Langsung ke konten utama

REVIEW BUKUNYA, MENANGKAN LOGAM MULIANYA





Review Bukunya, Menangkan Logam Mulianya

“Buku ini penting karena penulisnya memaparkan wawasan dan prinsip financial literacy buat perempuan. Lebih dari itu, buku ini unik dan enak dibaca karena disajikan dalam bentuk cerita.” ~Anna Farida, Penulis dan kepala sekolah Sekolah Perempuan~

Inilah yang membuat buku ini berbeda dengan buku-buku “how to” lainnya. Kalau jamaknya sebuah buku non fiksi itu berisi melulu teori, tidak dalam buku POT BUNGA MAMA ini. Dari bab awal hingga bab akhir, buku ini penuh dengan ilustrasi cerita.

Penulis mengambil nama Rima sebagai tokoh utamanya. Tentu saja, Rima ini hanyalah nama fiktif belaka. Dia adalah seorang ibu rumah tangga yang digambarkan mengalami berbagai permasalahan finansial seperti yang dialami oleh ibu rumah tangga kebanyakan.

Pada bab satu, diceritakan bagaimana awal mula Rima menyadari tentang adanya kebocoran di dompet rumah tangganya.

“Bab ini cukup menampar!”

Demikian komentar beberapa rekan penulis saat dimintai testimoni tentang isi buku ini.
Apa betul demikian? Mari kita simak.

Di zaman sekarang, dimana berbelanja bisa sangat mudah dilakukan secara online, memang kerap membuat beberapa ibu rumah tangga kehilangan kontrol. Parahnya, banyak juga yang sampai diam-diam berutang tanpa sepengetahuan pasangan hidupnya. Uwoowww… bagian ini nih, yang katanya cukup menampar tadi…hue..he..

Etapi, buku ini bukan hendak mengajari cara berutang ‘diam-diam’ pada pasangan lho, ya… Justru kalau hal itu sampai terjadi, buku ini membisikkan cara-cara mengatasinya.

Kemudian pada bab kedua, diceritakan tentang sebuah musibah yang menimpa keluarga Rima. Suaminya tidak lagi bekerja. Tentu saja, kejadian seperti ini, dimana sumber utama pendapatan keluarga mengalami kebuntuan, akan membuat rumah tangga mana pun mengalami guncangan hebat. Ibarat sebuah keran air yang mampet. Rima harus memperbaiki keran airnya atau mencari sumber mata air baru.

Buku ini menggambarkan betapa wanita itu kuat sekaligus juga luwes. Dengan cepat Rima bisa menemukan mata air baru bagi kelangsungan hidup keluarganya. Buku ini seakan hendak mengatakan, “Nggak salah, kok, mencoba berbagai bisnis rumahan, gonta-ganti, sampai akhirnya kamu bisa menemukan yang pas buatmu.”

Apakah jalan Rima berbisnis lancar jaya?
Ho…ho… ternyata Rima pun mengalami berbagai halang rintang, terutama permasalahan keuangan bisnisnya yang nggak ketahuan berapa untungnya, bahkan nggak ketahuan rugi apa untung. Pernah mengalami hal seperti ini? Rima perlahan menyadarinya dan berusaha mencari penyelesaian berbagai permasalahan keuangannya itu.

Belajar dari kesalahan-kesalahannya mengelola keuangan rumah tangga, akhirnya Rima belajar menata keuangan rumah tangga dan bisnisnya dengan lebih berhati-hati. Dia pun kemudian berkenalan dengan dunia investasi. Hal yang masih sangat baru baginya. Bab-bab berikutnya pada buku ini menjelaskan tentang apa itu investasi, jenis-jenisnya, dan bagaimana memulainya.

Buku ini lebih banyak memperkenalkan berbagai investasi berbasis syariat agama islam, yang belum banyak dikenal oleh ibu rumah tangga di Indonesia, lengkap dengan tips-tips yang bisa diterapkan oleh para investor pemula. Buku ini juga memberikan bonus berupa tips mempersiapkan dana untuk beribadah haji.



Menarik, bukan?
Lebih menarik lagi, ada challenge berhadiah logam mulia dari buku ini.
Caranya, cukup dengan membeli bukunya, kemudian mereview isinya, lalu posting ke media sosialmu lengkap dengan foto kamu bersama bukunya. Foto tidak harus tampak muka, yang penting foto bukunya jelas.
Jangan lupa beri hastag;
#PotBungaMama
#ReviewChallenge
#RaraRadyanti

Oiyaa, wajib share di FB ya, jangan lupa tag nama FB penulisnya, rara ary radyanti. Yang belum berteman dengan FB penulis, bisa add dulu atau follow. 

Review challenge ini berlangsung sampai akhir bulan Maret 2018 dan pemenangnya akan diumumkan di bulan April 2018. Selain berhadiah utama logam mulia, tersedia juga hadiah hiburan berupa buku-buku menarik.

Tertarik?
Buku ini dijual secara eksklusif. Kamu bisa menghubungi,
Penulis: Rara radyanti 081373607455
Penerbit: Stiletto Book 08812731411





Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TIPS MENAGIH UTANG

Kamu punya piutang yang susah sekali didapatkan kembali? Kalau iya, kamu nggak sendiri, kok.Banyak yang mengalami nasib yang sama denganmu. Mau minta uang yang menjadi hak kita sendiri saja susahnya minta ampun.
Kesal? Tentu saja. Kita yang memberikan utang tetapi malah jadi seperti kita yang mau utang. Yang sering terjadi, yang ditagih malah lebih garang daripada yang nagih.
Padahal sebenarnya kalau kita menagih utang itu justru membantu si pengutang agar terbebas dari dosa, lho. Bukankah utang itu akan selalu dibawa sampai mati?
Utang adalah janji yang harus dipertanggungjawabkan sampai ke akhirat nanti. Maka dari itu, jangan ada rasa sungkan saat kita akan menagih utang.
Berikut ada beberapa tips atau langkah-langkah bagaimana cara menagih utang yang sebaiknya ditempuh apabila seseorang berutang kepada kita, yaitu:


1.TAGIH SECARA TIDAK LANGSUNG
Maksud dari cara ini adalah dengan menagih melalui media penghubung komunikas, seperti lewat sms, WA, BBM, dan lain sebagainya. Pengutang yang…

KETIKA ANAK KITA MENJADI KORBAN BODY SHAMING

"Bunda, Adek ni jelek ya, Bunda?" "Ya enggak lah. Adek cantik." "Tapi temen Adek bilang kalau Adek jelek."
Lalu meluncurlah cerita-cerita pembully-an yang dilakukan oleh teman-temannya (kebanyakan sih yang laki-laki).
"Adek dikatain item, kiting, jelek!" ucapnya dengan raut sedih.
Deg!! Apalagi saya, ibunya. Jauuuh lebiih sediih. Rasanya pengen marah dan memaki-maki anak yang meledek gadis kecil saya.
"Siapa nama temen Adek yang bilang begitu? Anaknya siapa?" Pertanyaan itu nyaris keluar dari mulut saya, tapi untunglah masih bisa saya tahan.
Saya nggak ingin anak saya tumbuh menjadi seorang pembenci.
Kemudian saya raih tubuhnya, saya tatap matanya, dan saya elus kedua pipinya.
Hal pertama yang harus saya lakukan adalah membuatnya bisa menerima kondisi dirinya dengan baik. "Rambut Adek kan memang keriting, tapi Adek cantik dengan rambut seperti itu. Banyak lho, orang yang kepengen rambutnya dikeriting."
Lalu saya ceritakan bahwa se…

Maling Teriak Maling

Lain di bibir lain di hati adalah ungkapan yang kerap dipakai untuk menunjukan sifat munafik seseorang. Ada juga yang menyebutnya dengan sebutan orang bermuka dua. Secara umum, orang yang bersifat munafik memilik ciri-ciri, yaitu bila berkata dia dusta, dan bila dipercaya dia khianat. Tak hanya itu, masih banyak ciri-ciri lain yang bisa kamu pelajari untuk mengenali para munafikun ini, diantaranya adalah: 1. FUJUR
Fujur adalah sebutan bagi orang yang tidak dapat mengendalikan emosinya, selalu ingin menang sendiri, tidak pernah mau menerima dan mengakui kesalahannya, dan senang menunjukkan sikap yang berlebihan, bahkan melampaui batas dalam menekan lawan-lawannya.
Orang fujur adalah munafikun yang selalu merasa dirinyalah yang paling benar, tanpa pernah mau berkaca bahwa sebenarnya justru dirinya itu sendiri yang berkubang dalam kesalahan demi kesalahan. 2. RIYA
Yaitu, sombong dalam bersikap dan berbicara. Orang munafikun jenis ini senangnya dengan sengaja menampakkan kebaikan yang di…

BALAS DENDAM TIDAK AKAN PERNAH BISA MENYELESAIKAN MASALAH

"Sekuat apapun kita menolak, yang ditakdirkan datang ke dalam hidup kita, akan tetap datang."
Seperti manusia-manusia keji itu... Sekuat apapun kita berusaha menghindari, kalau takdir mengharuskan mereka hadir dalam kehidupan kita, ya pasti akan datang. Seperti jamak kita ketahui, semakin hari, semakin banyak serigala-serigala berbulu domba di ladang kehidupan kita. Mereka itu lah manusia-manusia berhati iblis, yang tega menghancurkan dan meremukkan hati saudaranya sendiri.
Ada tukang tipu, tukang fitnah, tukang adu domba, tukang cabul, maling, pembunuh😱😱😱😱😱
yang bebas berkeliaran dengan korban-korban yang tak berani melakukan perlawanan. Sedih, terpuruk, kalut, dan putus asa, adalah wujud kekecewaan yang pasti dirasakan, ketika kita telah diperdaya oleh manusia-manusia iblis itu.
Apalagi kalau kita sampai dijerumuskan untuk ikut melakukan kemaksiatan itu. Oh, no...😱😱😱 Kalau kamu masih punya hati, ketika tersadar dari melakukan kesalahan, pasti bakal timbul perasaan men…

Yati "Sum Kuning" Surachman, Legenda Hidup Indonesia

Anak muda zaman now mungkin kurang familiar dengan nama Yati Surachman. Karena era kejayaan pemain seni peran ini memang sudah berlalu. Namun demikian, Yati sebenarnya masih tetap aktif meskipun usianya kini telah senja. Hingga kini, beliau masih ‘wara-wiri’ di beberapa sinetron tanah air, meskipun bukan sebagai pemeran utama.
Yati Surachman sudah mulai berakting sejak tahun 70-an. Beberapa film yang ikut dibintanginya di tahun 70-an, antara lain Inem Pelayan Seksi, Ateng Pendekar Aneh, Binalnya Anak Muda, Gita Cinta dari SMA, dan masih banyak lagi.
Namanya mencuat seiring dengan kesuksesannya memerankan tokoh “Sum Kuning” dalam film “Perawan Desa”. Berkat aktingnya di film tersebut, Yati menyabet penghargaan sebagai The Best Actress dalam Festval Film Asia Pasifik. Film tersebut sempat dilarang tayang karena diangkat dari kisah nyata, yaitu tentang pemerkosaan yang dialami seorang gadis penjual telur oleh sekawanan pemuda anak pejabat kaya di Yogyakarta.
Saya mengenal Yati Surachman saa…