Langsung ke konten utama

DIDUAKAN DAN MENDUAKAN




Ketika cintamu diduakan, SABAR-lah.
Namun kalau kamu menduakan cintamu, SADAR-lah.
Saya mengenal banyak wanita yang cintanya diduakan.
Tidak semuanya mendapati akhir kisah yang sama.
Ada yang tidak terima diduakan dan memilih untuk berpisah.
Ada yang akhirnya menerima diduakan walau dengan hati tersayat-sayat.
Namun ada juga yang berakhir bahagia, suami tak lagi menduakannya dan mengisi lagi hatinya dengan cinta yang kembali utuh.
Reaksi wanita ketika mengetahui dirinya diduakan, pastilah kecewa, sedih, dan marah. Luapan emosinya kadangkala sampai tak masuk akal. Ditambah lagi apabila ada suara-suara "beracun" dari orang-orang di sekitarnya yang membuatnya kehilangan kendali.
Kebanyakan wanita pada kondisi ini memang tidak bisa berintrospeksi diri. Dalam kondisi emosi tak terkendali, dalam pikirannya hanya bisa menyalahkan orang lain. Pastinya si pelakor-lah yang salah.
Dia tak bisa berpikir jernih, kenapa suaminya sampai bisa menduakan cinta?
"Apakah mungkin karena ada kekurangan di dirinya?" adalah pikiran yang datang belakangan.
"Pokoke salah si pelakor!!!
Sudah tahu lelaki ada yang punya kok ya direbut."
Ini pikiran wanita pada umumnya.
Ditambah lagi, manusia itu memang paling pintar menyalahkan orang lain, tanpa menyadari bahwa dirinya pun bisa melakukan kesalahan yang sama.
Tapi terus terang, kalau itu menimpa saya (naudzubilah, semoga enggak😱😱), saya pasti juga bakal nyalahin si pelakor terlebih dulu😄😄😄
Walaupun saya tahu, jalan hidup orang itu nggak bisa disamakan dan tidak semua perpisahan yang terjadi dalam rumah tangga orang adalah salahnya si pelakor.
Hayooo...coba tengok kanan kirimu, tetanggamu, saudaramu, ataukah justru dirimu, bisa jadi terlahir dari rahim seorang pelakor.
Semua bisa saja terjadi, kan???
Kembali ke topik awal😅
Bagaimana pun juga, yang namanya diduakan itu memang MENYAKITKAN.
Saking sakitnya, kadangkala manusia itu bisa sampai nyalah-nyalahin Tuhan, lho.
Duuuh...
Sobat wanita yang kusayangi, ingatlah...bahwa tidak hanya wanita yang hatinya menjerit ketika tahu dirinya telah diduakan.
Lelaki juga menangis kalau kamu duakan cintanya.
Tapi apa iya, masak terus mau bales-balesan. Kalau diduakan, terus membalas dengan menduakan. Jangan, Sobat...Jangan!!!
Dunia ini kejam. Bahkan sangat kejam terhadap wanita.
Kamu tahu, kan ... ketika seorang lelaki berbuat serong, dunia maklum dan hanya akan tertawa..."namanya juga lelaki..."
Tapi sobat, ketika wanita yang berbuat serong, dunia akan menjerit dan menangis..."Duuh, kenapa kamu berbuat hina seperti itu???"
Tak adil????
Ya memang. Tapi begitulah cara dunia memandang.
Sobat, cermati kalimat pertama yang saya tulis pada tulisan ini,
"Ketika cintamu diduakan, SABAR-lah. Namun kalau kamu menduakan cintamu, SADAR-lah."
Kalau kamu SABAR, yakinlah, kamu akan sanggup membuat dia yang menyakitimu menjadi SADAR.
Saya mengenal seseorang yang diduakan oleh suaminya. Suara-suara "beracun" di kanan kirinya membuatnya sudah bersiap melayangkan gugatan cerai. Namun berkat ke-SABAR-annya, surat itu ditariknya. Kok bisa???
Dengan kesabarannya, dia tak putus berdoa, agar Tuhan melembutkan hati suaminya.
Dengan kesabarannya, dia mencoba merangkul keluarga suaminya, terutama wanita yang telah melahirkan suaminya. Dia yakin, doa seorang ibu pasti didengar Tuhan.
Dan itu benar, sang ibu mertua tak putus mendoakan agar anaknya bisa SADAR dan kembali kepada istri dan anak-anaknya.
MasyaAllah, dahsyatnya doa seorang IBU.
Buat yang masih punya ibu mertua, rangkullah beliau. Sayangi seperti kamu menyayangi ibumu sendiri. Seandainya ada masalah dengan suami, selain mengadu sama Tuhan, cuma ibu mertuamulah yang paling layak kamu curhati.
Ingat, doa ibu selalu didengar Tuhan.
Doa ibu suamimulah yang paling bisa melembutkan hati suamimu.
Ini benar sekali. Coba buktikan sendiri.
Duhai sahabat wanitaku sejagat raya, sejatinya cinta yang hakiki hanyalah cinta kepada sang pemilik cinta.
Dia akan mencintaimu dengan ujian cinta, antara lain,
Cinta kepada pasangan
Cinta kepada buah hati
Cinta kepada harta dan tahta,
bahkan...
Cinta pada yang tak seharusnya kau cintai.
Sobatku, ujian cinta dari-Nya memang berat, maka kembalikan saja seluruh rasa cinta yang kita miliki hanya kepada-Nya, dan DIA akan mencintaimu.
Mulailah dengan tidak menduakan-Nya, maka kamu pun tidak akan pernah lagi diduakan.
Semoga👼👼

Ditulis oleh:
Rara Radyanti

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KETIKA ANAK KITA MENJADI KORBAN BODY SHAMING

"Bunda, Adek ni jelek ya, Bunda?" "Ya enggak lah. Adek cantik." "Tapi temen Adek bilang kalau Adek jelek."
Lalu meluncurlah cerita-cerita pembully-an yang dilakukan oleh teman-temannya (kebanyakan sih yang laki-laki).
"Adek dikatain item, kiting, jelek!" ucapnya dengan raut sedih.
Deg!! Apalagi saya, ibunya. Jauuuh lebiih sediih. Rasanya pengen marah dan memaki-maki anak yang meledek gadis kecil saya.
"Siapa nama temen Adek yang bilang begitu? Anaknya siapa?" Pertanyaan itu nyaris keluar dari mulut saya, tapi untunglah masih bisa saya tahan.
Saya nggak ingin anak saya tumbuh menjadi seorang pembenci.
Kemudian saya raih tubuhnya, saya tatap matanya, dan saya elus kedua pipinya.
Hal pertama yang harus saya lakukan adalah membuatnya bisa menerima kondisi dirinya dengan baik. "Rambut Adek kan memang keriting, tapi Adek cantik dengan rambut seperti itu. Banyak lho, orang yang kepengen rambutnya dikeriting."
Lalu saya ceritakan bahwa se…

Mengakui Kesalahan. Sulitkah?

BERBUAT SALAH ITU MANUSIAWI, karena melakukan kesalahan itu menandakan bahwa kita itu punya kekurangan, dan itu seharusnya bisa menjadi cambuk bagi kita untuk terus belajar memperbaiki diri. Kalau kita sadar telah melakukan sebuah kesalahan, ya akui saja. MENGAKUI KESALAHAN ITU MULIA, lho. Dengan mengakui kesalahan, secara tersirat kita telah menyatakan bahwa kita ini hanyalah manusia biasa yang senantiasa berbuat salah, karena yang tidak pernah bisa salah itu hanya Tuhan. Tapi mengakui kesalahan itu mestinya ya datang dari hati nurani terdalam, jangan cuma di bibir saja. Sulit memang melakukannya. Berat dan butuh waktu yang lama supaya bisa benar-benar iklhas saat mengatakannya.
Tapi ini jauh lebih baik daripada "tidak pernah merasa bersalah" sama sekali. Ketika kamu sama sekali tidak pernah merasa bersalah, itu artinya ada "sensor" di hatimu yang sudah tidak berfungsi lagi, sehingga tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Mungkin hatimu perlu d…

TIPS MENAGIH UTANG

Kamu punya piutang yang susah sekali didapatkan kembali? Kalau iya, kamu nggak sendiri, kok.Banyak yang mengalami nasib yang sama denganmu. Mau minta uang yang menjadi hak kita sendiri saja susahnya minta ampun.
Kesal? Tentu saja. Kita yang memberikan utang tetapi malah jadi seperti kita yang mau utang. Yang sering terjadi, yang ditagih malah lebih garang daripada yang nagih.
Padahal sebenarnya kalau kita menagih utang itu justru membantu si pengutang agar terbebas dari dosa, lho. Bukankah utang itu akan selalu dibawa sampai mati?
Utang adalah janji yang harus dipertanggungjawabkan sampai ke akhirat nanti. Maka dari itu, jangan ada rasa sungkan saat kita akan menagih utang.
Berikut ada beberapa tips atau langkah-langkah bagaimana cara menagih utang yang sebaiknya ditempuh apabila seseorang berutang kepada kita, yaitu:


1.TAGIH SECARA TIDAK LANGSUNG
Maksud dari cara ini adalah dengan menagih melalui media penghubung komunikas, seperti lewat sms, WA, BBM, dan lain sebagainya. Pengutang yang…

Maling Teriak Maling

Lain di bibir lain di hati adalah ungkapan yang kerap dipakai untuk menunjukan sifat munafik seseorang. Ada juga yang menyebutnya dengan sebutan orang bermuka dua. Secara umum, orang yang bersifat munafik memilik ciri-ciri, yaitu bila berkata dia dusta, dan bila dipercaya dia khianat. Tak hanya itu, masih banyak ciri-ciri lain yang bisa kamu pelajari untuk mengenali para munafikun ini, diantaranya adalah: 1. FUJUR
Fujur adalah sebutan bagi orang yang tidak dapat mengendalikan emosinya, selalu ingin menang sendiri, tidak pernah mau menerima dan mengakui kesalahannya, dan senang menunjukkan sikap yang berlebihan, bahkan melampaui batas dalam menekan lawan-lawannya.
Orang fujur adalah munafikun yang selalu merasa dirinyalah yang paling benar, tanpa pernah mau berkaca bahwa sebenarnya justru dirinya itu sendiri yang berkubang dalam kesalahan demi kesalahan. 2. RIYA
Yaitu, sombong dalam bersikap dan berbicara. Orang munafikun jenis ini senangnya dengan sengaja menampakkan kebaikan yang di…

Meminta Maaf dan Memaafkan

Maaf "Kenapa tidak kamu saja yang minta maaf?"
"Kenapa aku begitu sulit memaafkanmu?
"Kenapa kata maaf itu begitu sulit terucap?"
"Ah, kenapa kita harus saling memaafkan?" Sebab, tak ada manusia yang sempurna di bumi ini. Siapa pun dia, pasti pernah melakukan kesalahan. Dear sahabat, menilai kesalahan orang lain itu mudah. Yang sulit itu adalah mengakui kesalahan diri sendiri. Biasanya, hanya orang yang berjiwa besar yang mampu melakukannya. Sahabat, marahkah kamu saat ada orang lain yang melukaimu? Atau melukai orang yang kamu sayangi? Marah saat ada yang menyakiti kita atau orang yang kita sayangi adalah reaksi yang wajar. Namun jangan disimpan hingga menimbulkan kebencian. Karena kebencian hanya akan membawa kedengkian.
Wahai sahabatku, kedengkian itu bisa melahirkan rasa dendam. Semua itu hanya akan mengikis seluruh amalan-amalan baik yang sudah dengan susah payah kita kumpulkan. Ketika timbul rasa dengki dalam hati, segeralah ingat Hadist Rasul ini…