Rabu, 03 Januari 2018

Lakukan Financial Check-up Agar Keuanganmu Sehat

ilustrasi: pixabay.com


Lakukan Financial Check-up Agar Keuanganmu Sehat

Kerap mengalami masalah keuangan? Misalnya uangmu selalu defisit karena kamu punya utang yang jumlah tagihannya melampaui jumlah pendapatmu. Kalau iya, berarti sudah saatnya kamu melakukan  financial check up.
Financial check up? Apa itu?
Seperti halnya kesehatan yang butuh pemeriksaan secara berkala, keuangan pribadimu juga membutuhkan pemeriksaan secara rutin untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Dengan melakukan financial check up, kamu bisa langsung tahu bila ada masalah keuangan, jadi bisa langsung diselesaikan tanpa membuat kondisi keuanganmu bertambah buruk.
Pemeriksaan ini perlu dilakukan secara periodik. Ada yang melakukannya sekali setiap tahun, setiap enam bulan, atau bahkan setiap bulan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Cara melakukan financial check up ini bermacam-macam. Namun yang pasti, kamu harus memeriksa tiga hal ini, yaitu: aset, utang atau kewajiban, total pendapatan dan pengeluaran, serta total tabungan.
Aset adalah barang berharga yang kamu miliki, sementara utang atau kewajiban adalah berbagai angsuran dan pembayaran yang harus kamu tunaikan, seperti kredit pembelian rumah, kredit pembelian kendaraan pribadi, premi asuransi, dan lain sebagainya.

Bagaimana cara mengetahui kesehatan kondisi keuangan kita?
Cara mudah untuk mengetahuinya adalah dengan memastikan kalau jumlah seluruh utangmu tidak lebih dari 30% dari total pendapatanmu dan jumlah seluruh pengeluaranmua tidak melebihi besarnya pemasukanmu.
Kesehatan keuanganmu berada dalam kondisi prima saat kamu mendapati bahwa kamu sudah memiliki aset, investasi, dan tabungan yang selalu bertambah. Tentunya sangat melegakan, ya? Nah, berikut adalah keuntungan yang bakal kamu dapat kalau kamu rutin melakukan financial check-up secara rutin:
1.      Pemeriksaan keuangan sangat berfungsi untuk mengetahui kemana saja uangmu mengalir. Kamu bisa melakukannya dengan aplikasi pengatur keuangan yang bisa diunggah di smartphone-mu. Misalnya saja Mint atau Expense Manager. Kedua aplikasi tersebut bisa menolongmu dalam mengatur uangmu.
2.      Pemeriksaan keuangan secara rutin akan membantumu memotong anggaran untuk pos pengeluaran yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan. Misalnya saja setiap akhir bulan kamu selalu belanja-belanji lalu nongki di kafe mahal, mentraktir teman-teman sosialitamu. Dengan financial check-up, akan segera muncul informasi kalau sebenarnya dana yang kamu pakai untuk keperluan itu bisa dipakai untuk membuatkan tabungan pendidikan buat anakmu. Kalau sudah begitu, kamu pasti bakalan mikir dua kali untuk tetap melakukan kegiatan tersebut.
3.      Pemeriksaan keuangan yang periodik jelas akan sangat membatu dalam merencanakan masa depanmu. Kamu tentu punya mimpi, bukan? Misalnya saja mimpi bisa memiliki rumah. Dengan financial check-up, kamu bisa tahu apakah kondisi keuanganmu memungkinkanmu untuk meraih mimpimu itu.
4.      Financial check-up juga bisa meramalkan kondisi keuanganmu di masa mendatang. Karena dengan cara ini kamu bisa tahu berapa lama kamu bisa bertahan seandainya saja kamu kehilangan pekerjaan. Masak, sih? iya, karena melalui pemeriksaaan keuangan ini akan dihitung total aset dan tabungan yang kamu miliki. Jadi kamu bisa segera menyadari kalau saja ada hal buruk yang menimpamu. Dengan begitu, kamu bisa berhati-hati dan lebih mempersiapkan diri.
Berdasarkan informasi yang didapatkan dari melakukan pemeriksaan keuangan secara rutin, kamu bisa mulai berpikir untuk mencari pemasukan tambahan dengan melakukan bisnis di luar pekerjaan tetapmu.
Pemeriksaan keuangan atau financial check-up ini memang merupakan hal penting yang harus dilakukan setiap orang demi menyehatkan kondisi keuangan mereka. Dengan melakukan financial check up secara rutin, kamu bukan saja terbebas dari masalah keuangan, tetapi juga bisa merdeka dari kekhawatiran bila terjadi suatu hal yang tidak diinginkan.


Manfaat Personal Branding Buat Emak-emak




Manfaat Personal Branding Buat Emak-emak

Personal branding adalah salah satu upaya yang dilakukan untuk mendefinisikan diri, juga menunjukkan talenta dan keunikan diri yang dimiliki.
Di era digital seperti sekarang ini, rasanya semua orang membutuhkan personal branding. Tidak hanya untuk Anda, Emak yang seorang wanita karier maupun seorang pebisnis. Anda, Emak yang hanya ibu rumah tangga biasa pun membutuhkan manfaat dari personal branding ini.
            
Dengan personal branding, akan sangat membantu Anda dalam menentukan dan membentuk visi hidup. Personal branding juga bisa dijadikan alat pengendali atau “rem” sebagai alat introspeksi diri. Jadi, personal branding ini akan sangat membantu Anda dalam upaya menghilangkan kelemahan yang mungkin bisa menghambat pencapaian visi hidup yang sedang Anda upayakan.

Lantas, hal apa saja, sih, yang harus dilakukan untuk membranding diri ini?
Yang pertama, tentu saja harus jujur menunjukkan diri Anda yang sebenarnya. Terang, karena personal branding itu nggak bisa dibikin-bikin alias harus jujur.
Sekarang ini sudah bukan saatnya lagi untuk malu-malu dalam hal unjuk kemampuan diri. Misalnya saja Anda punya keahlian membuat kue, ya jangan hanya disimpan sendiri. Tunjukkan pada khalayak akan kelebihan Anda tersebut.  
Setelah banyak yang tahu akan talenta Anda, bukan tidak mungkin hal tersebut bisa menjadi pintu rejeki buat Anda. Iya, kan?

Selain bisa menjadi pembuka pintu rejeki dan alat untuk pengendalian diri, apa saja sih manfaat lain dari membranding diri ini?
            
Dengan melakukan personal branding yang baik, Anda bisa mengukur kualitas diri. Hal tersebut tentu akan membantu Anda dalam memahami ukuran kemampuan Anda, mana yang harus dipertahankan dan mana yang harus ditingkatkan.

Selain itu, dengan membranding diri, dapat membantu Anda untuk menjalin komunikasi dengan lebih baik lagi,tentu saja dengan lebih terukur dan terarah.
Dengan melakukan personal branding yang baik, tentu juga akan membantu Anda mendapatkan berbagai keuntungan positif yang dapat  digunakan jika suatu saat nanti harus memasuki dunia yang penuh dengan kompetisi.
            
Apakah dengan menunjukkan berbagai kelebihan diri itu lantas akan membuat Anda jadi kehilangan sedikit kebebasan berekspresi? Seperti jadi tidak leluasa lagi bercanda tawa dengan teman-teman di media sosial?

            
Tentu saja tidak harus sampai seperti itu, sih. Meskipun Anda sedang melakukan personal branding di media sosial, bukan berarti harus kehilangan momen berinteraksi dengan santai. Yang penting, semua bentuk komunikasinya masih tetap di dalam koridor kesopanan, ya.

Semangat!!

Perizinan yang Perlu diurus Sebelum Memulai Usaha


ilustrasi:pixabay.com


Perizinan yang Perlu diurus Sebelum Memulai Usaha

Dalam memulai sebuah usaha, tidak hanya modal saja yang Anda butuhkan. Anda juga memerlukan berbagai perizinan agar usaha yang akan Anda jalankan dapat berjalan dengan lancar.
Tentu saja, perizinan tersebut adalah perizinan yang sesuai dengan yang telah ditetapkan dan diatur oleh pemerintah.
Nah, apa sajakah perizinan yang harus Anda kantongi sebelum memulai sebuah usaha dengan serius?
1.      SKDU atau Surat Keterangan Domisili Usaha.
Surat ini dikeluarkan oleh kelurahan tempat di mana lokasi usaha Anda berada. Untuk mengurus surat ini, yang diperlukan adalah salinan kartu tanda pengenal serta surat pengantar dari rukun tetangga/rukun warga  setempat.

2.      NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak.
Setiap warga negara yang termasuk wajib pajak harus memiliki NPWP. Surat ini sangat penting dan saat ini bersifat wajib bagi setiap pelaku usaha. Karena surat ini berfungsi sebagai sarana administrasi perpajakan yang akan selalu digunakan sebagai tanda pengenal diri dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.
NPWP biasanya akan selalu dicantumkan dalam setiap dokumen perizinan usaha.
Anda dapat mengurus pebuatan surat ini di kantor pelayanan pajak setempat.

3.      SITU atau Surat Izin Tempat Usaha.
Anda perlu memiliki Surat Izin Tempat Usaha ini, karena surat ini adalah surat izin yang dibuat untuk memperoleh izin sebuah usaha agar tidak menimbulkan gangguan atau kerugian pada pihak-pihak yang terkait.
Apabila Anda tidak memiliki Surat izin ini, maka usaha Anda bisa mendapatkan sanksi. Antara lain, seperti ditutupnya tempat usaha atau tidak dapat lagi mendapatkan izin-izin lain yang dibutuhkan untuk meningkatkan kegiatan operasional sebuah usaha.
Surat ini adalah surat resmi yang memiliki dasar hukum.  Peraturan tentang SITU terdapat pada setiap Peraturan Daerah  di setiap Pemerintah Daerah,  sehingga sanksi-sanksinya pun berbeda di setiap daerah, tergantung dari Peraturan Daerahnya.

4.      SIUP atau Surat Izin Usaha Perdagangan.
Surat ini diperlukan untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha perdagangan. Surat ini dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah dan diterbitkan berdasarkan domisili perusahaan.
SIUP ini terdiri dari tiga kategori, yaitu:
a.       SIUP Kecil yang diterbitkan untuk perusahaan dengan modal di bawah 200 juta di luar tanah dan bangunan.
b.      SIUP Menengah yang diterbitkan untuk perusahaan dengan modal 200 juta hingga 500 juta di luar tanah dan bangunan.
c.        SIUP Besar yang diterbitkan untuk perusahaan dengan modal di atas 500 juta di luar tanah dan bangunan.

5.      HO atau Surat Izin Gangguan.
Surat izin ini adalah surat keterangan yang menyatakan bahwa tidak adanya suatu keberatan atas sebuah usaha di suatu lokasi tertentu.
Surat ini sangat dibutuhkan bagi Anda yang memiliki kegiatan usaha , baik pribadi maupun badan usaha di lokasi tertentu yang dapat berpotensi menimbulkan bahaya kerugian dan gangguan ketertiban umum.
Surat ini dikeluarkan oleh Dinas Perizinan Domisili Usaha di daerah tingkat dua. Masing-masing daerah biasanya mempunyai kebijakan sendiri dalam mengeluarkan surat izin ini.

6.      P-IRT  
       Untuk Anda yang akan berbisnis kuliner, ada surat perizinan lain yang harus Anda  kantongi, yaitu P- IRT atau surat izin Pangan Industri Rumah Tangga.
      Surat ini diperlukan sebagai jaminan usaha makanan / minuman rumahan Anda yang akan beredar di masyarakat luas memenuhi standar keamanan konsumsi.
      Usaha ini dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan dan hanya diberikan kepada usaha produk olahan pangan dengan tingkat resiko yang rendah.

Meskipun tidak mudah dan kadang prosesnya berbelit-belit, surat- surat perizinan di atas harus dikantongi oleh Anda para pengusaha atau calon pengusaha agar usaha Anda dapat berjalan dengan lancar  dan tidak menemui kendala berarti dalam perjalanannya menjadi besar.
           






Seberapa Penting SOP Bagi Usaha Kecil


gambar: pixabay.com


Seberapa Penting SOP Bagi Usaha Kecil

Meskipun bisnis yang kita jalankan adalah bisnis berskala kecil, rasanya sebuah panduan bekerja tetaplah menjadi sebuah kebutuhan. Apalagi bila kita memiliki karyawan dengan tingkat intelektualitas yang tidak seragam.

Tidak semua karyawan bisa memahami dengan mudah setiap prosedur bekerja yang sudah kita contohkan. Oleh karena itu, ada baiknya untuk membuatkan sebuah panduan bekerja bagi mereka. Nah, petunjuk atau panduan dalam bekerja inilah yang bisa disebut dengan SOP atau Standard Operating Procedure.

Apa sajakah yang menjadi alasan bisnis kita harus memiliki SOP?  Apa pula manfaat dari adanya SOP?

1.      Sebagai Panduan Dasar Bekerja.
Tanpa adanya sebuah aturan, dimungkinkan para karyawan akan bekerja sekehendak hati menurut pemahaman mereka masing-masing. Kalau hal ini sampai terjadi, bukan tidak mungkin bisnis kita akan mendapatkan hasil yang mengecewakan.

2.      Sebagai Dasar dalam Mengembangkan Sebuah Usaha.
Agar bisnis yang dijalankan dapat berkembang sesuai harapan, maka harus ada keseragaman dalam mengerjakan proses produksinya. Untuk itulah sebuah SOP diperlukan.

3.      Sebagai Panduan Untuk Menghitung Target.
Dengan membuat SOP,  kita bisa mengukur dan menentukan target yang harus  dicapai melalui bisnis yang kita jalankan tersebut.

4.      Sebagai Panduan Untuk Melakukan Evaluasi.
Tidak hanya pembukuan yang harus dikoreksi, standar operasional usaha juga harus dievaluasi. Hal tersebut bertujuan agar apabila ada kekurangan atau mungkin malah berupa kesalahan, dapat segera dibenahi.

5.      Sebagai Panduan untuk Memberikan Exellent Service.
Kepuasan pelanggan memang menjadi tanggung jawab pemilik usaha. Namun demikian, untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan kerjasama dengan pihak pekerjanya juga. Dengan adanya SOP yang harus ditaati, para pekerja juga jadi memiliki tanggung jawab, sehingga dapat turut memberikan pelayanan yang memuaskan.

Nah, setelah memahami apa yang menjadi alasan sebuah bisnis harus memilik SOP lalu menerapkannya, maka kita akan merasakan betapa besar manfaatnya bagi kelancaran bisnis.
Dengan adanya SOP yang harus dipahami dan ditaati oleh karyawan, tentunya kita sebagai atasan tak perlu lagi berulang-ulang mencontohkan cara bekerja yang sesuai dengan standar operasional bisnis kita.
Dengan SOP, kita juga jadi lebih mudah mengontrol bisnis. Kita tidak harus selalu terpaku mengawasi para karyawan. Dengan demikian, kita dapat melakukan pekerjaan yang lain.
Dengan adanya SOP ini, kita dapat membuktikan diri bahwa kita sanggup berbisnis sambil tetap menjadi ibu rumah tangga yang baik dan bertanggun jawab.
Menyenangkan sekali bukan?
           



Cara Membuat Karyawan Menjadi Loyal

gambar: pixabay.com



Anda seorang pebisnis yang sering bermasalah dengan karyawannya? Yah, permasalahan yang terjadi antara atasan dengan bawahan itu adalah hal yang umum terjadi dalam dunia kerja. Namun demikian, dengan mengetahui kunci berinteraksi yang tepat, maka segala sesuatu yang berpotensi memicu timbulnya permasalahan dapat diminimalisir. Anda ingin tahu, bagaimana membuat karyawan menjadi loyal dengan pekerjaannya?

Berikut ini ada tips-tips yang bisa Anda terapkan agar bisnis dapat berjalan lancar tanpa harus gonta-ganti karyawan terus?

1.      Menciptakan Lingkungan Kerja yang Kondusif.
Salah satunya bisa dengan membuat tempat kerja yang nyaman, bersih dan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Selain itu, usahakan untuk menciptakan suasana kerja yang bersahabat, baik antara karyawan dengan atasan, maupun antara karyawan dengan rekan kerjanya. Satu hal lagi yang cukup penting untuk diperhatikan, selalu menjaga kepercayaan satu sama lain.
2.      Menjaga Keseimbangan Pekerjaan dengan Kehidupan Pribadi Para Karyawan.
Sebagai bos atau atasan, Anda memang bebas membuat peraturan untuk ditaati karyawan, namun demikian, harus diingat bahwa tiap orang itu memiliki kehidupan pribadi masing-masing. Demikian juga dengan karyawan Anda. Sebaiknya tidak terlalu sering menuntut akan jam kerja tambahan. Kalaupun sangat diperlukan jam kerja tambahan atau lembur, sebaiknya diberikan kompensasi yang sesuai.

3.      Berikan Apresiasi atau Penghargaan.
Terkadang, bukan hanya sekedar materi yang dibutuhkan oleh karyawan Anda. Ada sebuah tindakan yang dapat membuat karyawan merasa sangat dihargai jerih payahnya, yaitu dengan memberikan apresiasi positif atau penghargaan terhadap kinerja mereka.

4.      Menjalin Kedekatan Hubungan Antara Atasan dan Karyawan.
Jangan pernah memperlakukan karyawan layaknya robot pekerja. Sesekali, berilah perhatian terhadap kehidupan pribadinya. Misalnya saja dengan menanyakan kesehatan keluarganya.  Anda juga boleh menanyakan apa yang menjadi keinginan dan harapan mereka di masa yang akan datang.  Sebaiknya Anda jangan menciptakan jurang pemisah dengan karyawan.

5.      Berikan Kesenangan.
Karyawan Anda juga butuh refreshing untuk melepaskan kepenatan dalam bekerja. Sesekali, Anda bisa mengajak mereka makan bersama di luar lingkungan kerja, mengadakan acara-acara kebersamaan dengan keluarga karyawan, dan lain-lain yang dapat membuat karyawan berbahagia dan merasa senang bekerja dengan Anda.

Nah, untuk melakukan hal-hal tersebut di atas, Anda dapat memulainya dengan bertanya pada diri sendiri, “Dalam bekerja, apa yang Anda butuhkan selain uang?”
Temukan jawaban  pertanyaan tersebut dari lubuk hati Anda yang terdalam. Sudah pasti, hal itu juga yang karyawan Anda rasakan. Oleh karena itu, menjaga dan memenuhi kebutuhan emosional mereka hampir sama pentingnya dengan memenuhi kebutuhan materinya.

Dengan mengaplikasikan cara-cara tersebut di atas, semoga para pebisnis dapat menjadi atasan yang baik, memiliki karyawan yang loyal, sehingga bisnisnya dapat berjalan lancar hingga meraih kesuksesan.  

Tips Bijak Menyikapi Keluhan Pelanggan

gambar: pixabay.com


Tips Bijak Menyikapi Keluhan Pelanggan

Apakah Anda seorang pengusaha? 
Pernah pelanggan Anda merasa tidak puas dengan servis yang diberikan?
Pada saat ini, seorang pengusaha haruslah lebih jeli menyikapi berbagai keluhan dari para pelanggannya. Karena kini pelanggan bisa lebih bebas menyuarakan baik itu rasa puasnya maupun keluhannya terhadap suatu produk ataupun jasa melalui media sosial yang begitu mudah diakses.

Untuk itu, ada baiknya para pengusaha mulai mempersiapkan cara mengantisipasi berbagai keluhan dari pelanggan. Anda bisa memulai dari seberapa serius keluhan yang diutarakan oleh para pelanggan. Setelah Anda dapat memahaminya dengan baik, Anda bisa mulai menentukan tindakan apa yang harus dilakukan untuk memperbaikinya.Untuk itu, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan dalam menyikapi berbagai keluhan dari para pelanggan. Apa sajakah itu?

1. Memahami Motif Keluhan
Dengarkan dengan baik setiap keluhan dari pelanggan. Jangan dulu terpancing emosi sekalipun pelanggan marah-marah. Pelajari, apa sih yang sebenarnya diinginkan oleh pelanggan?Apakah dia hanya sekedar ingin didengar keluhannya?Apakah dia ingin mendengar permintaan maaf saja?Apakah dia ingin penukaran barang?Atau apakah dia ingin agar uangnya dikembalikan?Dengan memahami motif yang sebenarnya diinginkan oleh pelanggan, dapat membantu Anda menanggapi keluhan tersebut.

2. Memahami Dampaknya Terhadap Usaha 
Pendekatan yang baik diperlukan dalam menanggapi setiap keluhan. Tidak semua keluhan itu bersifat mengancam. Namun demikian, Anda harus memprioritaskan keluhan yang berdampak ancaman terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar Anda dapat memahami permasalahannya dan merasa lebih siap untuk menangani permasalahan tersebut tanpa menyertakan emosi berlebihan yang terkadang berujung pada penyesalan.

3. Segera merespon dengan baik.
Jangan biarkan pelanggan terlalu lama berada dalam kekesalan. Pelanggan yang kesal berpotensi menyebarkan keburukan usaha Anda. Sebuah isu yang diunggah ke media sosial akan segera menyebar dengan cepat. Jangan sampai hal itu terjadi pada usaha Anda, ya.

4. Selalu Buat Pelanggan Merasa Senang.
Jangan abaikan setiap keluhan dari pelanggan, meskipun itu hanyalah keluhan yang sepele bagi Anda. Dengan selalu bersikap ramah dan menunjukkan empati, rasa marah mereka bisa dialihkan.

5. Redam Emosi.
Terkadang, pelanggan complain itu bukan berarti merasa tidak puas saja. Yang ekstrem, ada pelanggan yang memang memiliki kepentingan khusus untuk menjatuhkan usaha Anda. Jika hal ini sampai terjadi, usahakan jangan sampai terpancing emosi. Jangan pernah berpikir untuk balik menyerangnya, karena hal tersebut hanya akan semakin menambah masalah. Tunjukan saja bahwa Anda bisa memberikan solusi yang tepat bagi keluhannya. Abaikan setiap ancamannya yang bertujuan menjatuhkan.

Anda tak perlu terlalu membawa perasaan tatkala menanggapi keluhan dari pelanggan. Dalam sebuah usaha, sebuah keluhan itu adalah hal yang biasa, karena selera orang itu berbeda dan tidak semua produk bisa dibuat dengan sempurna.
Jadikanlah setiap keluhan dari pelanggan itu sebagai masukan yang positif, agar Anda dapat lebih baik lagi dalam mengembangkan usahanya. Semangat, ya.



Atur Dana Sosial Agar Dompet Tidak Mengalami Kebocoran



Atur Dana Sosial Agar Dompet Tidak Mengalami Kebocoran
“When we are stronger, we can help others to become more stronger than we are.”
Sepertinya, kalimat di ataslah penyebab kita menjadi makhluk sosial ulung. Nggak salah juga, sih. Secara kultur, kita orang Indonesia ini memiliki hubungan kekerabatan yang cukup erat. Selain itu, Indonesia juga memiliki keragaman budaya, suku bangsa dan agama. Semua itu sangat berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan seseorang, lho.
Misalnya saja pada acara keluarga yang masih ada hubungannya dengan ritual tradisi, seperti pernikahan, kelahiran, kematian, dan sebagainya. Coba dipikir, seberapa sering kita harus menghadiri acara resepsi pernikahan, acara akikah, atau acara khitanan? Seberapa sering kita harus menghadiri acara arisan keluarga ataupun arisan bersama komunitas yang kita ikuti? Belum lagi kita juga harus menjenguk karabat atau relasi yang sedang tertimpa musibah seperti sakit atau melayat yang meninggal dunia. Mau tidak mau, kita jadi harus mengeluarkan dana untuk semua itu. Maka dari itu, ada baiknya kalau kita juga merencanakan dengan baik untuk menyiapkan pos tersendiri untuk memenuhi kebutuhan sosial ini. Nah, biar perencanaan ini bisa berjalan dengan baik, ada beberapa tips yang bisa kita intip. Yuuk,
1.      Untuk yang sudah memiliki pasangan, hendaknya mendiskusikannya dengan terus terang.
 Masalah keuangan adalah masalah yang sensitif, sekalipun itu dengan pasangan hidup sendiri. Misalnya kita hendak menyumbang uang dalam jumlah yang cukup besar pada saat ada anggota keluarga yang hendak melangsungkan acara pernikahan anaknya. Hal ini perlu dibicarakan dari hati ke hati dulu dengan pasangan. Jangan sampai dia merasa diperlakukan tidak adil dan malah jadi memicu pertengkaran di antara kalian.

2.      Sisihkan sebagian pendapatanmu khusus untuk dimasukkan ke dalam pos dana sosial dan belajar berkomitmen untuk itu.
Lakukan secara rutin setiap bulannya, meskipun mungkin belum tentu akan digunakan. Bisa juga kita membuat rekening khusus untuk itu, supaya lebih jelas pengelolaannya dan bisa dikontrol pemakaiannya.
Akan tetapi, kita perlu memastikan bahwa dana yang disimpan tersebut cukup mudah diakses. Karena, bagaimanapun juga, seringkali kebutuhan dana untuk keperluan ini bersifat tidak pasti, bahkan kadang-kadang mendadak.
Kalau menyimpannya dalam bentuk tabungan biasa, apalagi yang ada ATM-nya membuat kita khawatir tak bisa menjaga komitmen, kita bisa menyimpannya dalam bentuk reksadana pasar uang yang bisa dicairkan dalam waktu satu minggu. Pilihan lainnya, kamu bisa menyimpannya dalam bentuk logam mulia dengan pecahan-pecahan kecil, seperti logam mulia dengan berat satu gram, misalnya.
Memberikan bantuan kepada yang membutuhkan memang merupakan bagian dari peran kita sebagai makhluk sosial. Suatu saat, mungkin kita sendiri yang mengalami kesulitan dan akan membutuhkan bantuan orang lain, termasuk keluarga kita. Satu hal yang pasti, kita akan bisa membantu orang lain, kalau kondisi keuangan kita dalam keadaan yang sehat. Iya, kan? So, taka da salahnya untuk segera rencanakan dana sosial. Okay!


KADUNG SELINGKUH

Selingkuh adalah salah satu bentuk pengingkaran. Tidak ada seorang pun yang suka diingkari. Pun juga dengan mengingkari. Mengingkari ...