Langsung ke konten utama

Yang Bisa Kamu Lakukan Agar Tidak Bosan Saat Harus Menunggu



            Menunggu adalah hal yang cukup membosankan. Menunggu dalam jangka waktu yang pendek saja bisa membuat kesal, apalagi menunggu dalam jangka waktu yang panjang. Terlebih lagi kalau yang ditunggu itu tidak memberikan kepastian.
            Apa yang akan kamu lakukan saat merasa bosan menunggu? Menggerutu dan mengomel kepada yang ditunggu? Mendiamkannya? Atau malah meninggalkannya? Memang, mengalami kebosanan saat harus menunggu adalah kondisi yang tidak menyenangkan. Untuk itu, segera carilah cara untuk mengubah kondisi yang tidak menyenangkan tersebut. 
Sebaiknya sih, jangan mengeluh meskipun berkeluh kesah saat sedang kesal karena bosan menunggu itu tidak ada yang melarang. Hanya saja, mungkin akan menimbulkan permasalahan. Ada baiknya, jangan hanya menggerutu dan menyesali kondisi tersebut. Tetapi, carilah cara untuk mengubahnya. Jadikan hal tersebut sebagai tantangan.
            Untuk itu, agar kamu terhindar dari kebosanan akibat harus menunggu, ada beberapa tips yang bisa dipraktekkan, diantaranya:
1.      Untuk menunggu dalam jangka waktu yang pendek, kamu bisa memanfaatkan gadget. Misalnya, dengan berinteraksi bersama teman-teman di dunia maya melalui berbagai aplikasi daring.
Atau, kamu bisa mendownload bebarapa game yang menyenangkan. Kalau kamu khawatir akan efek ketagihan yang bisa disebabkan dari aktivitas tersebut, kamu bisa langsung menghapus aplikasi tersebut, segera setelah penantianmu berakhir.
Jangan lupa untuk selalu membawa pengisi dayanya, ya.
2.      Membaca.
Kamu bisa membaca berbagai jenis buku kesukaan agar tidak merasa bosan saat harus menunggu.
Untuk menunggu dalam jangka waktu pendek, kamu bisa mendownload buku dari file e-book, atau membaca portal-portal online saja.
3.      Ketika harus menunggu dalam jangka waktu yang tidak ada kepastiannya, kamu bisa mengisinya dengan beraktivitas sesuai hobi dan passiomu. Misalnya saja menulis, melukis, dan lain sebagainya.
Menjalankan aktivitas yang sesuai dengan minat dan bakat, terkadang bisa menjadi obat paling mujarab dalam mengatasi kebosanan. Selain itu, hal tersebut bisa juga bermanfaat sebagai sarana terapi diri. Kamu sudah pernah mencobanya?
Bagaimana, mudah bukan cara untuk mengatasi agar bisa terhindar dari kebosanansaat harus menunggu.




Komentar

  1. Tos, sm mbk, kdg jg nunggu sambil dengerin musik,

    BalasHapus
  2. biasanya saya baca buku atau mendengarkan musik :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KETIKA ANAK KITA MENJADI KORBAN BODY SHAMING

"Bunda, Adek ni jelek ya, Bunda?" "Ya enggak lah. Adek cantik." "Tapi temen Adek bilang kalau Adek jelek."
Lalu meluncurlah cerita-cerita pembully-an yang dilakukan oleh teman-temannya (kebanyakan sih yang laki-laki).
"Adek dikatain item, kiting, jelek!" ucapnya dengan raut sedih.
Deg!! Apalagi saya, ibunya. Jauuuh lebiih sediih. Rasanya pengen marah dan memaki-maki anak yang meledek gadis kecil saya.
"Siapa nama temen Adek yang bilang begitu? Anaknya siapa?" Pertanyaan itu nyaris keluar dari mulut saya, tapi untunglah masih bisa saya tahan.
Saya nggak ingin anak saya tumbuh menjadi seorang pembenci.
Kemudian saya raih tubuhnya, saya tatap matanya, dan saya elus kedua pipinya.
Hal pertama yang harus saya lakukan adalah membuatnya bisa menerima kondisi dirinya dengan baik. "Rambut Adek kan memang keriting, tapi Adek cantik dengan rambut seperti itu. Banyak lho, orang yang kepengen rambutnya dikeriting."
Lalu saya ceritakan bahwa se…

Meminta Maaf dan Memaafkan

Maaf "Kenapa tidak kamu saja yang minta maaf?"
"Kenapa aku begitu sulit memaafkanmu?
"Kenapa kata maaf itu begitu sulit terucap?"
"Ah, kenapa kita harus saling memaafkan?" Sebab, tak ada manusia yang sempurna di bumi ini. Siapa pun dia, pasti pernah melakukan kesalahan. Dear sahabat, menilai kesalahan orang lain itu mudah. Yang sulit itu adalah mengakui kesalahan diri sendiri. Biasanya, hanya orang yang berjiwa besar yang mampu melakukannya. Sahabat, marahkah kamu saat ada orang lain yang melukaimu? Atau melukai orang yang kamu sayangi? Marah saat ada yang menyakiti kita atau orang yang kita sayangi adalah reaksi yang wajar. Namun jangan disimpan hingga menimbulkan kebencian. Karena kebencian hanya akan membawa kedengkian.
Wahai sahabatku, kedengkian itu bisa melahirkan rasa dendam. Semua itu hanya akan mengikis seluruh amalan-amalan baik yang sudah dengan susah payah kita kumpulkan. Ketika timbul rasa dengki dalam hati, segeralah ingat Hadist Rasul ini…

Mengakui Kesalahan. Sulitkah?

BERBUAT SALAH ITU MANUSIAWI, karena melakukan kesalahan itu menandakan bahwa kita itu punya kekurangan, dan itu seharusnya bisa menjadi cambuk bagi kita untuk terus belajar memperbaiki diri. Kalau kita sadar telah melakukan sebuah kesalahan, ya akui saja. MENGAKUI KESALAHAN ITU MULIA, lho. Dengan mengakui kesalahan, secara tersirat kita telah menyatakan bahwa kita ini hanyalah manusia biasa yang senantiasa berbuat salah, karena yang tidak pernah bisa salah itu hanya Tuhan. Tapi mengakui kesalahan itu mestinya ya datang dari hati nurani terdalam, jangan cuma di bibir saja. Sulit memang melakukannya. Berat dan butuh waktu yang lama supaya bisa benar-benar iklhas saat mengatakannya.
Tapi ini jauh lebih baik daripada "tidak pernah merasa bersalah" sama sekali. Ketika kamu sama sekali tidak pernah merasa bersalah, itu artinya ada "sensor" di hatimu yang sudah tidak berfungsi lagi, sehingga tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Mungkin hatimu perlu d…

Maling Teriak Maling

Lain di bibir lain di hati adalah ungkapan yang kerap dipakai untuk menunjukan sifat munafik seseorang. Ada juga yang menyebutnya dengan sebutan orang bermuka dua. Secara umum, orang yang bersifat munafik memilik ciri-ciri, yaitu bila berkata dia dusta, dan bila dipercaya dia khianat. Tak hanya itu, masih banyak ciri-ciri lain yang bisa kamu pelajari untuk mengenali para munafikun ini, diantaranya adalah: 1. FUJUR
Fujur adalah sebutan bagi orang yang tidak dapat mengendalikan emosinya, selalu ingin menang sendiri, tidak pernah mau menerima dan mengakui kesalahannya, dan senang menunjukkan sikap yang berlebihan, bahkan melampaui batas dalam menekan lawan-lawannya.
Orang fujur adalah munafikun yang selalu merasa dirinyalah yang paling benar, tanpa pernah mau berkaca bahwa sebenarnya justru dirinya itu sendiri yang berkubang dalam kesalahan demi kesalahan. 2. RIYA
Yaitu, sombong dalam bersikap dan berbicara. Orang munafikun jenis ini senangnya dengan sengaja menampakkan kebaikan yang di…

BALAS DENDAM TIDAK AKAN PERNAH BISA MENYELESAIKAN MASALAH

"Sekuat apapun kita menolak, yang ditakdirkan datang ke dalam hidup kita, akan tetap datang."
Seperti manusia-manusia keji itu... Sekuat apapun kita berusaha menghindari, kalau takdir mengharuskan mereka hadir dalam kehidupan kita, ya pasti akan datang. Seperti jamak kita ketahui, semakin hari, semakin banyak serigala-serigala berbulu domba di ladang kehidupan kita. Mereka itu lah manusia-manusia berhati iblis, yang tega menghancurkan dan meremukkan hati saudaranya sendiri.
Ada tukang tipu, tukang fitnah, tukang adu domba, tukang cabul, maling, pembunuh😱😱😱😱😱
yang bebas berkeliaran dengan korban-korban yang tak berani melakukan perlawanan. Sedih, terpuruk, kalut, dan putus asa, adalah wujud kekecewaan yang pasti dirasakan, ketika kita telah diperdaya oleh manusia-manusia iblis itu.
Apalagi kalau kita sampai dijerumuskan untuk ikut melakukan kemaksiatan itu. Oh, no...😱😱😱 Kalau kamu masih punya hati, ketika tersadar dari melakukan kesalahan, pasti bakal timbul perasaan men…