat bantahan dari mulut tak tahu diri ini yang kerap membuat ibunda bersedih hati.

Rasanya menyesal sekali kalau ingat pernah membuat ibunda bersedih. Meskipun demikian, ibunda tetaplah bagaikan sesosok malaikat penolong di kala susah, sedih, gundah dan gulana menghinggapi. Mau ini, mencari ibunda. Mau meminta pertolongan itu, yang pertama dicari selalu ibunda. Pokoknya ibunda itu adalah “the one and the real hero in our life.” Tak terbayangkan deh, hidup tanpa kasih seorang ibu.

Akan tetapi, kebanyakan seorang anak, terutama anak gadis baru menyadari bahwa “menjadi seorang ibu itu ternyata bukanlah pekerjaan yang mudah” itu ya setelah mengalami sendiri rasanya menjadi ibu.

Dulu, waktu awal-awal menikah, yang ada dalam bayangan saya ya cuma senang-senangnya saja. Sama sekali tidak pernah terpikir untuk secepatnya mempunyai anak. Entahlah, sepertinya pada waktu itu saya memutuskan untuk segera menikah itu  hanya karena saya merasa telah menemukan lelaki yang merupakan sosok pelindung seperti yang saya idamkan.  Saya sama sekali tidak membayangkan apa yang akan terjadi kemudian. Just married. Itu saja.

Tak disangka dan tak dinyana, baru satu bulan menikah, ternyata saya mendapatkan kehormatan dengan diberikan hak istimewa untuk bisa membawa kehidupan baru yang dititipkan-Nya melalui rahim saya. Bayangkan, “membawa kehidupan baru” lho… Hebat nggak tuh? Bagi seorang calon ibu baru, tentu saja hal tersebut adalah pengalaman yang sungguh luar biasa. Demikian pula halnya dengan yang saya rasakan pada waktu itu.

Apakah pada saat itu saya merasa ‘bangga’ karena akan segera menjadi seorang ibu? Jawabannya adalah ‘ya’ dan ‘tidak’.
Ya. Saya bangga karena Tuhan begitu percaya kepada saya, sehingga begitu cepat menitipkan cikal bakal manusia baru di dalam rahim saya.
Tidak. Karena saya yang pada saat itu masih sangat muda, hanya bisa membayangkan berbagai kerepotan-kerepotan yang harus saya hadapi. Memikirkan bahwa saya tidak akan pernah bisa sebebas dulu lagi, memikirkan bahwa saya tidak akan dapat segera melanjutkan pendidikan saya ke jenjang yang lebih tinggi lagi, dan berbagai perasaan pesimistis lainnya.

Akan tetapi, setelah si jabang bayi lahir ke dunia ini, yang tersisa hanyalah perasaan “bangga” saja. Bagaimana tidak, rasa takjub menghadapi proses kelahiran yang amazing banget, kemudian menyusui, merawat dan membesarkan serta mendidik anak menjadi manusia yang baik telah berhasil menyingkirkan rasa pesimis yang sempat muncul.

Menjadi seorang ibu itu berarti harus bisa menanggalkan keegoisan diri, karena berkomitmen untuk bisa menjadi seorang ibu yang baik itu artinya harus siap berkorban  banyak hal. Bagaimana tidak, dimulai dari semasa kehamilan saja sudah harus banyak berkorban demi sang jabang bayi di dalam perut supaya dapat tumbuh sehat dan sempurna. Misalnya, ibu harus rela mengkonsumsi makanan yang bisa jadi sangat tidak ibu sukai, tapi tetap harus ibu makan. Rasanya pasti sangat menyiksa sekali.

Selama mengandung, ibu juga harus rela berkorban kehilangan bentuk badan idealnya. Pinggang, panggul, perut dan pantat yang kian membesar, belum lagi kulit yang jadi berparut dan bergelambir. Sungguh sangat tak sedap dipandang mata. Tapi seorang ibu dapat dengan mudah mengacuhkan semua itu demi buah hatinya.

Selama proses persalinan, sang ibu bahkan sanggup membuang rasa malu saat kemaluannya harus dilihat oleh orang lain. Semua itu tentu saja demi si buah hati. Sampai di situ saja? Tentu tidak. Belum hilang rasa letih akibat proses melahirkan, seorang ibu harus selalu siaga 24 jam. Seorang ibu harus siap begadang meski lelah dan kantuk menyerbu. Menyusui, mengganti popok, menimang saat si bayi menangis terus, dan berbagai aktivitas pengasuhan lain yang tentu saja melelahkan baik fisik maupun mental.

Menjadi seorang ibu itu memang bukan hal yang mudah, namun juga bukan hal yang sulit untuk dilakukan. Perasaan “bangga” menjadi seorang ibu itu kian terpupuk seiring bertambahnya waktu dengan kelahiran anak kedua dan ketiga. Bisa mengawal setiap saat tumbuh kembang mereka dan belajar menjadi manusia serba bisa buat mereka adalah kebanggan tersendiri yang saya rasakan. Menjadi perawat andal saat mereka sakit, menjadi koki istimewa yang paling paham selera masing-masing anak, lalu menjadi guru yang selalu dianggap serba tahu oleh anak-anak, tentu saja ilmu dan keterampilan saya menjadi berkembang secara alami.

Perasaan “bangga” menjadi seorang ibu pun kian membuncah ketika anak-anak menganggap bahwa hanya ibunyalah tempat mereka berbagi suka dan duka. Hal ini persis seperti yang saya alami semasa kanak-kanak dulu. Mau apa-apa yang pertama dicari selalu ibunda.  Untuk itulah, seorang ibu selalu dituntut untuk bisa menjadi “serba bisa”, meskipun untuk itu sebenarnya saya masih jauh dari sempurna.  Karena hal inilah saya baru menyadari betapa hebatnya almarhumah ibu saya. Saya selalu merasa bangga saat mengingat betapa hebatnya ibunda saya sekaligus juga sedih karena merasa belum pernah bisa membuat ibunda senang.

Menjadi seorang ibu itu perlu banyak belajar dan mengkaji diri sendiri. Menjadi seorang ibu adalah sebuah kebanggaan tersendiri yang sulit untuk diungkapkan dengan sempurna hanya dengan kata-kata belaka.

Saya yakin, semua ibu di dunia ini pasti sangat bahagia manakala bisa mengikuti tumbuh kembang buah hatinya. Merasa bahagia manakala bisa menyaksikan langkah pertama buah hatinya meskipun tak dapat menutupi keterkejutannya saat melihatnya terjatuh. Merasa bahagia manakala bisa mendengar ocehan pertama buah hatinya, dan merasa bangga bukan kepalang ketika menyadari bahwa hanya kitalah para ibu yang bisa memahaminya. Juga merasa bahagia manakala anak-anak mampu bersosialisasi dengan lingkungannya secara baik.
            
Bagaimanapun juga, almarhumah ibundalah yang telah membawakan saya perasaan “bangga menjadi ibu”. Saya merasa bangga sekali karena telah diberi kepercayaan oleh-Nya untuk membawa kehidupan baru ke dunia ini. Saya bangga karena telah diijinkan untuk mendidik dan mengajarkan anak-anak menjadi insan yang baik secara umum.  Dan kebanggan terbesar saya untuk saat ini, karena bisa membawa kebahagiaan dan suka cita bagi anak-anak saya.

Al fatehah untuk almarhumah ibunda tercinta.



Senin, 30 Oktober 2017

Yuk, Me Time dengan "Me-Time"





Kalau sedang panas terik begini bawaan haus terus, ya? Rasanya ingin minum yang dingin-dingin seger terus, nggak, sih? Padahal ya, di minimarket atau warung-warung terdekat, yang dijual itu melulu minuman-minuman berpengawet yang jelas nggak sehat buat tubuh kita.

Tapi don’t worry deh, sekarang kan ada “Me Time” minuman sehat yang terbuat dari kacang almond utuh pilihan. “Me Time raw almond milk” diproses dengan sangat steril dan higienis. Jadi jelas dong ya, keamanannya terjamin.

“Me Time raw almond milk” yang sangat enak dikonsumsi dalam kondisi dingin ini juga sangat banyak manfaatnya. Antara lain, sangat baik bagi kesehatan jantung, mengontrol kadar gula darah dalam tubuh, meningkatkan produktivitas ASI buat kamu para bumil dan busui, juga cocok banget buat kamu yang suka minum susu tapi takut gendut, karena minuman ini justru cocok untuk membantu program dietmu.

“Me Time raw almond milk terdiri dari banyak varian rasa, antara lain plain, original sweet, vanilla, chocolate, coconut, dates, cinnamon, dan matcha. Hmm…semua rasanya enak, lho. Kamu bisa bebas memilih sesuai seleramu. Apalagi susu ini hanya dibuat berdasarkan pesanan, jadi dijamin akan selalu fresh.

Minuman ini diracik dengan kacang almond terbaik, sehingga memberikan sensasi rasa yang unik dan terjamin kualitasnya. Dijamin halal, deh. Soal harga, sangat sesuai dong dengan kualitasnya. Satu botol berukuran 250 ml, minuman ini dijual seharga 35k dengan minimum order 2 pcs.

Di mana bisa mendapatkan produk ini?
Me Time milk diproduksi di Jl. Raya Tanjung Barat No. 22 Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Meskipun diproduksi di Jakarta dan dibuat sesuai pesanan, buat kamu yang berdomisili di luar Jakarta tetap bisa order, kok. Karena “Me Time” susu almond ini bisa tahan satu bulan bila disimpan di freezer. Bila berada di suhu ruang bisa tahan 2 jam dan tahan 3 hari bila disimpan di suhu kulkas. Tapi sebaiknya tidak disimpan di pintu kulkas, ya.
Oya, produk ini tidak dipasteurisasi, jadi sangat sensitive terhadap perubahan suhu ruang, jadi sebaiknya hindarkan dari terkena panas atau paparan sinar matahari langsung, ya.

Nah, jadi kepengen order, kan?
Yuuk, pesan saja di 081227647973 (Diah) atau 085714756788 (Denny)
FB: Diah Metime
IG: Metime_Milk
Line Official (CS) : Me_TimeMilk
Website: www.metimeid.com


Selasa, 30 Mei 2017

Mengenal DCIS





Dalam ilmu kedokteran, DCIS atau Ductal Carcinoma In Situ dianggap sebagai bentuk paling awal dari kanker payudara. kanker tipe ini terbatas hanya di dalam sistem ductus dan sifatnya jinak atau tidak invasif. Artinya, belum menyebar keluar dari saluran susu untuk menyerang bagian lain dari payudara.
DCIS tidak mengancam jiwa penderitanya. Kebanyakan wanita dengan DCIS dapat ditangani dengan tepat melalui operasi dan radiotherapy.

Apa sih yang menyebabkan DCIS?
Menurut dokter, sampai saat ini belum jelas apa yang sebetulnya menjadi penyebab DCIS. Ada kemungkinan, DCIS terbentuk ketika terjadi mutasi genetik dalam DNA sel saluran payudara. Mutasi genetik ini menyebabkan sel tidak normal muncul, tetapi sel-sel tersebut belum memiliki kemampuan untuk keluar dari saluran payudara. 
Pada beberapa penelitian yang dilakukan, belum juga ditemukan hal pasti yang dapat memicu pertumbuhan sel yang tidak normal sebagai pemicu DCIS tersebut. Dugaan kuat, sejumlah faktor seperti gen dari orangtua dan gaya hidup turut berperan besar.
Meskipun DCIS bersifat jinak, namun tanpa dilakukan pengobatan, sewaktu-waktu sel-sel abnormal tersebut bisa saja berubah menjadi invasif. Apalagi dokter juga tidak dapat memprediksi kasus DCIS mana yang akan berkembang menjadi kanker payudara dan mana yang tidak. Jadi, ketika sudah mendapatkan diagnosa DCIS, sebaiknya segera dilakukan tindakan pengobatan.

Bagaimana mewaspadai DCIS?
Di sinilah pentingnya para wanita melakukan “sadari” atau pemeriksaan payudara sendiri. Manakala ditemukan hal-hal yang tidak seperti biasanya, seperti adanya benjolan, perubahan warna kulit pada area payudara, berubahan ukuran payudara, perubahan bentuk putting susu, segera periksakan ke dokter.
Sebagai pasien, kita memang berhak melakukan pemeriksaan ke beberapa dokter yang berbeda. Namun yang perlu diingat, dokter adalah profesi yang tidak main-main. Ikuti kata hatimu dalam menentukan dokter mana yang akan kamu pilih untuk menangani penyakitmu.
Ketika doktermu menyarankan biopsy, turutilah. Mungkin apabila hanya dilakukan pemeriksaan dengan mammography dan ultrasonography belum juga bisa menunjukkan hasil yang pasti, berarti hanya dengan cara biopsy-lah akan ditemukan jawabannya.
Memang ada beberapa macam biopsy, baik yang dengan jarum maupun dengan pembedahan. Dokterlah yang lebih paham, tindakan mana yang paling baik untuk penyakitmu. Apabila dokter menyarankan biopsy dengan pembedahan, ikuti saja sarannya. Mungkin biopsy dengan jarum tidak memungkinkan untuk penyakitmu.

Tindakan apa saja setelah terdiagnosa DCIS?
DCIS sering juga disebut sebagai kanker payudara stadium 0. Dalam kebanyakan kasus, DCIS ditangani dengan pengangkatan tumor dan diikuti dengan radiotherapy untuk mencegah kekambuhan. Pada kasus DCIS yang lebih luas, bisa saja disarankan mastektomi sederhana.

Siapapun, ketika mendapatkan diagnosa DCIS, pastilah mengalami kecemasan luar biasa. Teruslah berdoa, memohon kesembuhan. Lakukan pengobatan dengan teratur sampai sel-sel abnormal yang bersemayam di tubuh terbasmi sempurna. Dan, segera ubahlah gaya hidup dan pola makan menjadi lebih sehat.



Senin, 29 Mei 2017

BALADA UTANG




Bu Hartinuk tidak ingat, untuk keperluan apa bu Lestari meminjam uangnya sekira dua tahun yang lalu itu. Yang bu Hartinuk ingat, saat itu bu Lestari setengah mendesaknya dengan wajah yang sangat mengiba. Bu Hartinuk merasa tidak tega, sehingga perasaan wanita itu tersentuh dan tidak dapat menolak untuk memberikan pinjaman kepada bu Lestari. Padahal pada saat itu sebenarnya bu Hartinuk juga sedang tidak punya uang lebih, dia mengambil sebagian uang belanjanya untuk membantu bu Lestari.
"Nanti kalau suami saya sudah gajian, akan segera saya kembalikan, Bu," demikian janji bu Lestari yang selalu bu Hartinuk ingat.
Satu bulan berlalu, tanggal gajian suami bu Lestari yang seorang pegawai kecamatan itu pun telah berlalu, bu Lestari belum juga mengembalikan uang pinjamannya dengan alasan masih banyak kebutuhan yang harus diutamakan. Bu Hartinuk pun mencoba memahami.
Dua bulan, tiga bulan, sampai akhirnya satu tahun pun telah berlalu, sama sekali tidak ada tanda-tanda dari bu Lestari akan mengembalikan uang pinjamannya. Bu Lestari seakan selalu menghindar bila bertemu dengan bu Hartinuk.
Sungguh, bu Hartinuk sebenarnya sangat tidak nyaman dengan keadaan seperti ini. Andai saja bu Lestari mau berterus terang, mungkin bu Hartinuk akan memakhlumi. Tapi dengan menunjukkan sikap yang selalu menghindar seperti itu justru membuat keadaan menjadi tidak nyaman.
Dua tahun pun akhirnya telah berlalu, dan nasib uang bu Hartinuk yang dipinjam bu Lestari itu masih tidak ada kejelasan, akankah kembali atau tidak. Mau mengikhlaskan, rasanya kok sulit ya? Apalagi sebenarnya bu Hartinuk juga sedang sangat butuh. Mau nagih saja, lha kok malah merasa jadi seperti monster yang harus dihindari.
Ealaaaahh…

Bu Hartinuk masih ingat betul, bu Lestari bilangnya itu pinjam, bukan minta. Jadi ya wajar ya, kalau bu Hartinuk masih sangat mengharapkan uang yang dipinjam bu Lestari itu akan segera dikembalikan.
Perlahan-lahan, bu Hartinuk mencoba sedikit melupakan. Maksudnya, supaya hubungan pertemanan mereka kembali seperti dulu, tanpa beban. Maka, bu Hartinuk pun mencoba seolah-olah seperti tidak terjadi apa-apa. Meskipun sebenarnya masih ada rasa dongkol setiap melihat wajah bu Lestari. Bu Lestari pun tampaknya sudah mulai lupa. Santai saja dia bersikap.
Bu Lestari yang memang sangat supel orangnya, pintar menarik perhatian ibu-ibu lain dan membuat bu Hartinuk menjadi seperti terkucilkan di dalam grup arisan rt kampung mereka. Ealaaah, kasihan bener ya bu Hartinuk ini.

**

Untuk meramaikan acara hari kemerdekaan, grup arisan ibu-ibu rt mereka ini mengikuti audisi paduan suara di TVRI. Namanya rezeki, mereka lolos audisi dan akan segera mengikuti syuting. Supaya terlihat kompak, mereka pun mulai mendesain penampilan mereka. Bu Lestari yang paling modis di antara mereka, langsung mengambil kendali pemilihan kostum. Dia mulai sibuk hunting kostum.
Setelah ketemu sama yang pas, mulailah acara pengumpulan iuran. Bu Lestari meminta kepada ibu-ibu agar mengumpulkan uang terlebih dahulu agar bisa segera dibelanjakan. Sudah betul cara yang diambil bu Lestari. Memang harus seperti ini, selain tidak diperlukan dana talangan, juga supaya tidak ada masalah di kemudian hari.
Mengetahui hal tersebut, bu Hartinuk pun seperti mendapatkan angin segar untuk menyelesaikan permasalahannya dengan bu Lestari. Tak sadar, bu Hartinuk tersenyum lega.
Sore itu, bu Lestari mendatangi bu Hartinuk untuk meminta uang iuran kostum. Tak sabar, bu Hartinuk pun segera berujar, "Maaf bu Lestari, bu Lestari kan masih ada 'rasan' sama saya ya, jadi tolong dibayarkan saja untuk kostumnya, kalau kurang, nanti saya tinggal nambah kekurangannya saja, kalau lebih, ya sudah, biarkan saja, saya ikhlasin."

Lancar bu Hartinuk mengucapkan kalimat yang selama ini telah mencekat pita suaranya.
Tapi tak disangka, bu Lestari mendadak merah padam mukanya, kemudian meluaplah amarahnya.
"Bu Hartinuk ini sungguh tak punya perasaan ya, lalu darimana saya bisa membayarnya? Lagi pula saya lupa kalau ada 'rasan’ sama sampeyan. Emang ada ya? Ya sudah...sudah..."


**
"Buk ibuk, pengadaan kostumnya, sepertinya bakal jadi tersendat deh," ucap bu Lestari kepada ibu-ibu kampung Lebak Ijo yang sedang berkumpul di balai desa untuk berlatih paduan suara.
"Memangnya ada masalah apa, bu Lestari?" tanya bu Mirna.
"Ini, ada anggota kita yang nggak bisa bayar kostum, lalu minta saya buat nalangin dulu. Lah, saya uang dari mana, gitu lho," jawab bu Lestari.
"Siapa itu, bu?" tanya bu Sundari penasaran.
"Itu, istrinya pak Lukito," jawab bu Lestari.
"Ooh, bu Hartinuk, maksudnya?" tanya bu Sundari lagi.
"Lha iya, istrinya pak Lukito siapa lagi kalau bukan bu Hartinuk?" jawab bu Lestari sambil menjab- menjeb.
"Ya sudah tho, Bu, kalau memang dia nggak bisa bayar dan nggak ada yang bisa nalangi, ya nggak usah diajak saja," ucap bu Triani tiba-tiba urun suara.
"Toh, berkurang satu orang anggota nggak terlalu berpengaruh kepada penampilan kita nanti," katanya lagi.
"Tapi bu Hartinuk itu termasuk anggota yang suaranya cukup merdu, lho buk ibuk," ucap bu Mirna mengingatkan.
"Halah, kita kan sudah lolos audisi, jadi saya rasa nggak akan ada masalah kalau anggota kita minus satu," tampik bu Triani lagi.
"Betul. Saya setuju sekali dengan pendapat bu Triani," ucap bu Lestari dengan senyum mengembang.
Dari balik tembok, bu Hartinuk dapat mendengar semua percakapan ibu-ibu tersebut. Telinganya memerah, hatinya pun mendidih. Ingin rasanya berontak, menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Tapi dia urung melakukannya.
Akhirnya, bu Hartinuk pun membalikkan badannya, dan melangkah gontai meninggalkan balai desa. Sepanjang jalan, tak hentinya dia mengutuki dirinya yang bahkan tak sanggup membela dirinya sendiri.
"Lho, kok sudah pulang, Bu? Katanya mau latihan paduan suara?" tanya pak Lukito kepada istrinya, ketika dilihatnya sang istri kembali ke rumah.
"Latihannya batal, Pak," jawab bu Hartinuk sedikit berbohong kepada suaminya.
Namun pak Lukito tidak serta merta percaya begitu saja, apalagi sesudah itu dilihatnya sang istri selalu gelisah, apa yang dikerjakannya selalu saja salah.
"Ada apa, to, Bu? Bapak lihat Ibu kok murung sekali. Gula di dalam teh Bapak saja sampai lupa Ibu aduk. Tadi Bapak juga lihat Ibu melamun di dapur," tanya pak Lukito kepada istrinya saat mereka tengah duduk berdua di beranda rumah.
Gundah di dada bu Hartinuk yang tengah sesak kian mendesak, hingga akhirnya luapannya tak tertampung lagi. Bu Hartinuk memutuskan untuk menceritakan semuanya kepada suaminya itu.
"Tak habis pikir aku, Pak. Tega-teganya bu Lestari memutar balikkan fakta seperti itu. Aku bahkan tak sanggup membela diriku sendiri. Aku khawatir tidak dapat menahan emosi, Pak. Lalu aku harus bagaimana, Pak?" tanya bu Hartinuk meminta saran dari suaminya itu.
"Ibu juga salah, sih. Kan sudah sering bapak bilang untuk tidak usah memberikan pinjaman uang kepada teman. Bukan karena pelit, tetapi untuk menjaga hubungan baik. Supaya terhindar dari masalah-masalah, contohnya ya seperti masalah yang sedang Ibu hadapi ini, " kata pak Lukito.
"Bapak ini, sudah tahu istrinya sedang sedih, sedang tertekan seperti ini kok malah disalah-salahin, to, Pak?" protes bu Hartinuk kepada suaminya.
"He...he...maafin Bapak, Bu. Bapak nggak peka," ucap pak Lukito sambil merangkul pundak istrinya.
"Begini, Bu. Sebaiknya Ibu mencari pihak ketiga yang netral, Bu. Menurut bapak, bu RT-lah orang yang cocok. Bagaimana pun juga, dia dan pak rt kan bertanggung jawab terhadap warganya yang sedang berselisih," pak Lukito mencoba memberi saran buat istri tercintanya ini.
"Baik, Pak. Besok akan Ibu coba," ucap bu Hartinuk. Dia pun mulai merancang-rancang kalimat seperti apa yang hendak disampaikannya nanti kepada bu RT. Makhlum, bu Hartinuk ini bukanlah tipikal orang yang pandai berkata-kata. Dia khawatir akan salah ucap kalau saja tak dirancang dulu apa yang akan dia sampaikan nanti.
Sore itu, bu Hartinuk menemui bu RT. Dia mencoba menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi.
"Jadi, bukan saya tidak mau membayar kostum, Bu. Saya hanya mencoba meminta hak saya, dengan cara meminta bu Lestari membayarkan kostum saya dengan uang pinjamannya yang belum juga dikembalikan kepada saya," jelas bu Hartinuk mencoba meyakinkan bu RT.
"Baiklah, Bu. Nanti akan saya coba tengahi. Kita harus bertemu bersama, Bu. Saya, Anda, juga bu Lestari. Supaya permasalahan menjadi jernih. Ibu tidak perlu khawatir, selama suami saya masih menjadi ketua RT, nama baik Ibu akan kembali bersih," janji bu RT.
Bu Hartinuk merasa sedikit lega. Ucapan bu RT barusan, bagaikan tetes hujan yang membasahi tanah gersang. Sangat melegakan dan membuat hatinya kembali sejuk.
"Sebagai pelajaran bersama, Bu. Lain kali kalau mau memberi utang, sebaiknya melibatkan orang ketiga sebagai saksi, Bu. Bila perlu, ada hitam di atas putih. Paham, ya, Bu? Bukan sok-sok an atau apa, hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti ini, Bu," ucap bu RT memberikan saran.
Bu Hartinuk mengangguk, kemudian tersenyum dan merangkul bu RT sambil mengucapkan terima kasih.
Sesampainya di rumah, bu Hartinuk menceritakan semua kepada suaminya.
"Untuk ke depannya, Bu. Lain kali, tidak ada salahnya kalau ada yang mau berutang, selidiki dulu alasannya. Pertimbangkan juga kondisi dan watak si peminjam. Meskipun teman dekat, tetangga, bahkan saudara, kalau punya kredibilitas buruk dalam menangani utang, ya nggak usah diberi pinjaman. Ada atau tidak ada, bilang saja kita sedang tidak ada uang. Terkadang, kita perlu tutup mata dan tutup hati juga, sih, Bu. Lain ceritanya kalau yang nembung sama kita itu orang yang benar-benar tidak mampu, sebisa mungkin kita kasih tanpa mengharapkan apa-apa, alias kita niatkan sedekah. Begitu, Bu. Paham, ya istriku?" ucap pak Lukito panjang lebar sambil membelai mesra rambut hitam istrinya.
**

 SOLUSI BIAR BISA LANCAR BAYAR UTANG
Kisah inspiratif berjudul 'balada utang' itu sejatinya hanyalah kisah fiktif yang terinspirasi dari kisah nyata.
Mengadakan dana buat membayar utang itu sebenarnya prinsipnya sama dengan menabung, yaitu 'menyisihkan' bukannya 'menyisakan'. Karena kalau menunggu ada sisa, biasanya ya enggak bakal ada.
Jadi, meskipun penghasilan Anda itu enggak tentu, tetap bisa kok lancar bayar utang. Yang paling penting itu menanamkan niat dulu. Anda harus punya kemauan yang kuat untuk benar-benar mau melunasi utang. Setelah itu, baru dihitung. Hitungannya juga sederhana saja. Enggak perlu ilmu tinggi, enggak harus jadi pakar keuangan dulu, yang penting mengerti ilmu dasar berhitung, yaitu tambah, kurang, kali dan bagi. Itu saja.
Oke deh, saya ajari step by stepnya.

Pertama, ingat-ingat, kapan Anda harus bayar utang.
"Lha dalah, ternyata hari ini. Tapi bagaimana, ya… belum ada uang buat bayar utangnya.”
Kalau begitu, hari ini juga Anda  harus temui teman Anda itu, katakan terus terang kalau Anda belum bisa bayar utang. Jangan digantung. Kasihan, temannya. Yang pasti dia juga berharap pada Anda, lho. Janjikan padanya kapan Anda akan melunasi. Misalnya sebulan lagi. Itu berarti dalam sebulan ke depan Anda harus benar-benar menyiapkan uangnya, ya. Jangan biasakan mblenjanji janji. Kata orang jawa, “Ora ilok.”

Kedua, mulai menghitung. Misalnya, utang Anda ada 300.000. Dalam sebulan itu ada 30 hari, kan? Ya, tinggal dibagi saja. Ketemu 10.000 kan? Berarti jumlah itu yang harus Anda sisihkan setiap hari. Disisihkan betul, ya. Kalau Anda itu tipe orang yg mudah tergoda, coba taruh uangnya di tempat yang primpen, yang nggak bisa dibuka-buka. Kalau Anda disiplin, setelah 30 hari maka akan terkumpul 300.000. Iya, kan?

Ketiga, Segera bayarkan kepada teman Anda itu. Bila perlu, bawa sewadahnya, dudah bareng, itung bareng, biar teman Anda itu yakin dengan usaha Anda, sehingga dia menaruh rasa percaya kepada Anda. Eehh...siapa tahu Anda nanti butuh minjem lagi sama dia, dia sudah percaya kalau Anda  orang yang bertanggungjawab. “Penak to???”
Begitu saja sih, solusi yang bisa  saya berikan. Simpel. Mudah-mudahan bermanfaat yaa.
Oya, satu lagi. Sesempit apapun kondisi Anda, tetaplah bersedekah. Luruskan niatnya, sedekah bukan agar utang Anda bisa lunas, tapi sedekah itu untuk mencari berkah dari Gusti Allah. Karena ketika kita bersedekah, selalu akan terselip rasa syukur di situ. Kita akan dituntun oleh Gusti Allah untuk melihat, bahwa semenderitanya kita, masih ada yang lebih menderita dari kita. Sesusah-susahnya kita, masih banyak yang lebih susah dari kita.
Hmm…seandainya saja bu Lestari membaca tips di atas, ya?

UTANG ANDA ADALAH AMANAH ANDA

Utang memang tidak dianjurkan, tetapi juga tidak dilarang.
Kata orang, utang memang kerap membuat seseorang menjadi tak bisa tidur nyenyak karena selalu dirundung gelisah.

Apakah utang Anda menjadi beban dalam hidup Anda?

Sebenarnya hal itu tak perlu terjadi kalau saja Anda mau merubah pandangan Anda tentang utang. Jangan jadikan utang Anda sebagai beban, kawan. Tapi jadikanlah utang Anda itu sebagai amanah.
Kok bisa?

Bisa.
Sekarang saya mau tanya, apa yang akan Anda lakukan ketika mendapatkan amanah? 
Misalnya saja Anda mendapat amanah untuk menjadi kepala sekolah. Apa yang akan Anda lakukan? Tentu saja Anda menginginkan yang terbaik untuk sekolah yang Anda pimpin, kan? Mencetak siswa yang berprestasi, menciptakan lingkungan sekolah yang menyenangkan, dan hal baik lainnya. Anda akan memegang tanggungjawab yang diamanahkan kepada Anda itu dengan sebaik mungkin, kan?
Demikian juga sebaiknya dalam memperlakukan utang. Kalau Anda menganggap utang Anda adalah amanah Anda, maka Anda akan memegang tanggungjawab Anda dengan perasaan yang lebih ringan. Insyaallah.

Kalau seseorang sudah terlanjur punya utang, semestinya memang ya konsisten untuk melunasi.
Coba diingat lagi, apa saja yang Anda pikirkan sewaktu dulu melakukan akad utang piutang?

Karena benar atau salah utang Anda itu sudah ada sejak masih dalam pikiran Anda.

Semoga pembaca dapat mengambil hikmah dari tulisan ini, sehingga sikap-sikap tak menyenangkan seperti yang ditunjukkan oleh bu Lestari pada contoh cerita di atas tidak pernah terjadi.

Senin, 15 Mei 2017

RAHASIA MEMBUAT KARYAWAN MENJADI LOYAL






Anda seorang pebisnis yang sering bermasalah dengan karyawannya? Yah, permasalahan yang terjadi antara atasan dengan bawahan itu adalah hal yang umum terjadi dalam dunia kerja. Namun demikian, dengan mengetahui kunci berinteraksi yang tepat, maka segala sesuatu yang berpotensi memicu timbulnya permasalahan dapat diminimalisir. Anda ingin tahu, bagaimana membuat karyawan menjadi loyal dengan pekerjaannya?
Berikut ini ada tips-tips yang bisa Anda terapkan agar bisnis dapat berjalan lancar tanpa harus gonta-ganti karyawan terus?
1.      Menciptakan Lingkungan Kerja yang Kondusif.
Salah satunya bisa dengan membuat tempat kerja yang nyaman, bersih dan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Selain itu, usahakan untuk menciptakan suasana kerja yang bersahabat, baik antara karyawan dengan atasan, maupun antara karyawan dengan rekan kerjanya. Satu hal lagi yang cukup penting untuk diperhatikan, selalu menjaga kepercayaan satu sama lain.
2.      Menjaga Keseimbangan Pekerjaan dengan Kehidupan Pribadi Para Karyawan.
Sebagai bos atau atasan, Anda memang bebas membuat peraturan untuk ditaati karyawan, namun demikian, harus diingat bahwa tiap orang itu memiliki kehidupan pribadi masing-masing. Demikian juga dengan karyawan Anda. Sebaiknya tidak terlalu sering menuntut akan jam kerja tambahan. Kalaupun sangat diperlukan jam kerja tambahan atau lembur, sebaiknya diberikan kompensasi yang sesuai.
3.      Berikan Apresiasi atau Penghargaan.
Terkadang, bukan hanya sekedar materi yang dibutuhkan oleh karyawan Anda. Ada sebuah tindakan yang dapat membuat karyawan merasa sangat dihargai jerih payahnya, yaitu dengan memberikan apresiasi positif atau penghargaan terhadap kinerja mereka.
4.      Menjalin Kedekatan Hubungan Antara Atasan dan Karyawan.
Jangan pernah memperlakukan karyawan layaknya robot pekerja. Sesekali, berilah perhatian terhadap kehidupan pribadinya. Misalnya saja dengan menanyakan kesehatan keluarganya.  Anda juga boleh menanyakan apa yang menjadi keinginan dan harapan mereka di masa yang akan datang.  Sebaiknya Anda jangan menciptakan jurang pemisah dengan karyawan.
5.      Berikan Kesenangan.
Karyawan Anda juga butuh refreshing untuk melepaskan kepenatan dalam bekerja. Sesekali, Anda bisa mengajak mereka makan bersama di luar lingkungan kerja, mengadakan acara-acara kebersamaan dengan keluarga karyawan, dan lain-lain yang dapat membuat karyawan berbahagia dan merasa senang bekerja dengan Anda.

Nah, untuk melakukan hal-hal tersebut di atas, Anda dapat memulainya dengan bertanya pada diri sendiri, “Dalam bekerja, apa yang Anda butuhkan selain uang?”
Temukan jawaban  pertanyaan tersebut dari lubuk hati Anda yang terdalam. Sudah pasti, hal itu juga yang karyawan Anda rasakan. Oleh karena itu, menjaga dan memenuhi kebutuhan emosional mereka hampir sama pentingnya dengan memenuhi kebutuhan materinya.
Dengan mengaplikasikan cara-cara tersebut di atas, semoga para pebisnis dapat menjadi atasan yang baik, memiliki karyawan yang loyal, sehingga bisnisnya dapat berjalan lancar hingga meraih kesuksesan. 


Penulis, 
Rara Radyanti

            

Jumat, 14 April 2017

Agar Menguntungkan, Intip Trik Berbisnis Kue Kering Ini






            Kue kering memiliki beraneka cita rasa dan bentuk yang mudah dikreasikan. Selain mudah dalam proses pembuatannya, penjualannya pun sangat fleksibel, karena kue kering relatif tahan lama. Tentu saja, hal ini dapat mengurangi resiko kerugian bila dibandingkan dengan berbisnis kue basah.
            Bisnis kue kering memang menjamur pada saat menjelang lebaran ataupun mendekati  hari natal dan tahun baru. Meskipun demikian, bisnis ini sebenarnya bukanlah jenis bisnis musiman seperti dipandang oleh orang kebanyakan. Karena sebenarnya bisnis semacam ini bisa saja tidak mengenal waktu alias tetap bisa laris manis sepanjang waktu. Tentu saja, hal ini hanya terjadi apabila kita mengetahui trik-triknya. Apa sajakah itu?
1.      Rajin berinovasi.
Sebagai pengusaha kue kering, Anda sebaiknya mengasah kreativitas Anda dalam memproduksinya. Baik dalam segi rasa, penampilan, maupun variannya.
a.       Cita Rasa.
Cita rasa yang nikmat dan memiliki kekhasan tertentu adalah kunci utama dalam              berbisnis kuliner jenis apapun. Termasuk dalam berbisnis kue kering yang sangat banyak kompetitornya ini. Untuk menciptakan produk kue kering yang memiliki cita rasa yang khas, Anda harus sering melakukan eksperimen dalam menciptakan rasa kue yang dapat disukai oleh selera umum.
b.      Penampilan.
Selain rasa, penampilan juga sangat berpengaruh dalam bisnis kue kering yang akan Anda jalankan. Penampilan yang menarik sudah tentu akan lebih memikat, bukan? Karena rerata konsumen yang belum pernah mencicipi produk kue kering Anda, lebih dahulu  akan melihat penampilan dari produk jualan Anda tersebut. Jadi, meskipun Anda sudah sangat percaya diri dengan rasa dari kue kering produksi Anda, soal penampilan produk tidak dapat diabaikan begitu saja.
c.       Varian produk.
Selain rasa dan penampilan, Anda juga dapat berinovasi, Anda juga dapat berinovasi dalam hal varian produknya. Buatlah terobosan baru yang sekiranya dapat turut meningkatkan omset penjualan Anda. Misalnya saja, Anda mencoba menciptakan kue kering yang rendah kandungan glutennya, sehingga cocok dikonsumsi oleh para penderita diabetes atau konsumen yang sedang dalam proses diet. Menarik, bukan?
2.   Berjualan Secara Offline dan Online.
            Bagi sebagian konsumen memang lebih memilih membeli kuliner secara offline karena bisa mencicipi rasanya secara langsung, namun bukan berarti Anda lantas tak bisa memasarkan produk kue kering ini secara online. Bukankah sekarang ini sudah jamannya internet, tempat di mana semua orang dapat memasarkan produk dagangannya kepada pangsa pasar yang lebih luas. Demikian pula dengan Anda.
            Tentu saja, untuk memasarkan secara online, Anda harus mendokumentasikan produk jualan Anda terlebih dahulu dengan semenarik mungkin. Di sinilah pentingnya penampilan sebuah produk.
            Selain menawarkan dalam bentuk gambar, Anda dapat meminta testimoni dari beberapa orang pelanggan Anda yang sudah pernah mencicipi produk Anda dan merasa suka atau puas dengan produk jualan Anda tersebut.
3.  Membuka Reseller Eceran.
            Anda dapat menerapkan konsep reseller dalam memasarkan produk Anda ini. Misalnya dengan melibatkan ibu-ibu rumah tangga atau para karyawan kantoran, bahkan bisa juga pelajar dan mahasiswa yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjadi reseller kue kering produksi Anda. Cara ini cukup efektif untuk meningkatkan penjualan Anda.

            Bagaimana, menarik bukan prospek dari berbisnis kue kering ini? Sekali lagi ditekankan agar Anda jangan terpaku pada pandangan bahwa bisnis kue kering ini hanya bisnis musiman saja. Pada dasarnya, banyak orang yang sebenarnya membutuhkan camilan berdaya tahan lama, misalnya saja untuk stok persediaan hidangan untuk tamu, atau untuk kebutuhan hantaran pada acara seserahan, juga sebagai oleh-oleh. Kalau Anda berminat dengan bisnis ini, tunggu apalagi?

Penulis,
Rara Radyanti


Yuk, Berkenalan dengan Berbagai Produk Investasi





Sudahkah kamu berinvestasi? Berinvestasi itu beda dengan menabung lho. Kalau menabung itu artinya menyimpan uang dengan cara menyisihkan sebagian dari hasil pemasukan. Sedangkan berinvestasi itu adalah sebuah usaha yang dilakukan untuk menambah nilai dari aset yang telah dimiliki.
          
Investasi itu banyak macamnya. Tetapi kamu bisa membaginya menjadi dua jenis aset, yaitu aset riil investasi dan financial investasi.Yang termasuk ke dalam aset riil investasi ini antara lain tanah, bangunan, logam mulia, dan lain sebagainya. Aset jenis ini ada wujud fisiknya dan dapat diakses langsung oleh pemiliknya. Sedangkan aset financial investasi ini hanya dalam bentuk surat berharga, diantaranya yaitu, deposito, reksadana, obligasi, saham, dan sebagainya.
*
Nah, investasi apa saja sih yang cocok buat kita kaum perempuan?

1.     Berinvestasi dengan Logam Mulia.
          
Ini adalah jenis investasi yang paling digemari oleh banyak perempuan. Investasi ini akan lebih menguntungkan dengan yang berwujud emas batangan.  Kenapa harus dalam bentuk batangan? Kenapa nggak yang bentuknya perhiasan saja, kan bisa sekalian dipakai untuk aksesoris?
Alasannya seperti ini, kalau emas dalam bentuk perhiasan itu kan waktu belinya dikenakan ongkos pembuatan, sedangkan pada saat mau kita jual lagi yang dihitung hanya nilai emasnya saja, jadi kebayang kan, ruginya? Nah, kalau emas batangan nggak ada biaya pembuatannya, kita Cuma bayar harga emasnya saja, demikian juga pada saat mau kita jual lagi.
Kita bisa membeli emas batangan ini di Antam atau di pegadaian. Yang menarik, membeli emas batangan ini sekarang bisa dicicil, lho. Contohnya di pegadaian ataupun di bank Mandiri Syariah.  Logam mulia berbentuk batangan ini bisa dibeli mulai dari yang beratnya 5 gram.
Investasi jenis ini adalah investasi yang paling fleksibel. Jika suatu saat kita butuh dana tunai, bisa digadaikan atau dijual sesuai dengan harga pasar yang berlaku. Sampai kapan pun, investasi ini akan tetap menjadi primadona karena anti inflasi.
Emas juga bisa diperoleh dengan skema arisan. Cara ini sudah diterapkan oleh pegadaian. Atau, kita menyelenggarakannya sendiri secara mendiri dengan rekan-rekan arisan kita.

2.     Berinvestasi dengan Deposito.
          
Deposito adalah simpanan berjangka. Artinya, penarikannya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu saja. Bagi beberapa orang, deposito adalah alternatif tabungan yang ideal. Selain berjangka, bunga yang ditawarkan juga relatif lebih tinggi bila dibandingkan dengan tabungan biasa.

3.     Berinvestasi di Reksadana.
          
Jangan bayangkan harus punya modal besar untuk bisa berinvestasi reksadana, ya. Karena dengan uang sebesar seratus ribu rupiah saja kita sudah bisa berinvestasi lho. Investasi ini pada prinsipnya adalah menitipkan uang kita untuk dikelola oleh manajer investasi.
Kelebihan dari reksadana ini, yaitu produknya likuid, artinya bisa dicairkan kapan saja. Selain itu, reksadana bukanlah obyek pajak, jadi hasil dari investasi tersebut tidak akan dipotong pajak. Kalau kamu masih ragu, sekarang ini ada reksadana syariah, yang tentu saja dijalankan sesuai syariat-syariat dalam agama islam.

4.     Berinvestasi Saham.
          
Saham ini adalah salah satu surat berharga yang menunjukkan bukti  kepemilikan terhadap sebuah perusahaan. Dengan membeli saham, berarti kamu turut menjadi salah satu pemilik perusahaan tersebut.
Untuk berinvestasi saham juga tidak harus mengumpulkan uang dalam jumlah besar terlebih dahulu. Hanya dengan uang seratus ribu rupiah saja kita sudah bisa berinvestasi saham. Kamu bisa membeli saham di perusahaan sekuritas. Sekarang ini sudah banyak sekuritas online lho.
Untuk mengakomodasi umat muslim yang ingin berinvestasi dengan dasar hukum yang sesuai dengan syariat agamanya, kini ada juga saham syariah.
Selain itu, ada lagi produk investasi lain yang bisa dicoba, yaitu obligasi syariah atau biasa disebut sebagai sukuk ritel. Investasi ini berupa sertifikat bukti kepemilikan bersama atas aset tertentu dengan sistem bagi hasil.

Nah, mudah kan, berinvestasi itu? Tunggu apa lagi? Segera alokasikan pendapatanmu untuk berinvestasi ya.

Penulis,
Rara Radyanti


          

KADUNG SELINGKUH

Selingkuh adalah salah satu bentuk pengingkaran. Tidak ada seorang pun yang suka diingkari. Pun juga dengan mengingkari. Mengingkari ...